122 keluarga di Belitung Timur jadi sasaran program BSPS

Sebanyak 122 keluarga di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi sasaran pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR.

"Bantuan ini inisiasi dari pemerintah kabupaten dan yang sudah kita keluarkan SK ada 150 penerima, namun yang bisa diakomodasi hanya 122 KK," kata Kepala Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Wilayah Sumatera V Kementerian PUPR, Johnny Rahman saat menggelar audiensi dengan Bupati Belitung Timur, Burhanuddin di Manggar, Kamis.

Baca juga: Pemkab Bangka Tengah: 500 rumah masuk program BSPS

Audiensi dilakukan setelah keduanya memberikan bantuan berupa tabungan senilai Rp20 juta kepada 112 penerima bantuan melalui program BSPS.

"Jumlah penerima tentu berdasarkan data yang kami terima dari pemerintah kabupaten, untuk meningkatkan kualitas rumah sehingga lebih layak huni," kata Johnny.

Johnny mengatakan tabungan senilai Rp20 juta ini diperuntukkan bagi pembelian bahan bangunan dan upah tukang.

Baca juga: 100 warga Purbalingga terima program BSPS dari Kementerian PUPR

"Rinciannya yaitu Rp17 juta untuk pembelian material dan Rp3 juta untuk upah tukang dan penerima langsung bertransaksi dengan pihak bank yang kami tunjuk," katanya.

Ia menjelaskan, kriteria penerima bantuan sendiri yakni berdasarkan data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan data pendataan keluarga yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai dasar bantuan stimulan perumahan swadaya.

Baca juga: Kementerian PUPR sebut 250 rumah di Papua Barat dibantu program BSPS

"Status kepemilikannya adalah milik penerima bantuan, karena sistemnya rumah mereka sendiri yang kita perbaiki, yang kita tingkatkan kualitasnya dan tanah mereka sendiri," ujarnya.

Ia menjelaskan, program BSPS dapat membantu masyarakat dalam memperbaiki rumah yang tidak layak huni menjadi rumah yang nyaman dengan kualitas rumah yang baik.

"Program BSPS pada dasarnya merupakan bantuan pemerintah berupa stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan/peningkatan kualitas rumah beserta prasarana, sarana dan utilitasnya," jelasnya.