124 Calon Taruna TNI AD Tak Lolos Karena Buta Warna

Merdeka.com - Merdeka.com - 1.520 Orang tercatat mendaftar online penerimaan calon taruna Akmil Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) 2022. Pendaftaran ini dibuka bagi seluruh siswa SMA/MA lulusan 2018 hingga 2022 dari jurusan IPA maupun IPS.

806 Orang dinyatakan lolos tahap validasi awal. Dari jumlah tersebut, ada 124 orang dinyatakan tidak lolos. karena dianggap buta warna.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, ada dua metode atau alat ukur yang digunakan dalam mengetes buta warna. Di mana sebelumnya hanya satu dalam seleksi penerimaan taruna Akmil ini.

"Ini sudah pakai dua alat ukur. Kan buta warna yang lalu cuma satu alat ukur. Sekarang sudah dua," kata Andika dalam akun Instagram Puspen TNI yang dilihat merdeka.com, Selasa (10/5).

Buta warna adalah salah satu gangguan penglihatan. Pada penderita buta warna, mata tidak mampu mengenali warna yang dilihat secara jelas dan akurat. Akibatnya, mereka sulit untuk membedakan warna, seperti merah dan jingga, atau biru dan ungu. Buta warna seperti ini disebut buta warna parsial.

"Kita dengan dua alat ukur itu menjadi lebih teliti. Sehingga kita lebih toleran sebetulnya dengan dua alat ukur ini, jadi tidak terlalu kasar, tapi masih enggak lulus dia. Drop 124," katanya.

Sebagai informasi, selain buta warna parsial, adalah buta warna total. Penderita buta warna total bahkan sama sekali tidak dapat melihat warna, dalam artian seluruh objek yang dilihat oleh mata adalah monokrom.

5 Macam Tes Warna

Guna memastikan apakah mata Anda mengalami buta warna atau tidak, maka perlu dilakukan tes buta warna. Di samping untuk mengobati gangguan fungsi mata, tes ini biasanya menjadi salah satu syarat bagi sejumlah bidang pekerjaan khusus, seperti pilot, tentara, teknisi, hingga dokter.

Tes warna untuk mata dibagi menjadi beberapa jenis, berdasarkan pada kebutuhan pasien. Ada tes buta warna parsial dan total. Berikut ini jenis tes buta warna yang perlu Anda ketahui.

1. Anomaloscope

Anomaloscope adalah metode tes buta warna yang dilakukan dengan menggunakan alat serupa mikroskop.

Saat menjalani tes buta warna anomaloscope, pasien akan diminta untuk melihat ke arah lingkaran yang dibagi ke dalam 2 (dua) warna, yakni merah-hijau pada satu sisi, dan kuning pada sisi lainya. Setelah itu, pasien diharuskan menekan tombol yang ada pada alat tersebut manakala seluruh warna pada lingkaran berubah jadi satu warna yang sama.

Tes warna anomaloscope termasuk ke dalam jenis tes buta warna parsial. Sayangnya, tes ini hanya mampu mendeteksi penyakit buta warna parsial merah-hijau.

2. Ishihara

Tes buta warna ishihara adalah tes warna bagi mata yang paling umum digunakan. Pada metode ini, pasien akan dihadapkan pada gambar lingkaran yang terdiri dari banyak bintik dengan warna dan bentuk yang berbeda satu sama lain. Pasien diminta melihat gambar tersebut sambil menutup sebelah matanya, dan antara mata dan gambar berjarak kurang lebih 40 sentimeter.

Jika dilihat secara seksama, bintik-bintik tersebut membentuk suatu huruf atau angka. Apabila mata pasien normal, ia akan dengan mudah mengidentifikasi huruf atau angka yang tersembunyi tersebut.

Sama seperti anomaloscope, tes warna ini hanya bisa mendiagnosis buta warna parsial merah-hijau.

3. Farnsworth-Munsell

Untuk menganalisis apakah pasien dapat menyadari perubahan warna yang sangat tipis, cara tes buta warna yang digunakan adalah tes Farnsworth-Munsell. Tes ini menggunakan medium gambar lingkaran dalam jumlah banyak, dan sejumlah gradasi dari warna tersebut.

4. Penyusunan

Seperti namanya, metode ini penyusunan ini dilakukan dengan cara meminta pasien untuk menyusun objek tertentu yang mana objek tersebut terdiri dari susunan gradasi warna. Sebagai contoh, pasien harus menyusun beberapa buah balok yang terdiri dari warna hijau muda-hijau-hijau tua.

5. Cambridge

Pengimplementasian tes warna Cambridge ini serupa dengan ishihara, yakni sama-sama meminta pasien untuk mengidentifikasi huruf tersembunyi yang ada di dalam lingkaran penuh bintik warna berbeda.

Perbedaanya, tes ini menggunakan medium komputer alih-alih kertas kartu. Selain itu, biasanya tes Cambridge hanya berfokus pada satu jenis huruf, yakni huruf “C”. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel