124 Orang Terluka Pasca Gempa Magnitudo 7,3 di Fukushima Jepang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Fukushima - Jumlah orang yang terluka akibat gempa magnitudo 7,3 yang melanda Jepang pada Sabtu 13 Februari 2021 telah mencapai 124 orang, kata televisi publik Jepang pada Minggu 14 Februari 2021.

Laporan sebelumnya mengatakan 103 orang terluka. Mayoritas korban dilaporkan berada di prefektur Miyagi dan Fukushima di pantai timur pulau honshu terbesar di Jepang, yang menjadi titik episentrum bencana.

Sebagian besar korban dilaporkan mengalami memar dan trauma tumpul yang diderita selama jatuh, demikian seperti dikutip dari kantor berita Rusia TASS, Minggu (14/2/2021).

Sementara itu, Tokyo Electric Power (TEPCO), sebuah perusahaan induk utilitas listrik Jepang yang beroperasi di daerah yang dilanda gempa, mengatakan bahwa sebagai akibat dari gempa bumi, sejumlah kecil air tumpah dari kolam penampungan bencana nuklir Fukushima, khususnya di Unit 5 dan 6 pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima-1.

Jumlah air tidak signifikan dan tidak menyebabkan perubahan serius dalam tingkat radiasi latar belakang di pabrik. Itu juga tidak menimbulkan ancaman bagi keselamatan fasilitas nuklir Jepang.

Sebelumnya, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato mengatakan fasilitas nuklir negara itu tidak mengalami kerusakan dalam bencana tersebut.

Gempa kuat terdaftar di Samudra Pasifik, di luar prefektur Fukushima Jepang pada 13 Februari 2021 pukul 23.08 waktu setempat. Awalnya diperkirakan gempa berkekuatan 7,1 skala richter, namun kemudian angka tersebut direvisi menjadi 7,3.

Getaran dirasakan di setidaknya sepuluh wilayah Jepang di bagian utara, timur laut dan tengah pulau Honshu, termasuk Fukushima, Miyagi dan daerah Tokyo.

Setidaknya 20 gempa susulan yang kuat terdaftar setelah bencana.

Memulihkan Jaringan Listrik

Sebuah rumah runtuh akibat gempa bumi di Koorimachi, prefektur Fukushima, timur laut Jepang, Minggu (14/2/2021).  Pusat gempa berada di kedalaman 60 kilometer lepas pantai Prefektur Fukushima, pada pukul 23.08 waktu setempat. (Jun HIrata/Kyodo News via AP)
Sebuah rumah runtuh akibat gempa bumi di Koorimachi, prefektur Fukushima, timur laut Jepang, Minggu (14/2/2021). Pusat gempa berada di kedalaman 60 kilometer lepas pantai Prefektur Fukushima, pada pukul 23.08 waktu setempat. (Jun HIrata/Kyodo News via AP)

Beberapa ilmuwan menyebutkan bahwa gempa 13 Februari adalah aftershocks (gempa susulan) dari gempa bumi berkekuatan 9,0 skala richter yang terjadi di sekitar daerah yang sama sepuluh tahun yang lalu, pada 11 Maret 2011, menyebabkan tsunami yang kuat dan memicu bencana nuklir di Fukushima-1 NPP.

Meskipun getaran telah berhenti sekarang, para ilmuwan memperingatkan lebih banyak gempa susulan mungkin masih mengikuti.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan bencana itu tidak menyebabkan kerusakan besar, tetapi tetap menghimbau warga setempat untuk bersiap-siap bila terjadinya gempa susulan.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada pertemuan tersebut bahwa pemerintah telah menerima laporan tentang banyaknya korban yang terluka tetapi tidak ada korban jiwa.

Pemadaman listrik, yang mempengaruhi sekitar 900.000 rumah pada satu area, sebagian besar telah teratasi pada pagi hari, kecuali beberapa ratus rumah di Prefektur Fukushima.

Menurut otoritas Prefektur Fukushima, ada 64 pusat evakuasi yang telah didirikan di Fukushima dan sekitar 200 orang telah mengungsi.

Sementara menurut East Japan Railway Co, layanan kereta shinkansen Tohoku antara Stasiun Nasushiobara di Prefektur Tochigi dan Stasiun Morioka di Prefektur Iwate telah ditangguhkan sementara.

Shinkansen Yamagata juga menghentikan layanan mereka, seperti halnya shinkansen Akita antara stasiun Morioka dan Akita.

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Berikut Ini: