13.826 peserta ikuti UTBK SBMPTN 2022 di Universitas Jember

·Bacaan 2 menit

Sebanyak 13.826 peserta akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) Tahun 2022 di Pusat UTBK Universitas Jember, Jawa Timur.

"Jumlah tersebut terdiri dari 6.937 peserta kategori ujian Saintek, 5.963 peserta kategori ujian Soshum, dan 926 peserta kategori ujian Campuran," kata Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember (Unej) Prof Slamin saat mengikuti rapat persiapan pelaksanaan UTBK SBMPTN secara daring di kampus setempat, Jember, Senin.

Menurutnya, Pusat UTBK Unej telah menyiapkan 25 lokasi ujian yang tersebar di beberapa gedung di fakultas dan fasilitas pendukung lainnya di kampus setempat.

Baca juga: LTMPT perpanjang pendaftaran UTBK-SBMPTN hingga 16 April 2022

"Di setiap ruangan nantinya diisi oleh 20 hingga 40 peserta menyesuaikan dengan luas ruang ujian. Dalam setiap sesi UTBK SBMPTN akan ada 615 peserta dan dalam satu hari pelaksanaan ujian ada dua sesi, yakni sesi pagi dan siang," tuturnya.

UTBK SBMPTN 2022 digelar dalam dua gelombang yakni gelombang pertama 17 hingga 23 Mei 2022 dan gelombang kedua pada 28 Mei 2022 hingga 3 Juni 2022.

"UTBK SBMPTN 2022 dilaksanakan di masa pandemi COVID-19 maka pelaksanaannya tetap memberlakukan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah," katanya.

Baca juga: Pendaftaran UTBK SBMPTN dibuka mulai sore ini

Ia menjelaskan peserta UTBK SBMPTN diharapkan semuanya sudah mendapatkan vaksin booster atau vaksin ketiga, sedangkan bagi yang belum mendapatkan vaksin booster maka wajib membawa hasil tes antigen yang berlaku selama satu kali dua puluh empat jam pada saat mengikuti ujian.

"Di setiap lokasi ujian juga akan kami tempatkan tanda QR Code Peduli Lindungi sebagai langkah antisipasi, sehingga kami mengimbau peserta sudah mendapatkan vaksin booster," ujarnya.

Baca juga: Universitas Jember sebagai institusi riset peringkat 14 se-Indonesia

Slamin berpesan kepada seluruh peserta UTBK SBMPTN agar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk giat belajar karena persaingan untuk diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dipastikan lebih ketat daripada jalur SNMPTN karena jumlah peserta SBMPTN lebih banyak.

"Mumpung masih dalam suasana bulan Ramadhan, manfaatkan puasa kali ini dengan giat belajar sekaligus berdoa agar niatan mulia untuk menempuh kuliah di PTN dikabulkan Allah SWT dan jangan lupa meminta restu orang tua sebab mereka lah yang akan mendukung studi Anda," katanya.

Baca juga: Jamaah Ponpes Mahfilud Duror di Jember puasa lebih awal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel