13 ABK di Cilacap Terkonfirmasi Varian India, RSUD Cilacap Ditutup

·Bacaan 1 menit

VIVA - Hasil tes whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan terhadap 13 anak buah kapal berkewarganegaraan Filipina yang melakukan bongkar muat di Cilacap pada April lalu, menunjukkan mereka terkonfirmasi COVID-19 varian B.1617.2 atau dikenal dengan varian India.

Tenaga medis yang merawat mereka di RSUD Cilacap juga terkonfirmasi positif COVID-19. Apakah itu juga varian dari India, saat ini sedang dalam proses tes WGS di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan selain 13 anak buah kapal tersebut, 32 tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang merawat mereka juga terkonfirmasi positif, dan kini sedang menjalani isolasi. Petugas juga telah mengambil sampel mereka untuk proses pemeriksaan tes genom di UGM Yogyakarta, apakah varian baru atau tidak.

"Mereka semua sudah diisolasi. Untuk para nakes, sedang dilakukan pemeriksaan WGS dan ini sedang menunggu hasilnya. Mungkin dalam satu atau dua hari sudah keluar," kata Yulianto Prabowo.

Baca juga: COVID-19 Varian India Masuk Jateng, Kepala Daerah Diminta Waspada

Langkah berikutnya, lanjut Yulianto, petugas melakukan tracing terhadap kontak dekat terutama keluarga nakes tersebut. Pemerintah daerah juga telah membuat kebijakan menutup seluruh pelayanan rawat jalan di RSUD Cilacap.

"Untuk layanan rawat jalannya sementara ditutup sampai tanggal 26 Mei nanti. Kami lakukan sterilisasi tempat-tempat yang ada di sana," kata Yulianto.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno