13 Awak Kapal Asing Muat Gula dari India ke Cilacap Positif COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kondisi 13 awak kapal asing yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Cilacap, Jawa Tengah, mulai membaik, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi.

Ia mengatakan, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin, 17 Mei 2021, aparatnya masih menunggu hasil pemeriksaan genome squencing oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta terhadap spesimen COVID-19 dari seluruh awak kapal yang terkonfirmasi positif.

Menurut dia, pemeriksaan itu untuk memastikan apakah virus corona yang menginfeksi mereka merupakan varian baru (B1617) yang merebak di India atau bukan mengingat kapal tersebut membawa muatan gula rafinasi dari India. "Infonya, [pemeriksaan laboratorium] di Jakarta juga antre sampai ribuan," katanya.

Disinggung mengenai penanganan terhadap jenazah salah satu awak kapal yang meninggal dunia, Pramesti mengatakan berdasarkan informasi dari agen, keluarga sudah mengizinkan awal kapal berinisial DRQ (50) itu untuk dikremasi.

Karena itu, kata dia, jenazah DRQ telah dikremasi di Krematorium Giri Laya, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, pada hari Sabtu (15/5). Setelah itu menjadi kewenangan Kedutaan Besar Filipina untuk mengirimkan abu jenazah DRQ ke negara asalnya.

Sebanyak 13 awak kapal berbendera asing yang hendak bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19, sedangkan 7 awak kapal lainnya negatif.

Kapal berbendera Panama yang diketahui bernama MV Hilma Bulker serta diawaki 20 warga negara Filipina itu membawa muatan berupa gula rafinasi dari India.

Saat tiba di Cilacap pada 25 April 2021, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II-A Cilacap memeriksa kekarantinaan kesehatan semua anak buah kapal itu dan mendapati mereka secara umum tampak sehat.

Namun, hasil pemeriksaan antigen menunjukkan 3 dari 20 awak kapal itu tertular COVID-19 sehingga mesti diperiksa lebih lanjut dengan metode reaksi rantai polimerase (PCR) di Rumah Sakit Pertamina Cilacap.

Hasil pemeriksaan PCR yang diterima pada 26 April 2021 menytakan bahwa 3 ABK itu positif tertular COVID-19.

Selanjutnya, petugas KKP Kelas II-A Cilacap pada 28 April 2021 mengambil sampel genom dari tiga ABK terkonfirmasi positif untuk dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI.

Pada 30 April hingga 4 Mei, awak kapal berbendera asing itu dievakuasi ke RSUD Cilacap dan pemeriksaan PCR dilakukan secara bertahap pada mereka.

Hasilnya menunjukkan 13 awak kapal positif terserang COVID-19 sehingga harus dirawat di RSUD Cilacap, salah seorang di antaranya butuh perhatian serius, yakni DRQ.

Sementara 7 awak kapal lainnya dinyatakan tidak terinfeksi virus corona dan menjalani isolasi mandiri di dalam kapal. Dalam perkembangannya, salah seorang dari 7 awak kapal yang menjalani isolasi mandiri itu dinyatakan positif COVID-19, sehingga total ada 14 orang yang terkonfirmasi positif.

Tetapi pada Selasa (11/5), DRQ meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Cilacap, sehingga awak kapal yang positif COVID-19 tersisa 13 orang. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel