13 Bahaya Dehidrasi saat Puasa, Mulai Perhatikan Aturan Minum yang Benar

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Bahaya dehidrasi saat puasa jangan dianggap remeh. Gangguan keseimbangan elektrolit, tekanan darah menurun, kejang otot, tubuh semakin lemas, batu ginjal, gagal ginjal, tubuh mengering, sampai kematian dapat mengintai.

Untuk menghindari bahaya dehidrasi saat puasa tersebut, aturan minum air putih saat puasa harus diperhatikan betul. Tubuh manusia terdiri dari 80 persen air, setidaknya dalam sehari 2 liter air putih harus dikonsumsi. Lantas bagaimana konsumsi tepat saat sedang menjalankan ibadah puasa?

Puasa membuat tubuh tidak mengonsumsi makanan dan minuman sama sekali selama 12 jam. Hal inipun membuat bahaya dehidrasi saat puasa berisiko terjadi. Cobalah atur konsumsi air putih saat puasa dengan metode 2-4-2. Dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas saat makan malam, dan 2 gelas saat sahur.

Jika perlu, tambahkan asupan cairan tubuh saat puasa dengan konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air. Berikut Liputan6.com ulas bahaya dehidrasi saat puasa dari berbagai sumber, Selasa (13/4/2021).

Bahaya Dehidrasi saat Puasa

Ilustrasi tekanan darah | Pera Detlic dari Pixabay
Ilustrasi tekanan darah | Pera Detlic dari Pixabay

Gangguan Keseimbangan Elektrolit

Tubuh manusia membutuhkan elektrolit sebagai penghantar sinyal listrik antarsel. Inilah yang membuat bahaya dehidrasi saat puasa sebagai gangguan keseimbangan elektrolit, berupa penurunan atau peningkatan jumlah elektrolit tertentu.

Padahal, keseimbangan elektrolit harus dijaga agar semua organ tubuh berfungsi baik. Jika tidak, sistem organ vital tubuh manusia bisa terkena dampaknya. Bahaya dehidrasi saat puasa seperti gangguan elektrolit ditandai dengan hilangnya cairan lewat keringat berlebih, diare, atau muntah.

Tekanan Darah Menurun

Tekanan darah disebut rendah jika berada di bawah angka 90/60 mmHg. Bahaya dehidrasi saat puasa ini muncul akibat penurunan volume darah di dalam tubuh. Volume darah merujuk kepada sejumlah cairan yang bersirkulasi di pembuluh darah.

Penting untuk memastikan volume darah berada di angka normal agar seluruh jaringan tubuh bisa menerima darah dalam jumlah cukup. Saat tubuh mengalami dehidrasi, penurunan volume darah juga terjadi.

Ketika bahaya dehidrasi saat puasa ini terjadi, maka organ-organ tubuh tidak dapat memperoleh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja dengan baik. Komplikasi dehidrasi ini bisa berujung mengakibatkan seseorang mengalami kondisi syok.

Kejang Otot

Bahaya dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan kejang otot. Kehilangan volume cairan yang parah dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang menjadi kejang otot. Hal ini karena elektrolit seperti natrium dan kalium membantu membawa sinyal listrik antar sel dalah tubuh.

Kontraksi otot yang tidak disengaja dan hilangnya kesadaran dapat terjadi jika sinyal-sinyal itu terganggu. Kejang otot jantung adalah hal terparah yang dapat terjadi akibat bahaya dehidrasi saat puasa. Jika hal ini terjadi, penderita dapat terkena aritmia yang mematikan.

Bahaya Dehidrasi saat Puasa

Ilustrasi mual | Andrea Piacquadio dari Pexels
Ilustrasi mual | Andrea Piacquadio dari Pexels

Badan Semakin Lemas

Bahaya dehidrasi saat puasa adalah membuat badan semakin lemas. Kekurangan cairan tubuh berimbas kepada penurunan volume darah. Otomatis, jantung akan bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke organ tubuh lainnya, termasuk otot.

Tak heran bahaya dehidrasi saat puasa, akan membuat badan terasa semakin lemas dan kurang berenergi. Pasalnya, tubuh berusaha keras untuk tetap berfungsi tanpa asupan cairan yang cukup. Jika dibiarkan, kelelahan yang dialami bisa berdampak fatal bagi tubuh.

Heat injury

Kurang minum saat melakukan aktivitas berat atau ketika cuaca sedang panas terik, bisa memicu heat injury. Bahaya dehidrasi saat puasa ini bisa beragam, mulai dari heat cramp ringan, heat exhaustion, sampai heat stroke yang mengancam jiwa.

Heat cramp merupakan bahaya dehidrasi saat puasa tahap pertama dari kegawatdaruratan panas (heat emergency). Heat cramp umum terjadi ketika seseorang aktif secara fisik di tengah cuaca panas. Nyeri otot dan sesak adalah dua gejala paling umum.

Heat exhaustion sebagai bahaya dehidrasi saat puasa, memiliki gejala yang sedikit lebih kompleks daripada heat cramp. Kondisi ini umum dialami atlet atau siapa saja yang beraktivitas di tengah musim panas ekstrem. Gejalanya pusing, detak jantung cepat, rasa haus luar biasa, keringat berlebihan, mual atau muntah, dan kulit pucat.

Sementara itu, heat stroke merupakan bahaya dehidrasi saat puasa tingkat paling parah dari heat injury. Selain gejala dari kondisi heat exhaustion muncul, ada beberapa tanda lain yang patut diwaspadai. Ada halusinasi, suhu tubuh melebihi 40 derajat Celcius, disorientasi, denyut nadi cepat atau terlalu lemah, kejang, sampai kehilangan kesadaran.

Bahaya Dehidrasi saat Puasa

Ilustrasi sendi. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi sendi. (Sumber: Pixabay)

Mengalami Syok

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan volume cairan dalam tubuh. Ketika tubuh tidak dapat melakukan kompensasi terhadap hal ini, maka tekanan darah ikut turun drastis. Penurunan ini mengganggu pasokan oksigen ke sel-sel tubuh sehingga kerja organ vital pun ikut terganggu.

Syok yang menjadi bahaya dehidrasi saat puasa bila tidak segera diatasi bisa menyebabkan kurangnya pasokan darah dan oksigen ke otak. Ketika otak kekurangan oksigen untuk bekerja, maka terjadi koma. Akibat lainnya, adalah kegagalan fungsi banyak organ vital dalam tubuh.

Uremia

Bahaya dehidrasi saat puasa adalah uremia. Air yang cukup dalam tubuh membantu ginjal menyaring limbah dengan mudah sambil mengencerkan urin. Air yang tidak mencukupi di dalam tubuh membuat ginjal sulit memisahkan jumlah limbah yang diperlukan dari urine, sehingga limbah yang seharusnya dikeluarkan terperangkap dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Komplikasi Sendi

Bahaya dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan komplikasi pada persendian. Dehidrasi menyebabkan tulang rawan di sendi bergesekan satu sama lain. Hal ini menyebabkan sendi menjadi lemah dan aus seiring waktu.

Namun, dengan suplai air yang cukup dan pembentukan sel-sel baru, tulang rawan dapat diperbaiki. Kekurangan air meningkatkan penundaan perbaikan pada sendi yang rusak ini dan seiring waktu tulang rawan bisa aus sepenuhnya.

Bahaya Dehidrasi saat Puasa

Ilustrasi Ginjal Manusia. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Ginjal Manusia. Credit: pexels.com/pixabay

Kesadaran Menurun

Bahaya dehidrasi saat puasa dapat membuat kesadaran menurun. Sirkulasi darah bisa terganggu saat tubuh mengalami dehidrasi hebat. Padahal, darah mengandung oksigen dan nutrisi yang berguna untuk menyokong kerja organ-organ vital tubuh.

Ketika volume darah berkurang, sirkulasi darah terhambat, kinerja organ tubuh pun dapat terganggu. Situasi dari bahaya dehidrasi saat puasa ini bisa membuat tubuh kehilangan kesadaran hingga pingsan.

Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan bahaya dehidrasi saat puasa cukup berbahaya. Ginjal adalah salah satu organ yang bertugas mengeluarkan zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh lewat urine. Jika tubuh kekurangan cairan, bahaya dehidrasi saat puasa akan membuat zat sisa tetap menumpuk dalam tubuh.

Bahaya dehidrasi saat puasa pun bisa meningkat hingga menimbulkan penyakit batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Apabila keadaan tersebut tidak segera ditangani, kondisi gagal ginjal dapat terjadi. Jadi, jangan pernah menyepelekan pentingnya memperhatikan asupan cairan tubuh saat sedang menjalankan ibadah puasa, ya.

Bahaya Dehidrasi saat Puasa

Ilustrasi Sembelit | Freepik.com
Ilustrasi Sembelit | Freepik.com

Sembelit

Bahaya dehidrasi saat puasa adalah sembelit. Ini merupakan bahaya ringan. Dehidrasi dapat menyebabkan kotoran atau feses menjadi keras dan kering, membuatnya bergerak terlalu lambat melalui saluran pencernaan. Tambahkan lebih banyak cairan dan serat ke dalam menu makan sahur dan buka puasa untuk membantu mempercepat proses pencernaan ini.

Batu Ginjal

Bahaya dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan penyakit batu ginjal. Dehidrasi yang berulang dapat menyebabkan batu ginjal. Hal itu karena, mineral dan garam yang membentuk batu tersebut terkandung dalam urin.

Ketika cairan dalam urine berkurang, batu lebih mungkin berkembang. Jika urine sering berwarna gelap, itu tandanya volume cairan terlalu rendah. Menghindari dehidrasi saat sedang menjalankan ibadah puasa, dapat mengurangi kemungkinan terbentuknya batu ginjal.

Kematian

Apabila bahaya dehidrasi saat puasa di atas tidak segera ditangani, dehidrasi berat yang berakibat kematian bisa terjadi. Saat kehilangan cairan sebanyak 10 persen atau lebih dari berat tubuh, dehidrasi yang terjadi sudah bisa dikatakan berat dan suhu tubuh mulai tidak terkontrol.

Tubuh akan mulai “mengering”, sirkulasi darah terhambat, dan kinerja organ vital tubuh menurun. Bahaya dehidrasi saat puasa yang tidak diimbangi penanganan tepat dapat memperbesar risiko kematian.