13 Buah Impor Dilarang Beredar di Sulsel

Laporan Wartawan Tribun Timur/ Rudhy

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR, TRIBUN -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulsel Irman Yasin Limpo dalam waktu akan berkoordinasi dengan pihak Balai Karantina dan PT Pelindo membahas tentang pelarangan 13 jenis buah impor beredar masuk di Sulawesi Selatan.

"Dalam waktu dekat kita segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Irman saat dikonfirmasi di kantor Gubernuran, Kamis (30/1/2013).

Menurutnya pelarangan 13 jenis buah impor yang bereda di Indonesia khususnya di Sulsel diatur dalam Permendag dan Permentan Nomor 60 tahun 2012 tentang pelarangan 13 jenis buah impor.

Diketahui, adapun 13 jenis buah impor yang dilarang beredar. Antara lain, seperti buah, lengkeng, anggur, kubis, wortel, cabai, nanas, nelon, pisang, pepaya, durian, bunga krisan, bunga anggrek dan bunga helitonia.

Pelarangan ini baru diujicobakan selama 3 bulan sampai 6 bulan kedepan.

Mantan Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel ini mengatakan, pelarangan tersebut untuk meningkatkan produksifitas buah lokal, daya sains dan memproteksi kualitas buah lokal.

"Inilah beberapa point sehingga 13 jenis buah tersebut dilarang beredar di pasaran," kata None sapaan akrab Irman.

Adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini, mengaku dengan adanya peraturan baru itu, pihak Disperindag Sulsel dalam waktu dekat akan memonitor langsung bahkan menggelar sidak di sejumlah pasar dan mini market untuk mengantisipasi peredaran buah impor di Sulsel. (Rud)

Baca   Juga  :

  • Pilwali Makassar
    Akbar Faisal Diusulkan Maju Calon Wali Kota Makassar 13 menit lalu
  • Dewan Anggap Perbaikan Jalan Bukit Cinta Mendesak 21 menit lalu
  • Gaji Dua Oknum PNS Pringsewu Bakal Distop 27 menit lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.