13 Bukti Keluarga Glazer Biang Kerok Sejati Runtuhnya Kejayaan MU, Pantas Fans Protes Melulu

Bola.com, Jakarta - Rezim keluarga Glazer di Manchester United (MU) segera berakhir. Mereka secara resmi menyatakan ingin menjual klub berjuluk Setan Merah itu.

Seperti dikutip dari Planet Football, seorang sumber mengatakan pada Selasa (22/11/2022), bankir investasi diinstruksikan oleh pemilik Manchester United untuk memberi nasihat tentang proses tersebut.  Manuver itu kemungkinan akan mencakup penjualan penuh atau sebagian, atau kemitraan strategis dengan pihak ketiga.

Keluarga asal Amerika Serikat itu mengambil alih MU pada 2005. Namun, protes dari fans terus terjadi dari waktu ke waktu. Mereka marah atas cara Glazer mengelola klub yang bermarkas di Old Trafford itu.

Banyak fans meyakini Glazer pelit berinvestasi untuk MU dan hanya memikirkan caranya meraup laba sebanyak mungkin. Akibatnya, kejayaan MU perlahan runtuh. MU belum pernah juara Liga Inggris lagi sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.

 

Kritikan Pedas untuk Glazer

Joel Glazer - Boss Besar Manchester United ini tak ketinggalan ambil bagian dari Liga Super Eropa. Meski banyak penolakan dari para legenda klub nampaknya tak mengurungkan niat Glazer ikut serta pada gelaran tersebut. (AFP/Andrew Yates)
Joel Glazer - Boss Besar Manchester United ini tak ketinggalan ambil bagian dari Liga Super Eropa. Meski banyak penolakan dari para legenda klub nampaknya tak mengurungkan niat Glazer ikut serta pada gelaran tersebut. (AFP/Andrew Yates)

Legenda MU, Gary Neville, terang-terangan mengatakan Glazer harus bertanggung jawab atas kemunduran MU.

"Ketika sebuah bisnis gagal dan tidak berjalan baik, maka pemilik bisnis itu yang harus disalahkan," kata Neville kepada Sky Sports setelah MU keok 0-4 dari Brentford, Agustus 2022.

“Ini sangat sederhana. Mereka gagal total. Mereka mengambil sekitar 24 juta pounds dari klub dua bulan lalu dan mereka sekarang memiliki stadion yang bobrok dan membusuk, yang, sejujurnya, kelas dua, padahal dulu menjadi yang terbaik di dunia 15 hingga 20 tahun yang lalu."

“Anda memiliki klub sepak bola yang tidak memiliki petunjuk. Mereka memiliki bankir yang bertanggung jawab atas klub sepak bola, bukan membuat keputusan sepak bola. Mereka belum menunjuk direktur olahraga," tegas Neville.

Berikut statistik yang membuktikan Glazer memang biang kerok kemuduran MU.

 

Statistik Bapuk MU di Era Glazer

<p>Manchester United - Ilustrasi Logo Manchester United (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Manchester United - Ilustrasi Logo Manchester United (Bola.com/Adreanus Titus)

1. Manchester United menjadi satu-satunya klub Premier League yang membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Mayoritas uang tersebut jatuh ke enam anggota keluarga Glazer yang memegang saham klub.

2. Sejak 2016, MU membayar 166 juta pounds kepada pemegang sahamnya, rata-rata 22 juta pounds per tahun.

3. Manchester United juga membayar bunga 743 juta pouds sejak Glazer membeli klub pada 2005. Uang pembelian klub itu sebagian berasal dari utang.

4. Tidak ada klub Liga Inggris yang membayar bunga pinjaman pada 2020/2021 yang lebih besar daripad yang dilakukan MU (21 juta pounds).

5. Terlepas dari semua pembiayaan kembali, utang kotor United sebesar 592 juta pounds hampir tidak berubah sejak kedatangan Glazers. Saat itu nominalnya 604 juta pounds pada 2006.

6. Hanya Tottenham, terima kasih kepada stadion baru mereka, yang punya utang lebih banyak daripada MU.

7. Pengeluaran infrastruktur United antara 2012 dan 2021 hanya berjumlah 136 juta pounds. Manchester City telah menghabiskan hampir tiga kali lipatnya (374 juta pounds) sementara stadion baru dan tempat latihan Tottenham telah membuat mereka menghabiskan sekitar 1,4 miliar pounds.

 

Statistik Bapuk MU di Era Glazer

8. Antara 2010 dan 2021, United membayar 517 juta pounds sebagai pembayaran bunga. Sebanyak 19 klub lainnya dari Liga Inggris musim 2020/2021 membayar total 536 juta pounds dalam pembayaran bunga selama periode waktu yang sama.

9. The Glazers mengeruk 154 juta pounds dari United antara 2012 dan 2021. Tidak ada pemilik klub Liga Inggris  yang mengambil lebih banyak uang daripada mereka dalam 10 tahun terakhir.

10. Saat Glazers mengambil uang dari United, pemilik City menggelomtorkan 684 juta pounds ke klub mereka selama periode yang sama. Pemilik Chelsea juga menginvestasikan 516 juta pounds, sementara pemilik Aston Villa mengucurkan 506 juta pounds.

11. Antara 2017 dan 2021, Chelsea menghasilkan uang dari penjualan pemain lebih dari lima kali lipat dibanding United. Wolves, Crystal Palace, Newcastle, West Ham, Tottenham, Southampton, Arsenal, Everton, Man City, Leicester City, dan Liverpool juga menghasilkan lebih banyak.

12. Keuntungan MU berkurang sebanyak 87 juta pounds sejak 2017, adapun Chelsea, Tottenham, Liverpool, dan City malah keuntungannya meningkat.

13. The Glazers telah menjual beberapa saham Kelas A di United selama bertahun-tahun, menghasilkan sekitar 465 juta pounds. Namun klub belum menerima hasil penjualan tersebut.

Sumber: Planet Football

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.

 

Intip Posisi MU