13 Cara Menabung Beli Rumah dengan Simulasinya

·Bacaan 11 menit
13 Cara Menabung Beli Rumah dengan Simulasinya
13 Cara Menabung Beli Rumah dengan Simulasinya

RumahCom – Kendati sudah ada pendanaan pembelian hunian yang memanfaatkan skema pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) yang disediakan oleh lembaga pembiayaan atau bank, Anda masih perlu menyiapkan uang muka setidaknya 30 persen sebagai persyaratannya. Tentunya dengan semakin besar uang muka yang Anda setorkan, maka semakin meringankan beban cicilan per bulan yang ditanggung. Mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika Anda ingin memiliki rumah. Lalu, bagaimana strategi membuat tabungan rumah untuk DP?

Melansir dari Otoritas Jasa Keuangan, langkah paling awal untuk mengumpulkannya adalah dengan menabung dari penghasilan. Namun, bukan berarti langkah ini mudah, karena banyak dari Anda yang belum bisa mengelola keuangannya dengan baik. Sebagai saran, cara paling efektif adalah dengan menetapkan jumlah tabungan yang akan Anda simpan setiap bulannya, minimal sebesar 30 persen dari penghasilan bulanan. Sebaiknya pula Anda memisahkan uang tersebut pada rekening khusus dan selalu utamakan menabung setiap kali gaji baru diterima. Jangan menunda menabung sampai akhir bulan tetapi saat gaji diterima, langsung disisihkan untuk uang muka.

Atau agar lebih memudahkan, Anda juga bisa memanfaatkan fitur reksa dana autoinvest yang secara otomatis memotong rekening dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan agar diinvestasikan di instrumen reksa dana yang dipilih. Dengan membuat prosesnya otomatis, Anda bisa menabung secara reguler dengan sendirinya.

Jika dibandingkan menabung di tabungan, secara umum reksa dana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik. Lalu, apalagi metode yang efektif agar tabungan rumah bisa terealisasi dengan baik?

  1. Bulatkan Niat Membeli Rumah

  2. Lakukan Perencanaan yang Matang

  3. Buka Rekening Tabungan Rencana di Bank

  4. Cari Penghasilan Tambahan

  5. Manfaatkan Instrumen Investasi

  6. Melunasi Hutang

  7. Menekan Pengeluaran

  8. Kurangi Kebiasaan Boros

  9. Kurangi Kebiasaan Belanja

  10. Menabung Pendapatan Tak Terduga

  11. Menabung Bersama

  12. Meminjam dari Keluarga

  13. Memilih Program KPR yang Tepat

  14. Simulasi Menabung DP Rumah Selama 12 Bulan

Panduan Hitung Biaya Bangun Rumah 2021
Panduan Hitung Biaya Bangun Rumah 2021

Tips Rumah Dan Apartemen

Panduan Hitung Biaya Bangun Rumah 2021

1. Bulatkan Niat Membeli Rumah

Tabungan rumah perlu komitmen dan konsistensi. Bukan hanya satu-dua bulan saja komitmen yang dibutuhkan untuk mengisi tabungan. Sumber: Pixabay - Geralt
Tabungan rumah perlu komitmen dan konsistensi. Bukan hanya satu-dua bulan saja komitmen yang dibutuhkan untuk mengisi tabungan. Sumber: Pixabay - Geralt

Tabungan rumah perlu komitmen dan konsistensi. Bukan hanya satu-dua bulan saja komitmen yang dibutuhkan untuk mengisi tabungan. Sumber: Pixabay - Geralt

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara paling dasar dan umum untuk bisa mengumpulkan DP rumah adalah dengan membuat tabungan rumah khusus. Namun, sayangnya, niat menabung ini juga seringkali dihadapkan pada godaan untuk menikmati gaya hidup dan melakukan jalan-jalan, terutama jika Anda masih berusia muda. Oleh karena itu, Anda harus menguatkan tekad untuk membeli rumah supaya target membeli rumah tercapai.

Sama seperti halnya lari marathon, menabung untuk membeli rumah memerlukan komitmen dan konsistensi. Bukan hanya satu-dua bulan saja komitmen yang dibutuhkan untuk mengisi tabungan, tapi bisa sampai dua, tiga bahkan lebih dari lima tahun ke depan.

Dengan membulatkan tekad akan membantu Anda untuk menekan uang yang dibelanjakan dan lebih cepat pundi-pundi tabungan semakin membesar. Apalagi saat sedang menabung untuk membeli rumah, tak sabar rasanya menunggu uang bertambah, karena setiap rupiahnya berarti selangkah menuju rumah impian. Jadi Anda harus konsisten dengan tujuan ini ya!

Apalagi, niat adalah langkah awal dan utama sebelum membeli rumah. Apabila Anda masih mencari referensi rumah sambil menabung, cek pilihan listing properti Cibubur status hak milik di sini.

2. Lakukan Perencanaan yang Matang

Untuk menyusun  perencanaan yang tepat, Anda tentu harus mengetahui harga rumah yang diinginkan. Sumber: Pixabay - Jamesoladujoye
Untuk menyusun perencanaan yang tepat, Anda tentu harus mengetahui harga rumah yang diinginkan. Sumber: Pixabay - Jamesoladujoye

Untuk menyusun perencanaan yang tepat, Anda tentu harus mengetahui harga rumah yang diinginkan. Sumber: Pixabay - Jamesoladujoye

Lakukan survei rumah yang Anda inginkan, mulai dari mendatangi developer rumah secara langsung, agen properti, maupun pihak perbankan yang memiliki program KPR. Biasanya, pihak-pihak tersebut memiliki harga tertentu untuk klaster dan tipe rumah yang mereka tawarkan.

Cara lainnya adalah melihat postingan properti dari internet di mana Anda bisa dengan mudah membandingkan harga rumah satu dengan lainnya. Sebagai cara alternatif, Anda bisa mendatangi pameran properti yang kerap digelar di mal dan exhibition. Akan tetapi, sebelum memutuskan beli, ketahui cara cermat beli rumah di pameran properti agar tak salah pilih.

Untuk menyusun perencanaan yang tepat, Anda tentu harus mengetahui harga rumah yang diinginkan. Yang jelas pastikan bahwa rumah tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jangan sampai Anda menginginkan rumah impian tapi tidak sesuai dengan kemampuan Anda.

Selain itu, penting diingat bahwa harga rumah selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan harga inilah yang harus Anda antisipasi, setidaknya buatlah estimasi kenaikan harga rumah untuk tiga tahun mendatang. Kenapa 3 tahun? Sebenarnya ini sekadar estimasi waktu yang dibutuhkan oleh rata-rata orang untuk mengumpulkan uang untuk DP rumah. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapat rumah impian akan bisa lebih cepat jika Anda bisa mengumpulkan uang DP (Down Payment) dalam waktu kurang dari 3 tahun.

3. Buka Rekening Tabungan Rencana di Bank

Tentukan jumlah dana yang akan secara otomatis ditarik dari saldo gaji ke rekening untuk tabungan rumah. Sumber: Pixabay - 089Photoshootings
Tentukan jumlah dana yang akan secara otomatis ditarik dari saldo gaji ke rekening untuk tabungan rumah. Sumber: Pixabay - 089Photoshootings

Tentukan jumlah dana yang akan secara otomatis ditarik dari saldo gaji ke rekening untuk tabungan rumah. Sumber: Pixabay - 089Photoshootings

Setelah melakukan perencanaan dan mengetahui harga rumah serta besaran DP yang Anda inginkan, selanjutnya Anda harus memperhitungkan besaran nominal yang harus Anda sisihkan setiap bulan. Misalnya, jika membutuhkan DP sebesar Rp30 juta untuk mengajukan KPR dengan estimasi waktu tiga bulan, maka setiap bulan Anda harus menabung sebesar Rp 840.000.

Mengutip saran Money Under 30, sebaiknya Anda membuka rekening baru khusus DP rumah. Dengan memisahkan rekening tabungan DP rumah dari rekening biasa, maka Anda bisa memantau perkembangan tabungan dengan lebih jelas tanpa bercampur pemasukan atau pengeluaran dari rekening biasa. Dengan cara demikian, risiko menggunakan uang tabungan untuk hal-hal di luar peruntukkan seharusnya menjadi lebih kecil. Tabungan untuk mewujudkan hunian impian pun menjadi lebih aman. Atau Anda bisa memanfaatkan program tarikan otomatis ini untuk menghindari dana terpakai di pos pengeluaran lain, dan memastikan dana pembelian rumah selalu bertambah setiap bulan.

4. Cari Penghasilan Tambahan

Anda bisa menyiasati cara ampuh mempercepat tabungan rumah dengan menambah  penghasilan lewat pekerjaan sampingan. Sumber: Pixabay - StartupStockPhotos
Anda bisa menyiasati cara ampuh mempercepat tabungan rumah dengan menambah penghasilan lewat pekerjaan sampingan. Sumber: Pixabay - StartupStockPhotos

Anda bisa menyiasati cara ampuh mempercepat tabungan rumah dengan menambah penghasilan lewat pekerjaan sampingan. Sumber: Pixabay - StartupStockPhotos

Seringkali banyak orang berpikir bahwa penghasilan sangat menentukan tercapainya impian punya rumah. Lantas, bagaimana cara punya rumah dengan gaji kecil seperti UMR? Jangan khawatir, tidak ada yang tidak mungkin. Orang dengan penghasilan Rp4 juta sebulan tetap bisa memiliki rumah dengan memanfaatkan program KPR subsidi. Solutif, bukan?

Meski begitu, jika ternyata uang yang terkumpul dari hasil menabung pendapatan bulanan tidak mencukupi untuk memenuhi DP rumah, Anda bisa menyiasatinya dengan menambah penghasilan lewat pekerjaan sampingan. Pekerjaan sampingan ini juga bisa memiliki keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan utama. Meski begitu, Anda harus pandai mengatur waktu agar pekerjaan sampingan ini tidak mengganggu pekerjaan utama, lebih bagus lagi jika keduanya berjalan beriringan.

Pekerjaan sampingan ini bisa berasal dari hobi atau dengan kemampuan yang Anda miliki saat ini. Misalnya usaha katering, fotografer, desainer grafis freelance, dan lain sebagainya. Sisihkanlah uang hasil pendapatan pekerjaan sampingan Anda untuk melunasi DP rumah.

5. Manfaatkan Instrumen Investasi

Uang tabungan rumah pasti akan selalu menyusut meski tidak digunakan. Sumber: Pixabay - Nattanan
Uang tabungan rumah pasti akan selalu menyusut meski tidak digunakan. Sumber: Pixabay - Nattanan

Uang tabungan rumah pasti akan selalu menyusut meski tidak digunakan. Sumber: Pixabay - Nattanan

Selain menabung dengan cara konvensional, Forbes menyebut Anda juga bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi untuk memberikan keuntungan tambahan. Misalnya saja, investasi emas atau reksadana. Pasalnya Anda juga perlu mengingat bahwa uang tabungan pasti akan selalu menyusut meski tidak digunakan. Penyusutan ini karena adanya inflasi dan biaya admin yang dibebankan oleh pihak bank. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempertimbangkan jenis investasi lainnya.

Sebenarnya ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih. Kalau waktu yang Anda miliki hanya 3 tahun, sebaiknya pilih instrumen investasi jangka pendek atau menengah seperti reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

6. Melunasi Hutang

Pastikan Anda telah melunasi semua hutang sebelum memulai tabungan rumah. Sumber: Pexels - RODNAE Productions
Pastikan Anda telah melunasi semua hutang sebelum memulai tabungan rumah. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Pastikan Anda telah melunasi semua hutang sebelum memulai tabungan rumah. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Saat Anda sudah bertekad menabung, jangan sampai membebani keuangan Anda dengan menghindari hutang lain. Hutang di tempat lain hanya akan membuat tanggungan Anda bertambah dan menjadi tidak fokus menabung untuk satu tujuan. Pastikan Anda telah melunasi semua hutang sebelum mulai untuk menabung rumah. Banyaknya hutang akan menghambat target tabungan tercapai, yang berarti keinginan untuk segera mendapat rumah impian juga harus tertunda.

7. Menekan Pengeluaran

Jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan Anda, apalagi hal tersebut tidak bersifat wajib. Sumber: Pexels - Karolina Grabowska
Jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan Anda, apalagi hal tersebut tidak bersifat wajib. Sumber: Pexels - Karolina Grabowska

Jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan Anda, apalagi hal tersebut tidak bersifat wajib. Sumber: Pexels - Karolina Grabowska

Anda harus menekan pengeluaran dan mengelola keuangan dengan seimbang. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Misalnya untuk uang makan, Anda bisa mengurangi makan di restoran atau kafe dan memulai untuk memasak sendiri. Jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan Anda, apalagi hal tersebut tidak bersifat wajib.

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk membeli barang bekas pakai/second yang menawarkan harga terjangkau. Selain itu, biaya transportasi juga menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar. Catat pengeluaran dan evaluasi secara berkala agar mencapai target yang telah kalian tentukan.

8. Kurangi Kebiasaan Boros

Kurangi mengeluarkan uang untuk hal tidak penting seperti nongkrong terlalu sering. Sumber: Pexels - Free-Photos
Kurangi mengeluarkan uang untuk hal tidak penting seperti nongkrong terlalu sering. Sumber: Pexels - Free-Photos

Kurangi mengeluarkan uang untuk hal tidak penting seperti nongkrong terlalu sering. Sumber: Pexels - Free-Photos

Berikutnya, tinggalkan pola hidup dan kebiasaan boros yang selama ini Anda lakukan. Misalnya saja mengeluarkan uang keperluan tidak penting seperti nongkrong terlalu sering, membeli barang bermerek hanya demi gengsi dan lainnya. Jika memang ingin hidup hemat, maka mulailah dari sekarang dan disiplin menerapkannya. Jangan lupa untuk selalu mencatat pengeluaran Anda secara berkala. Lakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.

Catatlah transaksi keuangan Anda sampai hal yang terkecil sekalipun. Misalnya biaya parkir yang nominalnya tidak besar, yakni Rp2.000–Rp5.000 saja. Namun, jika ditumpuk sampai seminggu, sebulan, bahkan setahun, tentu biaya parkir bisa membengkak dan menjadi sumber pengeluaran yang besar.

9. Kurangi Kebiasaan Belanja

Mungkin akan lebih baik jika Anda telah mematok besaran dana belanja, dengan begitu uang yang dikeluarkan untuk belanja tidak berlebihan. Sumber: Pixabay -Gonghuimin468
Mungkin akan lebih baik jika Anda telah mematok besaran dana belanja, dengan begitu uang yang dikeluarkan untuk belanja tidak berlebihan. Sumber: Pixabay -Gonghuimin468

Mungkin akan lebih baik jika Anda telah mematok besaran dana belanja, dengan begitu uang yang dikeluarkan untuk belanja tidak berlebihan. Sumber: Pixabay -Gonghuimin468

Belanja menjadi salah satu kegiatan yang bisa dibilang paling banyak menyita uang. Mengapa begitu? jika dihitung-hitung, sebagian besar pendapatan Anda mengarah pada kegiatan tersebut. Maka dari itu, agar bisa mencapai target tabungan, pastikan Anda telah berbelanja dengan bijak.

Tanamkan pada diri sendiri untuk membeli hal-hal yang penting. Mungkin akan lebih baik jika Anda telah mematok besaran dana belanja, dengan begitu uang yang dikeluarkan untuk belanja tidak berlebihan.

Tip Rumah

Anda bisa menyiapkan satu tabungan khusus untuk DP rumah yang setiap kali bulan gajian gajian, atau mendapat bonus, dapat langsung disetor ke dalam tabungan ini. Misalnya 20% atau seluruhnya jika itu adalah bonus.Setor di awal gajian adalah hal penting untuk dilaksanakan supaya tabungan rumah tidak akan habis karena jajan.

10. Menabung Pendapatan Tak Terduga

Kumpulan pendapatan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tambahan DP rumah. Sumber: Pexels - Maitree Rimthong
Kumpulan pendapatan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tambahan DP rumah. Sumber: Pexels - Maitree Rimthong

Kumpulan pendapatan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tambahan DP rumah. Sumber: Pexels - Maitree Rimthong

Pendapatan tak terduga di luar pendapatan rutin (misalnya bonus pekerjaan, insentif, atau potongan pembayaran tertentu) sebaiknya disisihkan dan disimpan secara terpisah. Anda bisa menyimpannya dalam rekening khusus agar tak mudah terpakai. Tentu saja kumpulan pendapatan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tambahan DP rumah. Jangan tergoda menggunakannya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

11. Menabung Bersama

Jika Anda telah berkeluarga, coba libatkan anggota lain untuk mencapai impian membeli rumah bersama ini. Sumber: Pexels - Kampus Production
Jika Anda telah berkeluarga, coba libatkan anggota lain untuk mencapai impian membeli rumah bersama ini. Sumber: Pexels - Kampus Production

Jika Anda telah berkeluarga, coba libatkan anggota lain untuk mencapai impian membeli rumah bersama ini. Sumber: Pexels - Kampus Production

Anda bisa mencoba untuk melibatkan anggota lain untuk membeli rumah bersama ini. Bagaimanapun juga rumah ini kelak akan ditempati bersama. Di sisi lain mereka akan senang karena merasa diikutsertakan dalam tujuan penting. Jika belum menikah dan telah merencanakan masa depan dengan pasangan, mungkin hal ini bisa didiskusikan dengan baik. Anda dan pasangan bisa menerapkan cara menabung untuk beli rumah impian bersama

12. Meminjam dari Keluarga

Meminjam uang dari anggota keluarga atau sahabat dengan bunga 0% juga dapat menjadi solusi. Sumber: Pexels - Kindel Media
Meminjam uang dari anggota keluarga atau sahabat dengan bunga 0% juga dapat menjadi solusi. Sumber: Pexels - Kindel Media

Meminjam uang dari anggota keluarga atau sahabat dengan bunga 0% juga dapat menjadi solusi. Sumber: Pexels - Kindel Media

Meminjam uang dari anggota keluarga atau sahabat dengan bunga 0% juga dapat menjadi solusi DP rumah, karena pinjaman tersebut tak akan membebani kondisi finansial Anda. Jangan lupa menghitung kemampuan membayar pinjaman terlebih dahulu. Maka Anda pun bisa menetapkan jangka waktu angsuran atau pengembalian uang dengan tepat. Anggota keluarga atau sahabat pun tak akan keberatan memberikan pinjaman kepada Anda.

13. Memilih program KPR yang Tepat

Menargetkan rumah subsidi akan membuat Anda mendapatkan rumah lebih cepat. Sumber: Pexels - RODNAE Productions
Menargetkan rumah subsidi akan membuat Anda mendapatkan rumah lebih cepat. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Menargetkan rumah subsidi akan membuat Anda mendapatkan rumah lebih cepat. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Pertimbangkan juga untuk membeli rumah dengan subsidi. Cara menabung untuk beli rumah dengan gaji kecil akan cepat tercapai dengan target rumah subsidi. Meskipun harga rumah lebih terjangkau, namun Anda bisa memilih rumah dengan kualitas dan lokasi yang bagus.

Harga rata-rata rumah subsidi berkisar antara Rp120 hingga Rp200 juta rupiah. Menargetkan rumah subsidi akan membuat Anda mendapatkan rumah lebih cepat. Seiring berjalannya, Anda juga bisa melakukan renovasi atau menambahkan dekorasi untuk mempercantik rumah tersebut.

14. Simulasi Menabung DP Rumah Selama 12 Bulan

 DP untuk KPR/KPA adalah 30 persen dari total harga rumah Sumber: Pexels - RODNAE Productions
DP untuk KPR/KPA adalah 30 persen dari total harga rumah Sumber: Pexels - RODNAE Productions

DP untuk KPR/KPA adalah 30 persen dari total harga rumah Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Kini saatnya Anda menargetkan waktu untuk mengumpulkan tabungan rumah dengan simulasi menabung DP rumah dalam satu tahun. Dimulai dari mencoba menghitung dana yang diperlukan untuk bisa memiliki hunian melalui skema cicilan KPR/KPA. Sebagai contoh, Anda ingin membeli rumah dengan harga Rp350 juta di daerah Tangerang. Pada umumnya, DP untuk KPR/KPA adalah 30 persen dari total harga rumah. Jadi besaran dana yang diperlukan adalah sekitar Rp105 juta.

DP tersebut Anda perkirakan terkumpul selama tiga tahun. Maka setiap tahunnya Anda harus bisa menabung setidaknya Rp35 juta. Dengan pendapatan Rp6 juta per bulannya, Anda setidaknya harus menyisihkan setengah dari pendapatan Anda untuk ditabung atau sebesar Rp3 juta per bulan sebagai uang muka.

Per bulan

Selama setahun x12

Selam 3 tahun x12

Penghasilan

Rp6 juta

Rp72 juta

Rp216 juta

Menabung (50 persen)

Rp3 juta

Rp36 juta

Rp108 juta

Namun, Anda juga bisa berkalkulasi dengan DP yang lebih kecil sebesar 20 persen dari harga jual rumah sebesar Rp 350 juta, yakni sebesar Rp70 juta. Dengan penghasilan dan jangka waktu yang sama, Anda setidaknya bisa menyisihkan 35 persen dari tabungan untuk DP.

Dp 20 persen

Per bulan

Selama setahun x12

Selam 3 tahun x12

Penghasilan

Rp6 juta

Rp72 juta

Rp216 juta

Menabung (35 persen)

Rp2,1 juta

Rp25,2 juta

Rp75,6 juta

KPR Anda ditolak oleh Bank? Tidak perlu bingung! Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui penyebab utamanya!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel