13 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Positif Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Enam kloter jemaah haji telah tiba di Debarkasi Sukolilo Surabaya. Di antara jemaah yang kembali, terdapat 13 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Abdul Haris mengatakan jemaah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Ke-13 jemaah itu tergabung dalam kloter 1 hingga 4.

"Ya itu sesuai dari hasil tes PCR. Untuk kloter 5-6, kami masih menunggu hasil dari tim kesehatan," terangnya, Rabu (20/7).

Diantar ke Daerah Asal dengan Kendaraan Khusus

Ia menambahkan, salah satu yang menjadi fokus pemeriksaan tim kesehatan dan PPIH Debarkasi adalah suhu tubuh jemaah. Khususnya, suhu tubuh jemaah haji yang lebih dari 37.5 derajat celsius. "Jika ada yang lebih, langsung di tes PCR," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berdasarkan hasil tes PCR, pada kloter 1 dan 2 terdapat 7 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Pada kloter 3 dan 4 ditemukan 6 orang yang juga terjangkit. Mereka rata-rata dalam kondisi tanpa gejala yang berarti alias OTG.

Haris mengatakan, jemaah yang terkonfirmasi positif langsung dievakuasi menggunakan kendaraan khusus menuju daerah asal. Selanjutnya, para jemaah yang positif akan menjalani isolasi terpusat maupun mandiri yang di bawah pantauan dinas kesehatan kota/ kabupaten.

Jemaah Lakukan Isolasi Mandiri

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Budi Santoso mengatakan, ada tata laksana tersendiri pada penanganan jemaah haji yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jemaah yang positif dapat kembali ke daerah dengan pengantaran khusus oleh pemprov. Sesuai perintah Bu Gubernur harus diantar oleh pemprov. Dan kita siapkan kendaraannya,” tegasnya.

Ia mengatakan, pengantaran khusus ini sengaja tidak menggunakan ambulans, untuk menjaga kondisi psikologis masyarakat sekitar.

"Biar tidak kaget orang -orang. Makanya pengantaran khusus ini kita memakai mobil biasa, bukan ambulans," tuturnya.

Lebih lanjut ia juga menerangkan bahwa pengantaran ini dilakukan untuk memastikan jemaah tiba dan dapat melakukan isoman atau isoter di bawah pengawasan Dinas Kesehatan, serta TNI dan Polri setempat. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel