13 Negara Bantu Indonesia Kejar Terus Wajib Pajak WNI di Luar Negeri

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Denpasar - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan berusaha terus mengejar wajib pajak yang mempunyai utang hingga ke luar negeri, terutama terkait perpajakan.

Dalam upaya ini, Indonesia menggandeng 13 negara. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal menjelaskan, dalam upaya penagihan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan 13 negara yang siap membantu menagih pajak dari orang Indonesia yang tinggal di luar negeri.

"Jadi wajib pajak yang memiliki piutang pajak yang sudah inkrah keputusan hukum dan dia tinggal di luar negeri, maka kita kerjasama dengan negara tempat ia tinggal tersebut untuk membantu menagih," Kata Yon Arsam dalam acara diskusi DJP, di Denpasar, Bali, Rabu (3/11/2021).

Yon pun mencontohkan, ketika ada wajib pajak WNI yang memiliki piutang ke Indonesia namun kini tinggal di Amerika (AS). Lewat kerjasama ini, DJP bisa meminta bantuan otoritas pajak AS untuk menagih utang pajak tersebut.

Begitupun sebaliknya, bagi 13 negara yang memiliki wajib pajak yang tinggal di Indonesia, DJP akan siap membantu untuk menagih pajak WNA tersebut.

Menurutnya, hal itu diperlukan kerjasama yang solid agar penagihan bisa dijalankan dengan baik. "Nah selama ini tidak bisa dieksekusi karena, aturan di kita tidak memungkinkan untuk melaksanakan itu,” imbuh dia.

Daftar 13 Negara

Ilustrasi Foto Pajak (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Pajak (iStockphoto)

Adapun 13 negara yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk saling membantu menagih pajak secara global, diantaranya:

1. Aljazair

2. Amerika Serikat

3. Armenia

4. Belanda

5. Belgia

6. Filipina

7. India

8. Laos

9. Mesir

10. Suriname

11. Yordania

12. Venezuela

13. Vietnam

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel