13 orang haji gelombang kepulangan awal mengidap COVID-19

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril melaporkan sebanyak 13 orang jamaah haji yang tiba di Indonesia dari Arab Saudi terkonfirmasi mengidap COVID-19.

"Saat ini hanya ada 13 orang jamaah haji (terkonfirmasi positif COVID-19). Ada di Surabaya dan lainnya," kata Mohammad Syahril yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa sore.

Syahril mengatakan angka tersebut didapat dari jamaah haji yang tergabung dalam kloter awal pemberangkatan pulang ke Tanah Air sejak 16 Juli 2022.

Kementerian Agama melaporkan sebanyak 11.588 orang jamaah haji reguler telah tiba di Indonesia pada hari keempat fase kepulangan gelombang pertama. Sebanyak 1.759 orang di antaranya jamaah haji reguler.

Baca juga: Jumlah bus shalawat berkurang tidak ganggu layanan ke jamaah haji

Baca juga: Dekat dengan Masjid Nabawi, jamaah bisa jalan kaki dari hotel

Kepulangan jamaah haji gelombang pertama berlangsung hingga 29 Juli 2022. Pada hari ini, ada tujuh kloter yang akan pulang menuju lima debarkasi, yakni tiga kloter menuju debarkasi Jakarta-Pondok Gede 1.195 orang dan masing-masing satu kloter menuju Debarkasi Jakarta-Bekasi 409 orang, Solo 360 orang, Padang 393 orang, serta Surabaya 448 orang.

Menurut Syahril, jamaah haji yang terkonfirmasi positif COVID-19 menjalani isolasi mandiri dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan umumnya pasien lain.

Berdasarkan protokol kesehatan yang berlaku saat ini, kata Syahril, tidak seluruh jamaah haji wajib menjalani pemeriksaan tes Antigen maupun RT-PCR saat tiba di debarkasi, kecuali mereka yang bergejala.

"Soalnya sudah mendapat vaksin booster (dosis penguat)," katanya.

Sementara bagi jamaah haji yang datang dalam keadaan sehat, kata Syahril, diperkenankan untuk langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing, tapi wajib memantau kondisi kesehatan selama 21 hari ke depan.

Baca juga: Keluarga diminta ikut ingatkan yang sedang berhaji untuk tak bepergian

Baca juga: 11.588 orang jamaah haji telah tiba di Indonesia pada fase kepulangan

Kemenkes telah membagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) kepada setiap jamaah haji yang tiba di debarkasi berisi riwayat skrining kesehatan selama di Arab Saudi.

K3JH berguna untuk memantau kondisi kesehatan jamaah mengingat masa inkubasi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 berkisar dua pekan usai kontak erat dengan pasien.

Menurut Syahril sebanyak 13 orang jamaah haji yang terkonfirmasi positif COVID-19, dilaporkan dari enam debarkasi di Indonesia. "Angka kasus ini tidak terlalu signifikan, angkanya biasa," katanya.

Baca juga: Jamaah haji Embarkasi Batam dirawat di KKHI Mekkah bertambah 12 orang

Baca juga: Jamaah haji didenda Rp800 ribu jika merokok di area Masjid Nabawi

Baca juga: Menkes : Haji tertular COVID-19 pengaruhi prediksi puncak akhir Juli

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel