13 Penambang Emas Tradisional Nyaris Tertimbun

Laporan wartawan Serambi Indonesia / Taufik Zass

* Pintu Lubang Galian Tertutup

TRIBUNNEWS.COM   TAPAKTUAN - Sebanyak 13 penambang emas tradisional di kawasan gunung Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (23/12/2012) malam sekira pukul 22.30 WIB dilaporkan nyaris tertimbung, akibat mulut lubang terowongan galian batu emas yang digali mereka tertutupi longsor. Beruntung ke 13 penambang emas tradisional itu berhasil menyelamatkan dengan cara keluar melalui terowongan pintu lubang penambang emas lainnya.

Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Saripuddin SIP yang dikonfirmasi Serambinews.com, Minggu (23/12/2012) malam membenarkan adanya kejadian itu, menurut informasi yang diperolehnya ke 13 penambang emas yang nyaris tertimbun itu berhasil menyelamatkan diri melalui lubang terowongan penambang yang lain, sehingga ke 13 penambang tradisional tersebut semuanya dilaporkan selamat.

"Sudah kami cek, memang benar pada jam 22.30 WIB dikabarkan ada satu lubang galian batu emas milik Jul cs longsor, diperkirakan ada 13 pekerja yang teperangkap di dalam, namun setelah dicek longsor hanya menutupi  pintu lubang bagian atas, tidak langsung ambruk ke bawah, selanjunya pekerja yang di dalam bisa keluar melalui terowongan lewat pintu lubang orang lain. Maka ke semua pekerja selamat" demikian laporan Dandim 0107/Aceh Selatan.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK, yang dikonfirmasi Serambinew.com melalui Kapolsek Sawang, AKP Samsul Anwar juga membenarkan adanya kejadian itu,"Benar ada longsor ditambang emas tradisional tepatnya di Desa Panton Luas, tapi tidak ada korban jiwa maupun luka," jelas AKP Samsul Anwar singkat sembari menjelaskan dirinya saat itu sedang berada di Banda Aceh mengantar anak diopname di RS Harapan Bunda Banda Aceh.

Pantauan Serambinews.com, cuaca di sebagian kecamatan dalam kabupaten Aceh Selatan pada Minggu (23/12/2012) malam terlihat mendung, bahkan di beberapa kecamatan terlihat dihiasi hujan dengan intentitas rendah. Kemungkinan besar, longsor yang terjadi di kawasan tambang emas tradisional itu dipicu oleh curahan hujan yang menyebabkan tanah bekas galian itu terburai dan menutupi lubang galian yang di dalamnya sudah ada penambang.(tz)

Baca   Juga   :

  • Yoda Idol Ikut Meriahkan Kebumen Expo 2012 7 menit lalu
  • Santa Claus Bagi Bingkisan di Malioboro Mall 14 menit lalu
  • Tahun 2013 BRI Wilayah Makassar Ditargetkan Tumbuh 30 % 24
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.