13 Penyebab Mata Merah yang Umum dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab mata merah kerap kali menimbulkan rasa tidak nyaman. Ada banyak faktor penyebab mata merah. Umumnya, penyebab mata merah tidak serius.

Penyebab mata merah biasanya dipicu oleh iritasi pembuluh darah di mata uang meradang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Penyebab mata merah juga bisa menandakan adanya kondisi serius jika berlangsung lama dan disertai gejala lain.

Meski bukan masalah serius, penyebab mata merah tetap harus diatasi. Jika mata terasa nyeri yang tajam, sakit, atau berdenyut, sakit yang parah ketika merespons cahaya, penting mendapatkan bantuan medis segera. Berikut penyebab mata merah yang umum dan cara mengatasinya yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (3/7/2021).

Penyebab mata merah yang umum

Mata Merah (Sumber: iStockphoto)
Mata Merah (Sumber: iStockphoto)

Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah infeksi yang meliputi pembengkakan dan iritasi pada selaput transparan tipis yang melapisi kelopak mata. Infeksi konjungtiva mengiritasi pembuluh darah menyebabkan pembengkakan dan kemerahan. Konjungtivitis dapat diatasi dengan menyeka kelopak mata yang tertutup dengan air atau kompres.

Alergi

Penyebab mata merah yang pertama adalah alergi. Masuknya iritan ke mata bisa menyebabkan mata merah. Mata merah yang terkait dengan rasa terbakar dan gatal sering kali disebabkan oleh alergi. Pemicu alergi bisa termasuk serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu, dan jamur.

Alergi dapat membaik dengan obat-obatan. Beberapa tablet antihistamin dan obat tetes mata yang dijual bebas bisa mengatasi mata merah terkait alergi ini.

Polusi udara

Kualitas udara yang buruk yang mengandung gas berbahaya seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida bisa menjadi penyebab mata merah. Gatal, iritasi, ketidaknyamanan kronis, dan gejala sindrom mata kering adalah efek dari asap dan partikel beracun yang mengenai permukaan luar mata.

Paparan sinar matahari berlebihan

Mata juga bisa terbakar sinar matahari dengan cara yang sama seperti kulit. Mata yang terbakar matahari parah disebabkan oleh paparan sinar UV (ultraviolet) yang berlebihan. Kondisi ini dikenal sebagai fotokeratitis. Salah satu gejala fotokeratitis adalah mata merah, nyeri, berpasir, sakit kepala, mata berair, bengkak, dan penglihatan kabur.

Penyebab mata merah yang umum

Ilustrasi Mata. (unsplash.com/amandadalbjorn)
Ilustrasi Mata. (unsplash.com/amandadalbjorn)

Benda asing di mata

Banyak benda asing yang masuk ke konjungtiva mata akibat kecelakaan yang terjadi selama beraktivitas sehari-hari. Benda asing kecil termasuk debu, pasir, atau bulu mata dapat menyebabkan mata merah.

Pemakaian lensa kontak terlalu lama

Menggunakan lensa kontak hingga lebih dari 8 jam bisa menyebabkan mata kering dan merah. Penggunaan lensa kontak yang salah atau terbalik juga bisa menyebabkan kemerahan dan iritasi pada mata.

Kurang tidur

Kurang tidur cenderung meningkatkan retensi darah dan cairan di sekitar mata, membuatnya tampak bengkak dan merah. Kurang tidur juga bisa menyebabkan mata kering.

Rusaknya pembuluh darah

Rusaknya pembuluh darah terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah di bawah permukaan mata. Darah terperangkap dan membuat bagian putih mata menjadi merah. Hal ini dapat disebabkan oleh bersin yang kuat, angkat berat, muntah keras, atau menggosok mata terlalu keras.

Penyebab mata merah yang umum

Ilustrasi Mata Credit: pexels.com/skitterphoto
Ilustrasi Mata Credit: pexels.com/skitterphoto

Bintitan

Bintitan atau hordeolum adalah peradangan pada kelopak mata yang membentuk nanah kecil. Dalam kebanyakan kasus, infeksi disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Bintitan bisa menimbulkan gejala benjolan di kelopak mata, mata merah, dan bengkak.

Chalazion

Chalazion adalah benjolan atau kista kecil yang tumbuh lambat yang berkembang di dalam kelopak mata. Chalazion disebabkan oleh kelenjar minyak yang tersumbat. Chalazion dapat muncul di kelopak mata atas atau bawah, tetapi lebih sering terjadi pada kelopak mata atas. Chalazion yang membesar akan menyebabkan mata terasa mengganjal dan merah.

Mata kering

Mata merah terjadi ketika tidak ada cukup air mata untuk membasahi mata. Gejala sindrom mata kering meliputi mata terasa panas atau terbakar, rasa sakit dan kemerahan di mata, air mata yang berlebihan, penglihatan kabur, dan kelelahan mata.

Penyebab mata merah yang umum

ilustrasi mata (sumber: Pixabay)
ilustrasi mata (sumber: Pixabay)

Computer Vision Syndrome

Computer Vision Syndrome merupakan masalah mata yang dihasilkan dari penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan penggunaan ponsel yang berkepanjangan. Kegiatan ini membuat penglihatan kabur, mata kering, ketegangan mata, dan sakit mata merah.

Blepharitis

Blepharitis menyebabkan peradangan pada kelopak mata dan bulu mata. Blepharitis disebabkan oleh kebersihan kelopak mata yang buruk. Gejala blepharitis meliputi sensasi berpasir atau terbakar di mata, robekan berlebihan, gatal, mata merah dan bengkak, mata kering, atau pengerasan pada kelopak mata.

Penyebab mata merah yang serius

Ilustrasi Mata Sehat Credit: pexels.com/Pogo
Ilustrasi Mata Sehat Credit: pexels.com/Pogo

Glaukoma

Penyebab mata merah yang cukup serius adalah glaukoma. Glaukoma sudut tertutup akut terjadi ketika tekanan cairan di dalam mata naik dengan cepat. Jenis glaukoma yang serius ini biasanya menyebabkan mata memerah secara tiba-tiba, sakit mata yang parah, dan penglihatan.

Ulkus kornea

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Mereka sering muncul setelah cedera mata, trauma, atau jenis kerusakan lainnya. Gejala kondisi ini dapat termasuk mata merah, rasa sakit mata, sensitivitas terhadap cahaya, pengelihatan berkurang, dan bercak putih pada kornea.

Abrasi kornea

Abrasi kornea adalah goresan dangkal pada kornea. Kornea dapat tergores jika terkena debu, kotoran, pasir, serutan kayu, partikel logam, lensa kontak, atau bahkan tepi selembar kertas. Jika tidak diobati, penyakit ini bisa terinfeksi dan menyebabkan ulkus kornea.

Cara mengatasi mata merah ringan

Ilustrasi Mata Credit: unsplash.com/Amanda
Ilustrasi Mata Credit: unsplash.com/Amanda

Penyebab mata merah yang disebabkan oleh konjungtivis, mata kering, sindrom komputer, dan masalah umum lainnya bisa diatasi dengan cara sederhana. Jika cara ini masih tidak membuat mata membaik, pergi ke dokter dalah cara terbaik mengatasi penyebab mata merah ini. Berikut cara sederhana mengatasi mata merah:

Kompres hangat

Rendam handuk dalam air hangat dan peras. Area di sekitar mata sensitif, jadi jaga suhu pada tingkat yang wajar. Letakkan handuk di mata selama sekitar 10 menit. Panas dapat meningkatkan aliran darah ke area tersebut. Hal ini juga dapat meningkatkan produksi minyak pada kelopak mata. Ini memungkinkan mata untuk menciptakan lebih banyak pelumasan.

Kompres dingin

Jika kompres hangat tidak berhasil, coba untuk mengompres mata dengan kompres dingin. Handuk yang direndam dalam air dingin dan diperas juga dapat meredakan gejala mata merah dalam jangka pendek. Ini dapat meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa gatal akibat iritasi. Pastikan untuk menghindari suhu ekstrem di area sekitar mata.

Air mata buatan

Air mata buatan atau tetes mata bisa membantu mengatasi mata merah. Air mata melumasi mata dan membantu menjaganya tetap bersih. Kekeringan jangka pendek atau jangka panjang mungkin memerlukan air mata buatan yang dijual bebas untuk menjaga mata tetap sehat.

Cara mengatasi mata merah ringan

Ilustrasi Mata Credit: freepik.com
Ilustrasi Mata Credit: freepik.com

Perhatikan lensa kontak

Jika mengalami mata merah kronis dan memakai lensa kontak, masalahnya mungkin melibatkan kacamata. Bahan yang ditemukan di dalam lensa tertentu dapat meningkatkan kemungkinan infeksi atau iritasi. Jik baru saja mengganti lensa — atau jika memiliki jenis lensa yang sama untuk sementara waktu — dan mengalami kemerahan, bicarakan dengan dokter mata.

Solusi kontak yang digunakan juga dapat memengaruhi mata. Bahan larutan tertentu tidak kompatibel dengan bahan lensa tertentu. Pastikan menggunakan solusi kontak terbaik untuk lensa. Pastikan juga melepas lensa kontak setelah 8 jam dan saat tidur.

Perhatikan pola makan

Tetap terhidrasi juga dapat mencegah mata merah. Umumnya, seseorang membutuhkan sekitar 8 gelas air sehari untuk menjaga keseimbangan cairan yang tepat. Makanan olahan, produk susu, dan makanan cepat saji semuanya dapat menyebabkan peradangan jika dimakan secara berlebihan. Batasi jumlah makanan ini setiap hari.

Aturan 20-20-20

Terlalu lama menatap layar komputer bisa menyebabkan mata kering dan merah. Menggunakan aturan 20-20-20 dapat membantu mencegah masalah ini. Aturan mengatakan bahwa untuk setiap 20 menit yang dihabiskan untuk melihat layar, seseorang harus melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki selama 20 detik. Atur alarm setiap 20 menit saat bekerja, sebagai pengingat untuk istirahat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel