13 Penyebab Rambut Rontok Parah dan Cara Mengatasinya yang Wajib Diketahui

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab rambut rontok parah dapat terjadi karena beberapa faktor. Rambut rontok berlebihan sebanyak lebih dari 100 helai per hari secara medis disebut sebagai telogen effluvium. Kerontokan ini terjadi secara menyeluruh pada bagian kepala sehingga tidak menyebabkan kebotakan pada satu area saja atau pitak.

Perlu diketahui, kerontokan rambut merupakan proses alami seseorang, baik anak kecil maupun dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan rambut manusia memiliki siklus tersendiri dan melewati beberapa fase alamiah.

Namun, jika rambut rontok berlebihan, apalagi disertai dengan pertumbuhan rambut yang terganggu atau terhenti, kepala bisa kehilangan mahkota indahnya, baik untuk sementara maupun permanen. Oleh sebab itu, kita wajib mengetahui apa penyebab rambut rontok parah. Apabila sudah mengetahui penyebabnya secara pasti, maka akan dapat mengetahui cara untuk mengatasinya secara tepat.

Berikut ini penjelasan mengenai penyebab rambut rontok parah beserta cara mengatasi dan pencegahannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (17/11/2021).

Penyebab Rambut Rontok Parah

Ilustrasi Stress Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Stress Credit: pexels.com/Andrea

1. Penuaan

Penyebab rambut rontok parah yaitu karena proses penuaan. Kerontokan rambut bisa menjadi salah satu tanda penuaan pada kulit kepala. Proses penuaan ditandai dengan pergantian sel yang semakin lambat.

2. Riwayat Keluarga

Penyebab rambut rontok parah yang selanjutnya adalah faktor genetik atau keturunan. Ini merupakan faktor paling umum yang diturunkan oleh gen orang tua. Jika Anda masuk dalam kategori ini, maka risiko kerontokan rambut akan lebih besar jika kedua orang tua mengalami masalah kerontokan. Secara umum, setiap kali rambut mengalami kerontokan, akan digantikan dengan rambut baru yang berukuran sama. Namun pada kasus ini, setiap rambut baru akan memiliki tekstur yang semakin halus dan tipis, karena folikel rambutnya mengecil dan lama-kelamaan berhenti tumbuh sama sekali.

3. Stres

Penyebab rambut rontok parah yang harus diwaspadai adalah stres. Segala macam trauma fisik dari mulai stres berat, kecelakaan, setelah melahirkan, penurunan berat badan secara drastis, dan penyakit serius, bisa menjadi penyebab rambut rontok parah meskipun sementara. Selain itu, perubahan suasana hati akibat perceraian, berkabung, dan masalah pekerjaan juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.

4. Perubahan Hormonal Berupa Hamil, Pubertas dan Menopause

Selama hidup, seseorang mengalami fluktuasi hormon yang menyebabkan perubahan psikologis. Perubahan hormon kerap terjadi saat proses kehamilan dan kelahiran, sekaligus turut menjadi penyebab rambut rontok parah. Kondisi tiroid yang tidak stabil dan menopause merupakan salah satu penyebab meningkatnya kerontokan. Selama hamil, rambut wanita akan lebih jarang rontok karena hormon estrogen dalam tubuh melonjak dan berdampak pada pemanjangan fase hidup rambut. Namun, setelah melahirkan, hormon estrogen akan kembali normal, sehingga jumlah rambut rontok menjadi lebih banyak dari biasanya. Kerontokan ini wajar terjadi dan biasanya akan dialami selama 5-6 bulan setelah proses melahirkan.

5. Kadar Vitamin yang Rendah

Kekurangan vitamin juga dapat memicu rambut rontok, salah satunya vitamin B. Rutin mengonsumsi vitamin B, mengubah pola dan menu makanan dengan bahan-bahan kaya vitamin B akan menekan risiko rambut rontok. Beberapa jenis makanan yang banyak mengandung vitamin B seperti, daging, ikan, jagung, kentang, labu, kacang polong, ubi, dan buah-buahan non sitrus. Ada juga yang mengandung lemak baik, seperti alpukat dan kacang-kacangan, yang bisa menjadi solusi terbaik mengobati masalah kerontokan rambut anda.

Penyebab Rambut Rontok Parah

Ilustrasi Anemia. Credit: pexels.com/Dev
Ilustrasi Anemia. Credit: pexels.com/Dev

6. Kekurangan Protein

Penyebab rambut rontok parah yang harus diwaspadai berikutnya adalah kebiasaan menjalani diet rendah protein. Protein adalah zat pembangun utama tubuh, termasuk sel rambut. Asupan protein yang terlalu rendah dapat melemahkan struktur rambut dan memperlambat pertumbuhan rambut. Penyebab rambut rontok parah karena kekurangan protein, biasanya mulai terlihat setelah 2-3 bulan setelah penurunan asupan protein.

7. Penyakit Tiroid

Penyebab rambut rontok parah yang harus diwaspadai selanjutnya berasal dari gangguan kelenjar di dalam tubuh atau yang biasa disebut dengan gangguan kelenjar tiroid. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi hormon metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid yang bermasalah akan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Hipertiroid maupun hipotiroid sama-sama jadi penyebab rambut rontok parah. Di banyak kasus, rambut bisa kembali tumbuh dengan normal setelah gangguan tiroid diobati.

8. Penyakit Anemia

Hampir 1 dari 10 wanita berusia 20-49 tahun mengalami anemia. Wanita yang memiliki perdarahan menstruasi hebat atau tidak mencukupi kebutuhan zat besi akan cenderung mengalami anemia. Kekurangan zat besi akan mengakibatkan kelelahan yang berlebihan, tubuh menjadi lemah, dan kulit menjadi pucat. Anda juga mungkin akan mengalami sakit kepala berulang, sulit untuk konsentrasi, telapak tangan dan kaki dingin, serta mengalami rambut rontok.

9. Penyakit Autoimun

Salah satu penyebab rambut rontok parah berikutnya adalah penyakit autoimun. Alopecia Areata merupakan salah satu gangguan autoimun pada tubuh di mana sistem kekebalan tubuh akan menganggap rambut sebagai partikel asing berbahaya dan dapat menyerang folikel rambut. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun penyakit autoimun ini bisa dialami oleh wanita atau pria. Para ilmuwan memperkirakan faktor penting dari gangguan ini berasal dari stres.

Penyebab Rambut Rontok Parah

Ilustrasi Kemoterapi (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi Kemoterapi (sumber: iStockphoto)

10. Kemoterapi

Rambut rontok biasanya mulai terjadi sekitar 2–4 minggu atau bahkan dalam hitungan beberapa hari sejak kemoterapi pertama kali dilakukan. Pada kasus tertentu, efek samping kemoterapi memungkinkan baru muncul dalam waktu 1–2 bulan setelah pasien menjalani kemoterapi. Rambut yang rontok lebih dulu umumnya merupakan rambut di kepala, lalu diikuti rambut di sekitar wajah, tubuh, dan kemaluan. Terkadang, kulit kepala akan terasa lunak dan sakit sebelum rambut mulai rontok. Kerontokan rambut dapat terjadi secara bertahap dan perlahan. Awalnya, rambut yang rontok sedikit, namun lama-kelamaan akan bertambah banyak hingga akhirnya menimbulkan kebotakan.

11. Terlalu Sering Memakai Alat Pemanas Rambut

Penggunaan hairdryer dan catokan dapat memicu kerusakan pada rambut, apalagi jika digunakan dengan suhu yang terlalu panas. Penyebabnya adalah, alat ini dapat menghilangkan kelembapan alami pada rambut dan mengurangi kandungan airnya. Pada akhirnya, rambut akan menjadi rusak, kering, dan bercabang. Tidak jarang penggunaan hairdryer atau catokan rambut yang terlalu panas, serta sering digunakan dapat membuat rambut sulit untuk kembali tumbuh.

12. Kurang Tidur

Kelelahan karena kurangnya waktu istirahat juga dapat menjadi penyebab rambut rontok parah. Kekurangan tidur beberapa jam dalam sehari bisa menyebabkan rambut rontok. Hal ini berakibat pada kesehatan secara keseluruhan dan menimbulkan berbagai kondisi seperti insomnia, narkolepsi, serta munculnya gejala kebotakan.

13. Perubahan Musim

Perubahan musim juga menjadi salah satu penyebab rambut rontok parah. Saat musim panas, rambut mudah patah dan rontok karena kulit kepala menjadi lebih kering. Pada saat memasuki musim dingin, kondisi ini otomatis berubah dan jumlah kerontokan akan semakin berkurang. Anda bisa menyiasati kerontokan ketika musim panas dengan selalu menggunakan pelindung kepala ketika bepergian keluar rumah.

Cara Mengatasi Rambut Rontoh Parah

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Setelah mengetahui beberapa faktor yang menjadi penyebab rambut rontok parah, ada baiknya kita juga mengetahui bagaimana cara mengatasi rambut yang mengalami kerontokan amat parah. Dalam beberapa kasus, rambut rontok berlebihan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Rambut Anda bisa tumbuh dan tebal kembali dalam beberapa bulan kemudian, jika akar masalah atau penyebab rambut rontok parah sudah teratasi.

Beberapa kasus rambut rontok berlebihan mungkin juga memerlukan perawatan. Anda bisa berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendiagnosa penyebabnya. Jika kerontokan rambut dianggap sudah dalam tahap memerlukan perawatan khusus, maka dokter akan merekomendasikan obat-obatan, pengangkatan sebagian kulit kepala, terapi laser untuk menumbuhkan rambut, atau mungkin operasi transplantasi rambut. Menggunakan shampo yang tepat dan menutrisi juga dapat membantu mengatasi rambut rontok.

Mencegah Rambut Rontok Parah

Keramas dengan sampo bayi
Keramas dengan sampo bayi

Supaya rambut rontok berlebihan tidak semakin parah, Anda bisa melakukan langkah pencegahan, antara lain:

- Dengan membatasi penataan rambut menggunakan alat pemanas dan bahan kimia, seperti mencatok, mengeriting rambut, atau mewarnai rambut.

- Selain itu, hindari mengepang atau mengikat rambut, serta menyisir rambut dalam keadaan basah.

- Anda bisa menggunakan sampo bayi yang cenderung lebih lembut, untuk mencuci rambut Anda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel