13 Penyebab Terjadinya Banjir di Kota-Kota Besar, Ini Dampak Buruknya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Bencana banjir bandang paling sering terjadi di kota-kota besar. Apa penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar tersebut? Penyebab banjir ini berhubungan dengan kondisi lingkungan yang rusak dan kebiasaan buruk manusia.

Kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab banjir di kota-kota besar adalah curah hujan tinggi hingga dataran rendah. Sementara ulah manusia yang paling berisiko menjadi penyebab banjir di kota-kota besar adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Selain itu, penyebab banjir di kota-kota besar dapat dipengaruhi pula pembangunan rumah di bantaran kali, bendungan jebol, penebangan pohon, efek rumah kaca, dan masih banyak lagi. Berikut Liputan6.com ulas penyebab banjir di kota-kota besar dari berbagai sumber, Sabtu (9/10/2021).

Penyebab Terjadinya Banjir di Kota-Kota Besar

Sejumlah sepeda motor terendam banjir di kawasan Kebalen, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir setinggi orang dewasa di kawasan Kebalen. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Sejumlah sepeda motor terendam banjir di kawasan Kebalen, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir setinggi orang dewasa di kawasan Kebalen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

1. Curah Hujan Tinggi

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar adalah curah hujan yang tinggi. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap peningkatan debit dan volume air yang ada di daratan. Jika air tersebut tidak dengan cepat diserap oleh tanah atau aliran sungai, hal ini dapat menjadi penyebab banjir bandang.

Jika hujan lebat terjadi telah berlarut-larut dalam waktu yang lama ini potensi penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar. Terutama pada daerah-daerah yang juga memiliki kontur tanah yang rendah. Jika lokasi dari terkumpulnya air tersebut berada di daerah yang lebih tinggi.

Tentu akan memberi efek menghancurkan bagi semua kehidupan yang ada di bawahnya. Maka dari itu, pastikan resapan air yang terjaga dengan baik sangat penting perannya.

2. Buang Sampah Sembarangan

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar satu ini tidak perlu diragukan lagi dan berkali-kali diingatkan pada siapa saja. Kebiasaan buruk dalam membuang sampah sembarangan pasti akan memberi dampak buruk bagi lingkungan.

Selain tercemarnya lingkungan dan menjadi kotor, jenis sampah seperti sampah plastik akan membuat aliran sungai akan terhambat apabila ada sampah yang tersangkut. Inilah penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar yang sering diremehkan.

Ketika sampah-sampah tersangkut, maka aliran sungai akan berhenti dan volumenya akan semakin besar. Saat volume semakin besar, maka akan berpotensi dalam menimbulkan efek berupa tekanan yang sangat besar.

3. Daerah Dataran Rendah

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar dipengaruhi faktor wilayah dataran rendah. Faktor tinggi rendahnya daratan menjadi faktor yang sangat besar dalam penyebab banjir bandang.

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar ini mengingat, ketika air turun dari dataran yang lebih tinggi tentunya akan semakin laju ketika menuju ke bawah. Hal ini yang harus diwaspadai, karena kuatnya arus air tersebut bahkan bisa menghancurkan tembok-tembok rumah.

4. Pemukiman di Bantara Kali

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar adalah kurang tertatanya pemukiman penduduk yang berada di daerah bantaran sungai. Hal negatif yang dapat timbul akibat hal tersebut adalah dapat membuat pendangkalan sungai karena kebiasaan buang sampah yang dilakukan para warganya.

Selain itu, keadaan tanah di sekitar kiri dan kanan bangunan bisa saja ambles dan menutup sisi-sisi sungai. Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar ini wajib diwaspadai. Kondisi tersebut menyebabkan penyempitan aliran sungai dan rawan akan terjadinya banjir.

5. Penyerapan Air Buruk

Ketidakmampuan tanah dalam melakukan penyerapan air biasanya disebabkan karena berkurangnya lahan hijau atau lahan terbuka lainnya yang ada di perkotaan. Inilah penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar. Hal tersebut mengakibatkan air masuk ke dalam saluran, sungai, danau, ataupun selokan. Apabila tempat-tempat tersebut sudah meluap, dapat dipastikan bahwa air yang meluap mengakibatkan banjir.

6. Penebangan Liar

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar adalah penebangan liar. Penebangan hutan secara liar juga merupakan salah satu penyebab banjir yang perlu diperhatikan. Hal ini terkait dengan pohon yang memiliki fungsi dalam meresap air yang jatuh ke tanah.

Apabila air hujan tidak dapat diserap dengan sempurna, maka hal ini akan meningkatkan risiko banjir bandang, terutama jika pusat dari banjir tersebut ada di perbukitan.

Selain banjir yang besar, ketika pohon ditebang secara liar, maka akan menimbulkan risiko terjadinya longsor. Hal ini karena salah satu faktor dari longsor adalah tidak mampunya tanah menahan beban dari air yang terus menerus menerpa. Hal ini akan semakin parah jika lokasinya berada di sekitar tebing yang cukup curam.

7. Kapasitas Sungai Kecil

Kapasitas sungai yang kecil bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar yang tidak terhindarkan. Semakin tinggi curah hujan, maka semakin banyak volume air yang seharusnya ditampung oleh sungai. Namun karena tidak seimbang, akhirnya air membludak di wilayah sekitar.

Tidak hanya itu, semakin tinggi lokasi air memang memberi dampak merusak bagi lokasi yang ada di bawahnya, dan bayangkan saja ketika lokasi air tersebut ada di atas dan memiliki volume yang sangat besar. Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar ini tentunya akan sangat berbahaya bagi orang yang tinggal di dataran rendah atau di bawahnya.

Penyebab Terjadinya Banjir di Kota-Kota Besar Selanjutnya

Pengendara mendorong motor yang mogok melintasi banjir di kawasan Green Garden, Jakarta Barat, Selasa (5/3). Banjir di kawasan tersebut disebabkan curah hujan tinggi, luapan air karena rob, dan air kiriman dari Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pengendara mendorong motor yang mogok melintasi banjir di kawasan Green Garden, Jakarta Barat, Selasa (5/3). Banjir di kawasan tersebut disebabkan curah hujan tinggi, luapan air karena rob, dan air kiriman dari Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)

8. Tata Ruang Buruk atau Salah

Kesalahan pada sistem tata kelola ruang di daerah perkotaan biasanya seringkali menjadi penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar. Adanya kesalahan tersebut, biasanya air akan sulit menyerap ke dalam tanah dan menyebabkan aliran air menjadi lambat. Sementara pada musim penghujan, air yang datang ke daerah tersebut akan lebih banyak jumlahnya dari biasanya sehingga dapat cepat menyebabkan banjir.

9. Daerah Resapan Air

Bagi sebuah perkotaan, daerah resapan air merupakan suatu kunci untuk mencegah terjadinya banjir. Kebanyakan saat ini daerah resapan air di perkotaan telah beralih fungsi sebagai pemukiman warga. Inilah penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar. Akibatnya daerah resapan air akan semakin sedikit dan akan memicu potensi banjir lebih tinggi pada saat datangnya musim penghujan.

10. Penggunaan Air Tanah Tinggi

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar adalah adanya pemakaian air tanah yang tinggi. Potensi banjir di perkotaan biasanya disebabkan oleh mobilitas yang tinggi dan pembangunan yang pesat sehingga menyebabkan kebutuhan air di kota jauh lebih tinggi.

Pada faktanya, penggunaan air tanah yang masih dapat memunculkan problem baru, yakni permukaan tanah menjadi turun. Hal tersebut dikarenakan oleh jumlah air tanah yang berkurang. Permukaan tanah yang mengalami penurunan akan memperbesar risiko penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar.

11. Drainase Menyalahi Amdal

Drainase merupakan salah satu infrastruktur yang penting bagi suatu kota dalam mencegah terjadinya banjir. Biasanya drainase banyak diubah tanpa mengindahkan amdal. Ini penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar yang sering terjadi.

Daerah hutan atau rawa seharusnya dapat berguna untuk mengatasi banjir. Namun pada realitanya, banyak lahan yang telah dialih fungsi menjadi mall atau gedung-gedung perkantoran. Penyeimbangan antara pembangunan di daerah kota dan kawasan drainase kota sebaiknya perlu dilakukan agar dapat mencegah terjadinya banjir.

12. Bendungan Rusak

Bendungan yang rusak dapat menjadi penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar. Bendungan bisa rusak atau jebol ketika hujan lebat datang dan permukaan air naik. Bendungan yang sudah tua meningkatkan risiko mengalami kerusakan dan menjadi penyebab terjadinya banjir.

Tanggul jebol ini pernah terjadi di Situ Gintung, Tangerang, Banten pada 27 Maret 2009. Secara tiba-tiba, dua juta meter kubik air di situs warisan Belanda itu tumpah dan menyapu Perumahan Cirendeu Permai, Kampung Poncol, dan merusak beragam fasilitas umum di sekitarnya.

13. Efek Rumah Kaca

Penyebab terjadinya banjir di kota-kota besar selanjutnya, kebiasaan membakar sampah, polusi kendaraan, dan asap industri. Beberapa kebiasaan tersebut dapat membuat lapisan ozon semakin meningkat dan memberi dampak yang sangat besar.

Ada beberapa dampak buruk akibat polusi udara, seperti meningkatnya karbon dioksida dan perubahan cuaca ekstrem. Selain itu, asap industri juga dapat membuat pemanasan global, yang akhirnya bisa menjadi penyebab terjadinya banjir.

Dampak Buruk Banjir bagi Lingkungan

Warga melintasi banjir rob yang merendam Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Minggu (7/6/2020). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga melintasi banjir rob yang merendam Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Minggu (7/6/2020). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

1. Penyebaran penyakit

Air yang kotor tentunya menjadi sarang yang menyenangkan bagi para kuman, virus dan bakteri. Tidak higienis membuat masyarakat mulai terserang beberapa penyakit, seperti gatal-gatal, diare, dan sebagainya.

2. Persediaan air bersih yang langka

Bisa menimbulkan kontaminasi air dari banjir dan membutuhkan membeli air bersih untuk minum.

3. Gagal panen

Beberapa wilayah daerah perkebunan yang diterjang banjir, ada kemungkinan akan mengalami gagal panen. Akhirnya hasil tani menjadi langka dan lebih mahal.

4. Beberapa spesies tanaman ada yang mati karena tidak kuat terendam banjir terlalu lama.

5. Kerusakan fisik, seperti bangunan, jembatan, kendaraan, jalan raya, selokan, dan kanal.

6. Langka makanan tertentu

Selain hasil tani yang susah diperoleh, beberapa makanan juga sulit dijumpai karena akses menuju lokasi banjir yang tidak mudah.

7. Jumlah wisatawan menurun

Padahal pendapatan negara, sektor ekonominya berasal dari para pelancong luar negeri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel