13 Permainan Tradisional di Indonesia yang Hampir Punah

·Bacaan 4 menit

VIVA – Semakin pesatnya perkembangan zaman, permainan tradisional di Indonesia mulai tergeser dengan hadirnya permainan di gadget. Padahal permainan tradisional jauh memiliki dampak yang positif dibadingkan yang ada di gadget. Permainan tradisional mengandung nilai-nilai dan filosofi kehidupan.

Kita sebagai anak muda tidak boleh membiarkan hal ini terjadi begitu saja, kita harus tetap melestarikan permainan tradisional agar tidak hilang ditelan zaman. Berikut beberapa permainan tradisional di Indonesia yang mulai jarang ditemukan dan dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang :

1. Lempar sandal

Permainan lempar sandal terdiri dari atas 2 tim, dimana ada tim penjaga dan tim penyusun. Lempar sandal ini melatih kerja sama yang baik. Tim penjaga harus melempar sandar kearah tim penyusun agar tidak bisa menyusun sendal, sedangkan tim penyusun harus mengatur strategi agar bisa menyusun sendal dan terhindar dari lemparan dari tim pelempar. Kamu dulu tim penyusun atau tim pelempar ?

2. Petak umpet


Petak umpet terdiri dari satu orang yang menjaga dan beberapa orang yang bersembunyi. Orang yang menjaga diharuskan menutup matanya dengan kedua tangan sambil menghitung angka antara 1 sampai 20.

Sedangkan orang yang bersembunyi harus mencari tempat secepat mungkin setelah angka dihitung. Disaat penjaga mencari dan lengah dari tugasnya, orang yang bersembunyi harus segera berlari menuju tempat si penjaga menghitung angka sambil mengucapkan “Endop”. Pengucapan di tiap daerah Indonesia berbeda-beda. Apakah kamu pernah bersembunyi di rumah untuk mengerjai temanmu yang menjaga ? Kasihan tau.

3. Polisi-polisian

Dalam permainan polisi-polisian terdapat 2 tim yang memiliki tugas berbeda, yaitu polisi sebagai penangkap dan tim maling sebagai pelari. Tim maling bertugas untuk lari dari kejaran polisi, jika ada temannya yang ditangkap dia harus membebaskannya, sedangkan tim polisi bertugas untuk menangkap semua orang di tim maling dan menjaga maling yang telah ditangkap agar tidak kabur. Permainan ini sangat seru bukan ? Dulu siapa yang pernah terjatuh saat permainan ini dilakukan, apakah kamu termasuk ?

4. Bola bekel

Bola bekel biasanya dimainkan oleh anak perempuan, tetapi tidak jarang anak laki-laki juga ikut memainkan. Permainan bola bekel membutuhkan bola golf dan keong (bekel).

Permainan ini terdiri dari tingkatan 1 sampai 6, telentang, dan telungkup. Walaupun terlihat gampang, sebenarnya permainan ini sulit juga untuk dipraktikan loh ! Jujur saja, pasti saat kamu melempar bola golf keatas masih sering terkena keongnya kan ?

5. Ketapel

Ketapel merupakan alat yang terbuat dari ranting atau kayu pohon dan berbentuk huruf Y serta ada karet untuk melepaskan tembakan. Peluru yang digunakan bermacam-macam, ada yang menggunakan buah kecil, potongan bawang, dan lain-lain.

Ketapel biasanya digunakan untuk menembak burung. Kita sering sekali saat menembak menggunakan ketapel selalu terpeleset tembakannya, karena memang membutuhkan akurasi yang tinggi dalam menggunakan ketapel ini.

6. Tarik tambang

Permainan tarik tambang dilakukan oleh 2 regu yang mengandalkan kekuatan tangan dan kaki. Tarik tambang biasanya dimainkan dengan jumlah pemain mencapai 10 orang. Biasanya orang yang badannya besar berada di paling belakang karena tarikannya yang kuat. Kamu biasanya di posisi depan atau di belakang saat bermain tarik tambang ?

7. Bakiak

Alat permainan bakiak seperti terompah yang panjang dan terbuat dari kayu. Dalam permainan bakiak biasanya terdiri dari 3 orang. Kekompakan adalah kunci kemenangan dalam permainan bakiak ini.

Jika salah satu orang saja tidak seirama dalam melangkah, maka yang lainnya pasti ikut tergenlincir. Saat permainan bakiak berlangsung, pasti diantara kita ada yang menggunakan aba-aba 1 dan 2, perintah aba-aba 1 kaki kiri melangkah sedangkan aba-aba 2 kaki kanan melangkah, betul gak ?

8. Gasing


Gasing disini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu gasing yang terbuat dari kayu dan terbuat dari plastik. Gasing yang masih tradisional yaitu yang terbuat dari kayu jauh lebih awet dibanding yang terbuat dari plastik, selain itu putarannya juga lebih lama gasing tradisional. Di daerah kamu masih menggunakan gasing tradisional atau gasing plastik yang lebih modern ?

9. Ular naga

Permainan ular naga dimainkan oleh 7 – 10 orang, dengan 2 orang sebagai penangkap. Disebut ular naga karena sifat permainannya yang mutar-mutar dan berulang-ulang, serta ketika lagu telah selesai dinyanyikan akan tertangkap. Orang yang sudah tertangkap akan dihadapkan oleh 2 pilihan, mau menjadi tim penangkap 1 atau 2. Kamu dulu sebagai tim penangkap atau tim mutar-mutar ?

10. Engklek

Pernahkah kamu melihat anak-anak yang melukis berbentuk persegi dengan kapur di jalan ? Mereka sedang bersiap bermain engklek. Batu yang dilemparkan kedalam kotak, disitulah saatnya melangkah dengan 1 atau 2 kaki tergantung kotak yang dilukis dengan kapur.

11. Egrang

Menggunakan dua buah bambu yang didesain dapat ditumpu dengan kaki adalah ciri-ciri permainan egrang. Permainan tradisional ini menjadi yang paling sulit diantara permainan sebelumnya. Karena sifatnya yang membutuhkan keseimbangan yang baik agar bisa melangkah maju saat bermain egrang. Kamu saat bermain egrang pasti sering jatuh kan ?

12. Pesawat kertas

Ini dia permainann yang paling simpel, karena hanya membutuhkan kertas saja agar bisa dimainkan. Saat menerbangkan pesawat kertas, biasanya kita meniupkan terlebih dahulu agar bisa melaju dengan kencang, padahal hal tersebut tidak berpengaruh apapun terhadap pesawat kertas, betul gak ?

13. Kelereng

Terakhir adalah kelereng, permainan kelereng hanya perlu menyentil bola kelereng ke arah kelereng lawan. Banyak jenis dalam permainan kelereng seperti berbentuk panah, lingkaran, dan satu lawan satu. Kamu pasti pernah menganggap satu kelereng jagoan atau disebut juga gundu, jujur aja, iya kan?

Sekian, itulah beberapa permainan tradisional Indonesia yang mulai jarang ditemukan dan dimainkan. Semoga kita sebagai pemuda penerus generasi bangsa dapat terus melestarikan permainan tradisional Indonesia agar tidak hilang termakan zaman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel