130 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Mulai Disuntikkan ke Prajurit TNI

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – 130 ribu prajurit TNI yang tersebar di 10 provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Papua hari ini mulai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto selaku orang nomor satu di lingkungan TNI secara langsung memantau pemberian vaksin AstraZeneca yang dilakukan tim kesehatan TNI Angkatan Laut terhadap 2000 prajurit TNI Angkatan Laut di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mendengarkan pemaparan dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Koarmada I Kolonel Laut (K) dr. Hengky Setyahadi terkait proses vaksinasi yang diberikan kepada prajurit TNI AL tersebut.

Panglima TNI menegaskan, bahwa serbuan vaksinasi kepada prajurit TNI itu bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

“Hari ini sebanyak 130.000 prajurit TNI secara serentak melaksanakan vaksin AstraZeneca di 10 Provinsi Indonesia dan secara simbolis saya meninjau pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di Kolinlamil,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jum'at, 26 Maret 2021.

Panglima TNI juga mengingatkan kepada seluruh prajurit yang sudah mendapatkan vaksin, agar tidak mengabaikan protokol kesehatan selama bertugas. Sebab, vaksin bukanlah penghalang bagi virus COVID-19 untuk tetap masuk ke tubuh manusia. Karena vaksin berfungsi hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh seseorang agar tidak mudah terserang virus yang menyerang saluran pernafasan itu.

“Kepada prajurit TNI yang telah melaksanakan vaksinasi tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” pesan Panglima TNI.

Lebih jauh Panglima mengatakan, vaksinasi kepada prajurit TNI menjadi prioritas karena setelah menerima vaksin para prajurit akan lebih optimal dalam melaksanakan tugas, termasuk dalam mendukung program pemerintah, baik dalam pelaksanaan PPKM skala mikro, maupun sebagai petugas tracing kontak erat yang akan terjun langsung di tengah masyarakat.

“Setelah disuntik vaksin bukan berarti badan prajurit TNI menjadi kebal terhadap virus, oleh sebab itu tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Vaksinasi membuat badan kita kuat dalam menghadapi virus seperti Covid-19, oleh sebab itu penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,” katanya.

Baca: TNI AD Buka Pendaftaran Calon Prajurit Baru, Gratis