137 Ribu Kepala Keluarga di Depok Bakal Terima BST

·Bacaan 2 menit
Warga penerima menunjukkan uang Bantuan Sosial Tunai (BST) bulan Januari di halaman Masjid Jami Al-Hidayah RW 01 Bedahan, Depok, Selasa (16/2/2021). Sekitar 159.470 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Depok menerima BST yang disalurkan PT Pos Indonesia pada Februari ini (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Warga Kota Depok akan menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dikucurkan Pemerintah untuk meringankan beban selama pandemi Covid-19. Rencananya, sebanyak 137 ribu kepala keluarga (KK) akan menerima BST selama dua periode dengan besaran mencapai Rp 600 ribu.

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana mengatakan, penyaluran BST dari Pemerintah Pusat mulai disalurkan PT Pos Indonesia. Bantuan tersebut telah disalurkan secara door to door, mengingat saat ini Kota Depok sedang menjalankan PPKM Darurat sehingga mengedepankan protokol kesehatan.

"Penyaluran BST untuk periode Mei dan Juni dan yang menerima di Kota Depok sebanyak 137 ribu KK," ujar Usman, Senin (19/7/2021).

Dia menjelaskan, setiap KK akan menerima BST dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 600 ribu untuk dua bulan. Warga Kota Depok yang menerima BST sesuai data dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang sebelumnya telah dilakukan verifikasi Dinas Sosial dan dipadupadankan dengan Kemensos, guna dipadankan kembali.

"Kami telah diminta Kemensos untuk memvalidasi data kembali, data yang kami terima mencapai 98 ribu, ada kemungkinan data bertambah, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pengurus lingkungan maupun kelurahan," terang Usman.

Dia mengungkapkan, data sebanyak 98 ribu dari Kemensos disinyalir tidak valid sehingga dilakukan verifikasi data mulai dari pendataan penduduk maupun dipadankan dengan data lainnya. Menurutnya data sebanyak 98 ribu tersebut merupakan data diluar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Data itu dari Kemensos, nah yang belum lengkap kami diminta validasi kembali dari Dinsos hingga jajaran paling bawah. Secara umum data yang diberikan bukan hanya data DTS saja," ungkap Usman.

Warga yang mendapatkan BST dapat melakukan pengecekan di aplikasi yang disediakan Kemensos. Dinsos Kota Depok kerap melakukan koordinasi terkait monitoring evaluasi secara bersama terkait bantuan yang diberikan kepada warga Kota Depok. Selain BST, terdapat sejumlah bantuan sosial lainnya.

"Jadi tidak hanya BST, banyak juga bantuan lainnya seperti beras yang akan diturunkan," ucap Usman.

Tidak Dipungut Biaya

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Depok, Cecep Priadi Usman mengatakan, telah menerima data penerima BST di Kota Depok sebanyak 131.156 jiwa dan pertama kali disalurkan di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas untuk tahap pertama sebesar Rp 300 ribu. Bantuan BST akan diberikan selama dua bulan yakni Mei dan Juni.

"Jadi totalnya sebesar Rp 600 ribu per jiwa dan sudah dimulai pada Minggu kemarin," ujar Cecep.

Cecep menuturkan, pada penyaluran BST petugas Kantor Pos Depok tidak memungut biaya penyaluran BST. Untuk mencegah kerumuman warga, penyaluran BST diberikan langsung petugas kepada penerima BST dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Petugas kantor Pos Depok menyalurkannya dari pintu ke pintu atau door to door," tutup Cecep.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel