14 Bintang Top Liga Eropa yang Pernah Meriahkan India Super League: Banyak Legenda!

Bola.com, Jakarta - Dalam sepak bola modern belakangan ini, cukup banyak legenda sepak bola dunia memilih untuk mengakhiri kariernya dengan membela klub dari negeri yang sepak bolanya masih dalam proses berkembang, termasuk India Super League.

Selain India Super League, ada beberapa contoh liga yang sedang berkembang di sejumlah negara. Sebut saja Major League Soccer di Amerika Serikat, Chinese Super League, hingga negara seperti Uni Emirat Arab.

Kehadiran pemain berstatus legenda tersebut kadang turut membantu popularitas liga sepak bola tersebut, termasuk satu di antaranya adalah India.

Sebelum banyak pemain Eropa hijrah ke China, sempat ada tren pada awal 2010-an para pemain dunia mencicipi berkarier di Liga India.

Faktanya, ada banyak sekali pemain legendaris dunia yang pernah bermain di India Super League. Siapa saja?

Robert Pires - FC Goa

Robert Pires menjadi bagian penting Arsenal dan sangat dicintai fans Arsenal. Pires membawa Arsenal meraih 2 gelar Liga Premier Inggris dan 3 gelar Piala FA. (AFP/Odd Andersen)
Robert Pires menjadi bagian penting Arsenal dan sangat dicintai fans Arsenal. Pires membawa Arsenal meraih 2 gelar Liga Premier Inggris dan 3 gelar Piala FA. (AFP/Odd Andersen)

Robert Pires adalah pemain yang bisa dibilang sudah memiliki pencapaian lengkap sepanjang kariernya. Dirinya adalah pilar penting di Timnas Prancis kala menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

Selain itu, Pires juga menjadi andalan Arsene Wenger di Arsenal dalam squad yang menjuarai Liga Inggris tanpa mengalami kekalahan alias unbeaten.

Setelah malang melintang di Eropa, Pires mengakhiri musim terakhirnya sebagai pemain profesional untuk membela FC Goa di ISL pada 2014. Pada musim ini, Pires mencatatkan delapan penampilan dengan mencetak sebuah gol ikonik.

Lucio - FC Goa

Lucio - Bek asal Brasil ini adalah salah satu pesepak bola yang telah memenangkan banyak trofi. Pemain yang telah malang melintang di klub top Eropa ini pernah menjuarai Piala dunia bersama Brasil tahun 2002 dan meraih treble winners bersama Inter Milan pada 2010. (AFP/Giuseppe Cacace)
Lucio - Bek asal Brasil ini adalah salah satu pesepak bola yang telah memenangkan banyak trofi. Pemain yang telah malang melintang di klub top Eropa ini pernah menjuarai Piala dunia bersama Brasil tahun 2002 dan meraih treble winners bersama Inter Milan pada 2010. (AFP/Giuseppe Cacace)

Mulai dari juara Piala Dunia 2002 bersama Brasil hingga meraih treble winners bersama Inter Milan, Lucio adalah bek tengah tangguh yang kenyang pengalaman di level tertinggi sepak bola. Selain menjelajahi Brasil, Jerman, dan Italia, Lucio juga sempat berkarir di Indian Super League bersama FC Goa.

Lucio bermain untuk FC Goa selama dua tahun mulai dari 2015 hingga 2017. Dalam periode tersebut, dirinya memainkan 19 pertandingan bersama FC Goa.

Alessandro Del Piero - Delhi Dynamos

<p>Legenda Juventus, Alessandro Del Piero merupakan salah satu penyerang terbaik di zamannya. Ia bermain bersama Si Nyonya Tua selama 19 tahun sebelum memutuskan untuk penisun pada tahun 2012 silam. Di Liga Champions, Del Piero tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah gol terbanyak saat babak semifinal, yaitu lima gol. Ia juga mampu mempersembahkan satu trofi untuk klubnya tersebut. (AFP/Giuseppe Cacace)</p>

Legenda Juventus, Alessandro Del Piero merupakan salah satu penyerang terbaik di zamannya. Ia bermain bersama Si Nyonya Tua selama 19 tahun sebelum memutuskan untuk penisun pada tahun 2012 silam. Di Liga Champions, Del Piero tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah gol terbanyak saat babak semifinal, yaitu lima gol. Ia juga mampu mempersembahkan satu trofi untuk klubnya tersebut. (AFP/Giuseppe Cacace)

Satu pilar penting bagi Italia dalam merengkuh juara Piala Dunia 2006 adalah Alessandro Del Piero. Penyerang yang menjadi legenda dari Si Nyonya Tua Juventus ini juga telah mencetak 300 gol untuk klub dan 27 membobol gawang lawan untuk timnas.

Setelah 19 tahun membela Juventus, Del Piero melanjutkan petualangan pada akhir kariernya dengan hijrah ke beberapa klub. Setelah Sydney FC di Australia, Del Piero menandatangani kontrak untuk Delhi Dynamos pada 2014.

Bersama klub yang kini bernama Odisha FC ini, Del Piero mencatatkan masing-masing satu gol dan assist sebelum pensiun pada 2015.

Roberto Carlos - Delhi Dynamos

Bek kiri legendaris Brasil, Roberto Carlos berhasil meraih 13 trofi bersama Real Madrid dan tiga diantaranya merupakan trofi Liga Champions (1997/1998, 1999/2000, dan 2001/2002). Pemain yang dikenal dengan tendangan kerasnya tersebut tercatat telah membela Los Blancos sejak 1996 hingga 2007 dengan jumlah penampilan sebanyak 527 kali dan telah mencetak 70 gol dan 100 assists. (AFP/Martin Bureau)
Bek kiri legendaris Brasil, Roberto Carlos berhasil meraih 13 trofi bersama Real Madrid dan tiga diantaranya merupakan trofi Liga Champions (1997/1998, 1999/2000, dan 2001/2002). Pemain yang dikenal dengan tendangan kerasnya tersebut tercatat telah membela Los Blancos sejak 1996 hingga 2007 dengan jumlah penampilan sebanyak 527 kali dan telah mencetak 70 gol dan 100 assists. (AFP/Martin Bureau)

Setelah Alessandro Del Piero, Delhi Dynamos kembali kedatangan legenda sepak bola dunia yang terkenal dengan tendangan geledek yaitu Roberto Carlos.

Mantan pemain Real Madrid ini bergabung ke klub yang kini bernama Odisha FC ini sebagai player manager pada 2015. Sebagai player-manager, Roberto Carlos juga sempat bermain sebanyak tiga pertandingan bersama Delhi Dynamos.

Marco Materazzi - Chennaiyin FC

Marco Materazzi (sempreinter.com)
Marco Materazzi (sempreinter.com)

Total 16 gelar telah diraih oleh Marco Materazzi di sepanjang kariernya. Gelar tersebut beberapa di antaranya adalah Liga Italia, Liga Champions, hingga Piala Dunia.

Setelah break sejenak dari sepak bola pada 2011 pasca kontraknya habis bersama Inter Milan, Materazzi melanjutkan karier sepak bolanya untuk Chennaiyin FC pada 2014.

Materazzi total membela Chennaiyin FC selam dua musim termasuk menjadi player-manager pada klub ini.

John Arne Riise - Delhi Dynamos dan Chennaiyin FC

Legenda Liverpool, John Arne Riise (Sky)
Legenda Liverpool, John Arne Riise (Sky)

Selain Roberto Carlos, para player gim sepak bola di era PlayStation 2 pasti ingat dengan tendangan geledek dari mantan bek kiri Liverpool, yaitu John Arne Riise. Pemain asal Norwegia ini sempat membela dua klub India yaitu Delhi Dynamos dan Chennaiyin FC.

Untuk Delhi Dynamos, Riise mencatatkan 15 penampilan dengan satu gol serta satu assist. Sementara itu, dirinya membela Chennaiyin FC sebanyak 10 pertandingan dengan catatan satu gol.

Alessandro Nesta - Chennaiyin FC

Alessandro Nesta - Nesta menjadi duet maut bersama Paolo Maldini dalam menjaga pertahanan AC Milan pada 2007. Duet Nesta dan Maldini menjadi duet bek AC Milan paling sulit ditembus oleh serangan tim lawan. (AFP/Paco Serinelli)
Alessandro Nesta - Nesta menjadi duet maut bersama Paolo Maldini dalam menjaga pertahanan AC Milan pada 2007. Duet Nesta dan Maldini menjadi duet bek AC Milan paling sulit ditembus oleh serangan tim lawan. (AFP/Paco Serinelli)

Ketika Marco Materazzi menjadi player-manager dari Chennaiyin FC, dirinya merekomendasikan klub untuk mendatangkan Alessandro Nesta. Kedua legenda Italia ini reuni di Indian Super League setelah menjuarai Piala Dunia 2006.

Nesta hanya singkat bermain di Chennaiyin FC, namun impact yang diberikan luar biasa termasuk bagi popularitas serta pola bertahan yang kini menjadi otentik di Indian Super League. Chennaiyin FC menjadi klub terakhir Nesta sebelum resmi gantung sepatu pada Januari 2015.

David Trezeguet - Pune City

David Trezeguet. Striker yang kini berusia 44 tahun ini telah memutuskan pensiun pada Januari 2015 bersama Pune City di Liga India. Ia total telah mencetak 265 gol bersama 8 klub yang pernah dibelanya sejak 1993, termasuk AS Monaco dan Juventus. (AFP/Marcello Paternostro)
David Trezeguet. Striker yang kini berusia 44 tahun ini telah memutuskan pensiun pada Januari 2015 bersama Pune City di Liga India. Ia total telah mencetak 265 gol bersama 8 klub yang pernah dibelanya sejak 1993, termasuk AS Monaco dan Juventus. (AFP/Marcello Paternostro)

Sama seperti Robert Pires, David Trezeguet menjadi ujung tombak Prancis kala menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Bahkan, Trezeguet juga mencetak semua gol penting Prancis di babak perpanjangan waktu di final Euro 2000 melawan Italia.

Setelah karier cemerlang di AS Monaco dan Juventus, Trezeguet berpetualang ke Argentina sebelum mengakhiri musim di India. Trezeguet membela Pune City selama 6 bulan sebelum pensiun pada Januari 2015. Dirinya mencatatkan sembilan penampilan dengan sepasang gol untuk Punce City.

Freddie Ljungberg - Mumbai City FC

Pelatih caretaker Arsenal, Freddie Ljungberg mendapat dukungan dari mantan pemain, Ray Parlour (Glyn KIRK / AFP)
Pelatih caretaker Arsenal, Freddie Ljungberg mendapat dukungan dari mantan pemain, Ray Parlour (Glyn KIRK / AFP)

 

Setelah menjadi pilar penting Arsenal ketika meraih unbeaten, Freddie Ljungberg memiliki petualangan yang menarik di dunia sepak bola. Dirinya telah menjelajahi Amerika Serikat, Skotlandia, Jepang, hingga India.

Ljungberg datang ke India sebagai marquee player untuk Mumbai FC pada 2014. Sayangnya, pemain asal Swedia ini hanya mencatatkan empat pertandingan bersama Mumbai FC lantaran cedera kambuhan yang dialaminya.

 

Diego Forlan - Mumbai City

Diego Forlan. Pemain yang kini berusia 42 tahun dan pensiun di Kitchee FC Agustus 2019 ini total 7 musim bermain di Liga Spanyol mulai 2004/2005 hingga 2010/2011 bersama Villarreal dan Atletico Madrid. Ia tampil dalam 240 laga dengan torehan 128 gol dan 26 assist. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Diego Forlan. Pemain yang kini berusia 42 tahun dan pensiun di Kitchee FC Agustus 2019 ini total 7 musim bermain di Liga Spanyol mulai 2004/2005 hingga 2010/2011 bersama Villarreal dan Atletico Madrid. Ia tampil dalam 240 laga dengan torehan 128 gol dan 26 assist. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Sebelum Edinson Cavani, Luis Suarez, hingga Darwin Nunez, Uruguay memiliki complete forward legendaris dalam sosok Diego Forlan.

Dari portfolio pribadinya yang pernah membela sederet klub besar, seperti Manchester United, Atletico Madrid, hingga Inter Milan, Diego Forlan memiliki pengalaman menarik kala membela Mumbai FC di India.

Sebagai predator ulung, Diego Forlan sukses mencatatkan lima gol dan tiga assist dari 12 pertandingan bersama Mumbai FC.

Nicolas Anelka - Mumbai City

Nicolas Anelka. Eks striker asal Prancis yang kini berusia 43 tahun dan telah pensiun pada Januari 2016 bersama Mumbai City ini total memperkuat 6 klub di Liga Inggris mulai 1996/1997 saat kasta tertinggi masih bernama Divisi Satu hingga 2013/2014. Ia mampu mencetak hattrick bersama 3 klub berbeda, Arsenal (1 kali, musim 1998/1999), Manchester City (1 kali, musim 2003/2004) dan Chelsea (1 kali, musim 2008/2009). (AFP/Adrian Dennis)
Nicolas Anelka. Eks striker asal Prancis yang kini berusia 43 tahun dan telah pensiun pada Januari 2016 bersama Mumbai City ini total memperkuat 6 klub di Liga Inggris mulai 1996/1997 saat kasta tertinggi masih bernama Divisi Satu hingga 2013/2014. Ia mampu mencetak hattrick bersama 3 klub berbeda, Arsenal (1 kali, musim 1998/1999), Manchester City (1 kali, musim 2003/2004) dan Chelsea (1 kali, musim 2008/2009). (AFP/Adrian Dennis)

Jika dilihat dari jumlah klub besar yang pernah dibelanya, Nicolas Anelka bisa disebut sebagai petualang sejati. Dirinya beberapa kali membela klub besar dunia seperti Arsenal, PSG, Real Madrid, Liverpool, Chelsea, Manchester City, Juventus dan masih banyak lagi.

Dirinya juga sempat berpetualang di China serta India. Untuk India sendiri, Anelka membela Mumbai City dalam dua periode berbeda yaitu pada 2014-2015, serta 2015-2016. Anelka mencatatkan 13 pertandingan untuk Mumbai City dan mencetak sepasang gol.

David James - Kerala Blasters

Kiper dengan penyelamatan penalti terbanyak dalam sejarah Liga Inggris adalah David James. Ia tercatat telah melakukan penyelamatan sebanyak 13 kali bersama beberapa klub seperti Liverpool, Manchester City, dan West Ham. (AFP/Paul Baker)
Kiper dengan penyelamatan penalti terbanyak dalam sejarah Liga Inggris adalah David James. Ia tercatat telah melakukan penyelamatan sebanyak 13 kali bersama beberapa klub seperti Liverpool, Manchester City, dan West Ham. (AFP/Paul Baker)

Mantan kiper Liverpool hingga Manchester City yaitu David James memiliki dua periode karir di India Super League.

David James pertama kali datang ke ISL pada 2014 sebagai player-manager Kerala Blaster selama semusim, kemudian empat tahun berselang dirinya menjadi head coach di klub yang sama yaitu pada 2018.

Tim Cahill - Jamshedpur FC

Penyerang Australia, Tim Cahill (tengah) merayakan golnya ke gawang Suriah pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di  Sydney (10/10/2017). Australia menang 2-1  pada leg kedua tersebut. (AFP/William West)
Penyerang Australia, Tim Cahill (tengah) merayakan golnya ke gawang Suriah pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Sydney (10/10/2017). Australia menang 2-1 pada leg kedua tersebut. (AFP/William West)

Pengalaman bermain di Liga Inggris serta tampil pada tiga edisi Piala Dunia membuat Tim Cahill datang ke Indian Super League dengan penuh pengalaman. Ia membela Jamshedpur FC pada 2018 setelah musim sebelumnya membela Milwall.

India bukanlah negeri Asia pertama yang dijelajahi oleh Cahill. Sebelumnya, dirinya sempat membela Shanghai Shenhua di China. Selama membela Jamshedpur FC, Tim Cahill mencatatkan 11 penampilan dengan capaian dua gol dan satu assist.

Joan Capdevila

Joan Capdevila (37 gol) - Capdevilla pernah membela Villareal, Atletico Madrid dan dua klub lain selama berkarier di la liga. Sepanjang kariernya di La Liga, Capdevilla telah mengoleksi 37 gol. (AFP/Jose Jordan)
Joan Capdevila (37 gol) - Capdevilla pernah membela Villareal, Atletico Madrid dan dua klub lain selama berkarier di la liga. Sepanjang kariernya di La Liga, Capdevilla telah mengoleksi 37 gol. (AFP/Jose Jordan)

Joan Capdevilla langsung menyebrang ke India untuk membela NorthEast United setelah kontraknya bersama Espanyol habis pada 2014.

Fullback andalan Spanyol kala menjuarai Piala Dunia 2010 ini tertarik dengan India Super League yang sangat militan terhadap sepak bola. Enam bulan membela NorthEast United, Capdevilla mencatatkan 12 penampilan sebelum melanjutkan kariernya di Belgia.

Disadur dari: Bola.net (Jeffrydien Winanda, published 11/7/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel