14 BUMN Bakal Melantai di Bursa, Pengusaha: Makin Kompetitif dan Terbuka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menilai tepat keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk melakukan go public 14 perusahaan BUMN.

Ke-14 BUMN itu adalah Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin.

Selanjutnya, EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.

Go public akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024 dan pada tahun 2021, Kementerian BUMN menargetkan melakukan initial public offering (IPO) terhadap Mitratel dan PGE. Sebelum IPO, PGE akan merger dengan perusahaan-perusahaan geothermal lainnya, yang saat ini dimiliki PLN dan Geo Dipa.

“Kebijakan yang sangat tepat untuk memasukkan 14 BUMN dalam pipeline rencana initial public offering. Ini menunjukkan BUMN kita semakin kompetitif dan terbuka. BUMN membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatkan dana secara sustainable,” kata Arsjad di Jakarta, dikutip Jumat (/5/2021).

Arsjad yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026, mengungkapkan bahwa keputusan untuk memperdagangkan saham ke-14 BUMN itu di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki saham perusahaan-perusahaan BUMN.

Selain itu, lanjutnya, dampak dari go public, perusahaan BUMN akan memiliki ekuitas optimal sehingga akan terus berupaya meningkatkan kinerjanya agar dapat menciptakan value added.

“Kalau perusahaan yang memiliki value, tentu saja membuat investor tertarik,” jelas Arsjad.

Erick Thohir Bakal Bawa 14 BUMN Melantai di Bursa, Ini Daftarnya

Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Menteri BUMN Erick Thohir berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 14 BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip dokumen Kementerian BUMN yang diterima Liputan6.com, Rabu (28/4/2021), BUMN tersebut berasal dari berbagai klaster, mulai dari energi, kesehatan hingga perbankan.

Di klaster energi, terdapat 5 anak usaha PT Pertamina yang akan IPO. Di klaster IT, ada 2 BUMN yang akan melantai di bursa. Di klaster kesehatan ada 2 BUMN, klaster keuangan 1 BUMN, klaster pertanian 2 BUMN dan klaster pertambangan 3 BUMN

"Rencana IPO BUMN dan anak usaha," demikian tertulis dalam dokumen, dikutip Rabu (28/4/2021).

Berikut daftar 14 BUMN yang dimaksud:

Klaster Energi:

1. PT Pertamina International Shipping (Persero)

2. PT Pertamina Geothermal Energi (Persero)

3. PT Pertamina Hulu Energi (Persero)

4. PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Persero)

5. PT Pertamina Hilir (Persero)

Klaster Kesehatan:

1. PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero)

2. PT Bio Farma (Persero)

Klaster Keuangan:

1. PT EDC and Payment Gateway (Persero)

Klaster Pertanian:

1. PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero)

Klaster IT:

1. PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero)

2. PT Telkom Data Center (Persero)

Klaster Pertambangan:

1. PT Inalum Operating (Persero)

2. PT MIND ID (Persero)

3. PT Logam Mulia (Persero)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: