14 Calon Presiden Alternatif pada Pilpres 2014

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan umum presiden masih dua tahun lagi. Namun, sejumlah nama sudah mencuat dan digadang-gadang bakal menjadi calon presiden pada pilpres mendatang. Mereka di antaranya datang dari kalangan profesional, pengusaha, penjabat, atau orang-orang yang memiliki kedekatan dengan partai.

Mengutip hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia, setidaknya ada 14 nama yang bakal menjadi calon presiden alternatif, di samping sejumlah nama yang cukup populer lantaran memiliki basis kepartaian.

Ketua LSI Burhanuddin Muhtadi mengatakan ada cukup banyak calon presiden alternatif yang secara kualitas personal memadai. Walaupun begitu, mayoritas pemilih nasional, di atas 50 persen, masih belum terlalu mengenalnya. "Sebagai contoh ada Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, dan Mahfud MD ," kata Burhanuddin dalam peluncuran majalah Indonesia 2014, Rabu, 28 November 2012.

Berikut urutan tokoh alternatif beserta total skor kualitas personalnya:

1. Mahfud MD (79 persen)

2. Dahlan Iskan (76 persen)

3. Sri Mulyani Indrawati (71 persen)

4. Hidayat Nur Wahid (71 persen)

5. Agus Martowardojo (68 persen)

6. Djoko Suyanto (66 persen)

7. Gita Wirjawan (66 persen)

8. Chairul Tanjung (66 persen)

9. Endriartono Sutaro (64 persen)

10. Surya Paloh (64 persen)

11. Pramono Edhie Wibowo (63 persen)

12. Sukarwo (63 persen)

13. Puan Maharani (61 persen)

14. Kristiani Herawati Yudhoyono (60 persen)

Sebanyak 223 opinion leader menjadi responden untuk menilai kualitas para tokoh ini dari segi kapabilitas atau kompetensi, integritas, akseptabilitas, hingga kemampuan memimpin negara dan pemerintah. Penilaian juga termasuk soal kejujuran, sikap mereka terhadap korupsi, suap, tindakan kriminal hingga pelanggaran HAM.

ARYANI KRISTANTI

Berita terpopuler lainnya:

Hina Gus Dur, Sutan Bhatoegana Dimarahi Mahasiswa

Akbar: Duet Mega-Kalla Bisa Ancam Ical

Akbar: Pendukung Jusuf Kalla Telah Gerilya

Seperti Apa Panasnya Rapat Jokowi-Ahok soal MRT?

Soal Tendangan Bebas Indahnya, Ini Jawaban Andik

Jokowi Pulang Nebeng Mobil Wali Kota

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.