14 Ciri-Ciri Gelombang Bunyi, Beserta Pengertian dan Klasifikasinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri gelombang bunyi perlu untuk diketahui saat belajar ilmu Fisika. Gelombang Bunyi adalah gelombang yang merambat melalui medium tertentu. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang digolongkan sebagai gelombang longitudinal.

Sementara secara luas, gelombang bunyi adalah getaran yang merambat melalui medium tertentu sehingga menghasilkan bunyi. Sedangkan bunyi adalah getaran yang merambat sebagai gelombang akustik, melalui media transmisi seperti gas, cairan atau padat.

Pada dasarnya, gelombang bunyi memang bisa merambat melalui semua medium. Namun, kemampuan medium dalam menggetarkan partikel berbeda-beda sehingga menghasilkan bunyi yang berbeda, ada yang besar, kecil, atau bahkan teredam seperti air. Gelombang bunyi sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti untuk menentukan kedalaman laut, mencari sumber minyak, dan mendeteksi kerusakan logam.

Berikut ini ulasan mengenai pengertian gelombang bunyi, ciri-ciri gelombang bunyi dan klasifikasinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (10/11/2021).

Pengertian Gelombang Bunyi

Ilustrasi suara. (iStockphoto)
Ilustrasi suara. (iStockphoto)

Gelombang bunyi adalah getaran yang merambat yang termasuk dapat diterima oleh indera pendengar, biasanya juga disebut sebagai suara. Bunyi adalah hasil dari getaran benda yang berperan sebagai sumber bunyi. Selain sumber bunyi, perambatan gelombang membutuhkan medium perantara.

Bunyi memerlukan medium agar dapat merambat dan bisa terdengar. Udara merupakan medium paling umum digunakan. Saat Anda berbicara, suara yang dikeluarkan dari pita suara akan menggetarkan udara di sekitarnya. Lalu, getaran tersebut merambat hingga akhirnya diterima oleh telinga lawan bicara Anda, lewat bunyi atau suara yang dikeluarkan. Tapi, bukan berarti udara menjadi satu-satunya medium yang bisa menghantarkan suara.

Masih ada medium lain berupa benda yang berwujud cair, padat, ataupun gas. Dengan demikian, bunyi tidak dapat merambat apabila melalui ruang hampa, sehingga bunyi tidak akan terdengar karena tidak ada mediumnya. Tentunya gelombang bunyi membutuhkan medium rambat termasuk ke dalam gelombang mekanis.

Ciri-Ciri Gelombang Bunyi

Ilustrasi gelombang suara. (iStockphoto)
Ilustrasi gelombang suara. (iStockphoto)

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri gelombang bunyi, diantaranya:

1. Ada Sumber Bunyi

Hal yang utama menjadi ciri-ciri gelombang bunyi adalah adanya sumber bunyi. Sumber bunyi berasal dari benda yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan bunyi. Biasanya bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar atau bergerak, dan diperoleh bunyi yang dapat didengar.

2. Membutuhkan Medium Rambat

Gelombang bunyi harus melewati medium tertentu agar dapat merambat. Medium gelombang bunyi untuk merambat bisa berupa benda dengan wujud padat, cair, maupun gas (melalui udara). Tanpa ketiga jenis medium tersebut maka bunyi tidak akan merambat dan tidak dapat didengar.

3. Dapat Dipantulkan

Gelombang bunyi dapat dipantulkan atau direfleksikan, ini merupakan ciri-ciri gelombang bunyi. Gelombang bunyi yang dipantulkan dapat didengar ketika bunyi gema atau gaung. Keduanya membuat bunyi memantul yang diakibatkan karena mengenai permukaan benda yang sangat keras.

4. Dapat Dibiaskan

Selain dapat dipantulkan, gelombang bunyi juga dapat dibiaskan atau dibelokkan. Fenomena ini dapat dilihat ketika ada petir, suaranya akan terdengar lebih keras pada malam hari. Sebab suhu udara malam hari di bagian bawah lebih dingin daripada suhu di atmosfer.

5. Dapat Dipadukan

Ciri-ciri gelombang bunyi yang lainnya yaitu dapat dipadukan atau disebut interferensi. Contohnya saja dalam hal ini yaitu ketika dua pengeras suara dihubungkan ke sebuah generator sinyal, maka keduanya dapat berfungsi sebagai sumber bunyi yang koheren.

6. Dapat Dilenturkan

Difraksi atau pelenturan juga dapat terjadi pada gelombang bunyi. Peristiwa pelenturan gelombang bunyi terjadi ketikat bunyi melewati celah yang sempit. Pelenturan gelombang dapat terjadi akibat melewati celah sempit karena gelombang bunyi memiliki panjang yang rentangnya mulai dari sentimeter hingga beberapa meter, pada celah sempit gelombang akan mudah dilenturkan.

7. Tidak Terdengar di Ruang Hampa

Salah satu ruang hampa yang banyak dikenal adalah luar angkasa. Di luar angkasa tidak ditemukan bunyi, hal ini disebabkan luar angkasa merupakan ruang hampa. Gelombang bunyi tidak dapat merambat karena tidak ada medium perantara. Sehingga bunyi tidak akan terdengar pada luar angkasa.

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

8. Kecepatan Rambat Dipengaruhi Medium

Bunyi yang merambat memiliki kecepatan, cepat rambat dari bunyi dipengaruhi oleh suhu dan massa pada medium yang dilaluinya. Berdasarkan cepat rambatnya, bunyi akan lebih cepat terdengar apabila melalui medium zat padat, namun saat melalui medium zat cair dan gas cepat rambat bunyi akan lebih lambat. Sebab kerapatan partikel zat padat lebih rapat daripada benda cair dan gas.

9. Dapat Beresonansi

Ciri-ciri gelombang bunyi selanjutnya yaitu dapat beresonansi. Artinya klasifikasi benda yang dilewati oleh gelombang bunyi dapat ikut bergetar dan bahkan memiliki frekuensi yang sama dengan sumber bunyi dimana ia berasal dari benda yang sebelumnya.

10. Gelombang Longitudinal

Gelombang bunyi termasuk kedalam gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah perambatannya searah dengan getaran partikel. Dapat juga disebut sebagai arah gerakan medium gelombang itu sama, atau berlawanan dengan arah perambatan gelombang.

11. Gelombang Mekanik

Gelombang bunyi juga termasuk gelombang mekanik. Artinya gelombang mekanik merambat hanya pada medium tertentu saja. Oleh karena itu, ciri ini sangat sesuai dengan gelombang bunyi yang membutuhkan medium sebagai perantara.

12. Memiliki Frekuensi

Setiap gelombang bunyi yang merambat memiliki frekuensi. Satuan frekuensi gelombang bunyi yaitu Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, gelombang bunyi dibedakan menjadi 3 jenis yaitu audiosonik (20 sampai dengan 20.000 Hz), infrasonik (di bawah 20 Hz), dan ultrasonik (di atas 20.000 Hz).

13. Memiliki λ, A, T, f, dan v

Ciri-ciri gelombang yang berikutnya yaitu memiliki λ, A, T, f, dan v. Panjang gelombang (λ) merupakan jarak yang ditempuh gelombang dalam satu periode. Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum dari kedudukan kesetimbangan. Periode (T) adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu panjang gelombang. Frekuensi (f) adalah banyaknya getaran yang per satuan waktu. Cepat rambat (v) gelombang yaitu besar jarak tempuh gelombang dalam interval waktu tertentu.

14. Pelayangan

Pelayangan bunyi adalah dua bunyi keras atau dua bunyi lemah yang terjadi secara berurutan. Jika kedua gelombang bunyi merambat bersamaan, bunyi paling kuat akan dihasilkan saat fase keduanya sama. Jika kedua getaran berlawanan fase, maka akan menghasilkan bunyi paling lemah.

Klasifikasi Gelombang Bunyi

Ilustrasi Lumba-lumba (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Lumba-lumba (Sumber: Pixabay)

Suatu bunyi dapat didengar oleh manusia karena memiliki 3 hal, yaitu adanya sumber bunyi, adanya medium rambat bunyi, dan frekuensinya yang berada antara 20 Hz – 20.000 Hz (audiosonik). Tidak hanya manusia, semua makhluk hidup juga dapat mendengar bunyi. Berdasarkan frekuensinya, gelombang bunyi diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Infrasonik

Merupakan bunyi yang memiliki frekuensi < 20 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh hewan seperti jangkrik, laba-laba, gajah, anjing, dan lumba-lumba.

2. Audiosonik

Merupakan bunyi yang memiliki frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh manusia.

3. Ultrasonik

Merupakan bunyi yang memiliki frekuensi > 20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel