14 Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh, Bantu Jaga Kesehatan Tulang

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Segudang manfaat sayur brokoli bagi tubuh jangan sampai dilewatkan begitu saja, ya. Brokoli adalah sayuran hijau yang masih bersaudara dekat dengan kembang kol dan kangkung. Dikenal kaya nutrisi karena di dalam sayur brokoli ada 72 persen vitamin C dari Angka Kecukupan Gizi harian.

Selain vitamin C, sekitar 90 persen sayur brokoli tersusun dari air, 7 persen karbohidrat, dan 3 persen protein. Manfaat sayur brokoli bagi tubuh manusia didukung pula dengan aneka senyawa tumbuh-tumbuhan di dalamnya. Ada sulforaphane, karotenoid, kaempferol, quercetin, dan indole-3-carbomol.

Berbagai kandungan dan senyawa dalam sayur brokoli ini bisa didapat ketika dikonsumsi. Misalnya saja dengan mengolah sayur brokoli menjadi berbagai menu masakan atau jus. Nah, manfaat sayur brokoli bagi tubuh yang dimaksudkan bisa mencegah kanker, mengontrol kolesterol, menjaga tulang, mata, kulit, sampai rambut pengonsumsinya.

Berikut Liputan6.com ulas manfaat sayur brokoli bagi tubuh dari berbagai sumber, Kamis (7/1/2021).

Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh

Ilustrasi sel kanker | Klikdokter
Ilustrasi sel kanker | Klikdokter

Menurunkan Risiko Kanker

Sayuran brokoli mengandung berbagai antioksidan yang mampu membantu mencegah jenis kerusakan sel akibat kanker. Salah satunya adalah sulforaphane.

Beberapa ilmuwan telah menyarankan sayur silangan seperti brokoli dapat berperan untuk membantu mencegah kanker.

Selain itu, penelitian dari 2019 menunjukkan bahwa sayuran ini juga mengandung indole-3-carbinol yaitu senyawa yang mungkin memiliki sifat antitumor yang kuat.

Meningkatkan Kesehatan Tulang

Kalsium dan kolagen bekerja sama untuk membentuk tulang yang kuat. Lebih dari 99 persen kalsium tubuh ada di tulang dan gigi. Tubuh juga membutuhkan vitamin C untuk menghasilkan kolagen. Keduanya hadir dalam sayur brokoli.

Selain itu, vitamin K berperan dalam pembekuan darah, tetapi beberapa ahli menyarankan bahwa itu dapat membantu mencegah atau mengobati osteoporosis. Seseorang dengan kadar vitamin K rendah mungkin lebih mungkin mengalami masalah dengan pembentukan tulang, sedangkan yang mendapatkan cukup vitamin K dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), secangkir brokoli dengan berat sekitar 76 gram (g) mengandung 3 hingga 3,5 persen dari kebutuhan harian seseorang akan kalsium, 45–54 persen dari kebutuhan harian akan vitamin C, dan 64–86 persen kebutuhan harian mereka akan vitamin K, tergantung pada usia dan jenis kelamin.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Vitamin C adalah antioksidan yang dapat memberikan berbagai manfaat. Salah satunya mendukung sistem kekebalan dan dapat membantu mencegah kanker, penyakit kardiovaskular (CVD), katarak, dan anemia.

Meski dalam bentuk suplemen, brokoli juga dapat membantu mengurangi gejala flu biasa dan mempersingkat waktu pilek berlangsung. Manfaat sayur brokoli bagi tubuh ini dapat dirasakan karena kandungan antioksidannya yang tinggi.

Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh

Ilustrasi sendi nyeri | (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi sendi nyeri | (Sumber: Pixabay)

Mengurangi Peradangan Sendi

Manfaat brokoli berdasarkan penelitian, dapat berperan sebagai anti karsinogen, antiviral, antibakterial, sulforaphane yang dapat mengurangi peradangan sendi.

Studi dilakukan pada hewan yang diberi diet tinggi sulforaphane. Sulforaphane adalah salah satu zat yang ada pada brokoli. Hasilnya, ditemukan fakta risiko kerusakan tulang rawan dan sendi lebih rendah. Sulfur tersebut diduga menghambat enzim yang menyebabkan peradangan pada tulang dan sendi.

Rutin mengonsumsi brokoli baik untuk mengurangi risiko osteoporosis, kandungan kalsium dan vitamin K membantu tulang tetap terjaga.

Meningkatkan Kesehatan Kulit

Vitamin C membantu tubuh memproduksi kolagen yang merupakan sistem pendukung utama untuk sel dan organ tubuh, termasuk kulit.

Sebagai antioksidan, vitamin C dapat membantu mencegah kerusakan kulit, termasuk kerutan akibat penuaan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin C dapat berperan dalam mencegah atau mengobati kondisi kulit seperti herpes zoster dan kanker kulit.

Selain itu, mengonsumsi secangkir brokoli cincang mampu memenuhi 135 persen kebutuhan harian tubuh vitamin C. Vitamin C berguna untuk merangsang produksi kolagen, menjadikan kulit kencang, lentur dam tampak muda.

Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh

Ilustrasi mata | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi mata | Credit: pexels.com/pixabay

Menjaga Kesehatan Mata

Tidak hanya wortel saja yang mampu menjaga kesehatan mata, Brokoli pun mampu menjaga kesehatan mata. Hal ini disebabkan karena brokoli kaya akan sumber vitamin A.

Sumber vitamin A yang ada pada borkoli mampu membantu retina menyerap cahaya, juga dapat mencegah dan menurunkan risiko terjadinya katarak. Rutin mengonsumsinya menjadi rekomendasi sederhana menjaga kesehatan mata.

Menjaga Kesehatan Rambut

Brokoli kaya nutrisi, seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, kalsium, zat besi, protein, dan seng. Mengonsumsi brokoli baik untuk menutrisi kulit kepala dan batang rambut.

Kandungan antioksidan yang terkandung dapat melindungi folikel rambut dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

Di samping itu, brokoli mampu meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala dan dengan begitu, meningkatkan pertumbuhan rambut. Kulit kepala yang kurang sehat rentan terhadap masalah, seperti rambut rontok dan rambut bercabang.

Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh

Ilustrasi Gangguan Pencernaan | Credit: unsplash.com/Ksenia
Ilustrasi Gangguan Pencernaan | Credit: unsplash.com/Ksenia

Mencegah Kanker Prostat

Manfaat brokoli atau Brassica oleracea dipercaya mampu mencegah kanker, salah satunya kanker prostat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang mengonsumsi brokoli, memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Bukan tanpa alasan, manfaat sayur brokoli bagi tubuh ini berasal dari kandungan sulforaphane. Sulforaphane merupakan senyawa terbanyak yang ada di dalam tanaman brokoli. Senyawa ini dipercaya mampu menurunkan risiko seseorang mengalami kanker prostat.

Selain kanker prostat, brokoli memiliki manfaat dalam mengecilkan prostat yang sudah membesar. Penderita kanker prostat disarankan mengonsumsi brokoli sedikitnya empat porsi per minggu supaya memberikan efek yang signifikan.

Menjaga Saluran Pencernaan

Serat makanan dapat membantu mencegah sembelit, menjaga kesehatan saluran pencernaan, dan menurunkan risiko kanker usus besar. Berbagai manfaat ini dapat dimiliki ketika seseorang mengonsumsi sayur brokoli.

Pada 2015, uji coba skrining menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat tertinggi cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena kanker kolorektal dibandingkan mereka yang mengonsumsi sedikit serat. Secangkir brokoli sebanyak 76 g menyediakan 5,4 hingga 7,1 persen dari kebutuhan serat harian seseorang.

Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh

Ilustrasi Diabetes | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Diabetes | Credit: pexels.com/pixabay

Mengurangi Peradangan

Ketika sistem kekebalan tubuh sedang diserang, peradangan dapat terjadi. Menurut sebuah studi tahun 2014, brokoli mungkin memiliki efek anti-inflamasi.

Para ilmuwan menemukan efek antioksidan sulforaphane dalam brokoli membantu mengurangi penanda peradangan.

Lalu, dalam studi tahun 2018, 40 orang sehat dengan kelebihan berat badan mengonsumsi 30 gram kecambah brokoli per hari selama 10 minggu. Pada akhir masa penelitian, para peserta mengalami tingkat peradangan yang lebih rendah secara signifikan.

Menurunkan Risiko Diabetes

Penelitian dari 2017 menunjukkan makan brokoli dapat membantu penderita diabetes tipe 2 mengelola kadar gula darah mereka. Manfaat sayur brokoli bagi tubuh ini berasal dari kandungan sulforaphane-nya.

Selain itu, satu ulasan tahun 2018 menemukan orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan sedikit serat. Serat juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Manfaat Sayur Brokoli bagi Tubuh

Ilustrasi jantung | Sumber : Freepik
Ilustrasi jantung | Sumber : Freepik

Membantu Detoktifikasi Tubuh

Kaya akan serat, manfaat brokoli dapat membuang racun melalui saluran pencernaan. Brokoli yang juga kaya antioksidan mampu membantu detoksifikasi tubuh secara keseluruhan. Jadi mengonsumsinya secara rutin memang sangat dianjurkan.

Sayuran ini termasuk fitonutrien khusus yang membantu proses detoksifikasi tubuh. Fitonutrien ini sebenarnya bukan zat yang harus dipenuhi kebutuhannya oleh tubuh, namun dengan adanya fitonutrien pada tubuh maka fungsi organ dan sistem tubuh akan sangat terdukung.

Melindungi Kesehatan Jantung

Serat, kalium, dan antioksidan dalam brokoli dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Sebuah studi populasi tahun 2018 menunjukkan wanita tua yang dietnya kaya sayuran seperti brokoli memiliki risiko aterosklerosis yang lebih rendah.

Ini adalah kondisi yang mempengaruhi arteri penyebab serangan jantung atau stroke. Manfaat sayur brokoli bagi tubuh ini berasal dari kandungan antioksidan khususnya sulforaphane.

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk meningkatkan asupan kalium sambil menambahkan lebih sedikit natrium pada makanan. Ini melemaskan pembuluh darah dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan masalah kardiovaskular lainnya.

Melawan Radikal Bebas

Untuk melawan radikal bebas, salah satunya bisa dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Vitamin C adalah salah satu anti-oksidan bentuk dalam tubuh. Vitamin ini dapat didapatkan dari sayuran brokoli.

Vitamin C yang ada dalam brokoli mampu melawan radikal bebas agar dapat terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu, vitamin C adalah antihistamin yang efektif untuk meredakan flu. Mengonsumsi brokoli menjadikanmu lebih kuat beraktivitas di bawah terik matahari dan polusi seharian karena efek radikal bebasnya.