14 Penyebab Bruntusan di Jidat, Perhatikan Kebersihan Kulit

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab bruntusan di jidat bisa dipicu sejumlah hal. Bruntusan merupakan bintik atau bentol kecil di kulit. Penyebab bruntusan di jidat bisa membuat kulit terlihat bertekstur dan kasar.

Bruntusan bisa muncul di mana saja. Terkadang, bruntusan sering muncul di jidat. Sejumlah kondisi kulit bisa menjadi penyebab bruntusan di jidat. Selain kondisi kulit, penyebab bruntusan di jidat bisa dipicu oleh faktor kebersihan kulit.

Mengetahui penyebab bruntusan di jidat, bisa membantu mengatasi kondisi yang ada. Meski penyebab bruntusan di jidat tidak berbahaya, tekstur yang kasar bisa memengaruhi tampilan kulit. Berikut penyebab bruntusan di jidat, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(22/11/2021).

Penyebab bruntusan secara umum

Penyebab bruntusan secara umum/pexels
Penyebab bruntusan secara umum/pexels

Dermatitis kontak iritan

Reaksi kulit non alergi ini terjadi ketika suatu zat merusak lapisan pelindung luar kulit. Dermatitis kontak iritan bisa menimbulkan gejala seperti bruntusan pada wajah. Dermatitis kontak iritan berkembang dari paparan bahan iritan seperti pemutih, alkohol gosok, air, dan deterjen. Iritasi lainnya termasuk pestisida, pupuk, dan debu dari kain.

Komedo

Komedo menjadi kemungkinan besar penyebab bruntusan secara umum. Komedo khususnya komedo putih merupakan penyebab paling umum dari bruntusan. Komedo disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, minyak, dan bakteri dalam satu pori-pori. Tersumbatnya pori-pori ini sering terjadi di jidat karena ia merupakan area T yang rentang berminyak.

Penyebab bruntusan secara umum

Ilustrasi Penyebab bruntusan secara umum  Credit: pexels.com/Anne
Ilustrasi Penyebab bruntusan secara umum Credit: pexels.com/Anne

Keratosis pilaris

Keratosis pilaris juga dikenal dengan kulit ayam. Kondisi ini bisa menjadi penyebab bruntusan secara umum dan bisa muncul di jidat. Keratosis pilaris ditandai dengan kulit kasar dengan bintik-bintik kecil seperti kulit ayam yang dicabuti bulunya. Keratosis pilaris disebabkan oleh penumpukan keratin, protein rambut, di pori-pori. Keratin rambut tubuh bisa tersumbat di pori-pori, menghalangi pembukaan folikel rambut yang sedang tumbuh.

Milia

Milia adalah penyebab bruntusan selanjutnya. Milia disebabkan oleh protein kulit yang disebut keratin yang tertahan di kulit. Mereka muncul sebagai benjolan kecil berwarna putih seperti mutiara atau kuning di permukaan kulit. Milia paling sering muncul pada bayi. Kondisi ini memengaruhi hingga 50 persen di antaranya.

Penyebab bruntusan secara umum

Penyebab bruntusan secara umum Credit: pexels.com/pixabay
Penyebab bruntusan secara umum Credit: pexels.com/pixabay

Folikulitis

Pada awalnya folikulitis mungkin terlihat seperti bruntusan dengan benjolan merah kecil atau jerawat berkepala putih di sekitar folikel rambut. Seiring waktu, ini dapat menyebar ke folikel rambut terdekat dan berkembang menjadi luka berkerak. Folikulitis sering muncul di wajah, lengan, tungkai, bokong, alat kelamin, dada, punggung, dan kepala.

Rosacea

Rosacea adalah penyakit kulit yang menyebabkan kemerahan dan benjolan seperti bruntusan. Biasanya memengaruhi wajah, termasuk dahi, pipi, hidung, dan dagu. Diketahui bahwa beberapa hal dapat memperburuk gejala rosacea seperti makan makanan pedas, minum kopi atau teh panas, bakteri, hingga tungau.

Penyebab bruntusan secara umum

Ilustrasi Mengonsumsi Obat-obatan Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Mengonsumsi Obat-obatan Credit: pexels.com/Karolina

Perubahan hormon

Hormon juga bisa menjadi penyebab bruntusan yang mengarah pada jerawat. Jerawat sangat umum pada masa pubertas karena kadar hormon berfluktuasi secara signifikan selama periode ini. Lonjakan kadar hormon meningkatkan produksi minyak, yang menyebabkan jerawat dan bruntusan. Jidat adalah salah satu lokasi paling umum untuk jerawat awal ini.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan bruntusan jerawat sebagai efek samping. Contohnya termasuk steroid tertentu, antikonvulsan, barbiturat, atau litium.

Penyebab bruntusan di jidat

Ilustrasi pelembab wajah (pexels.com/Sora Shimazaki)
Ilustrasi pelembab wajah (pexels.com/Sora Shimazaki)

Minyak berlebih

Minyak berlebih bisa menjadi penyebab bruntusan di jidat. Jidat termasuk dalam area T yang rawat berminyak. Kelebihan minyak ini bisa menumpuk di kulit dan menyebabkan komedo pemicu bruntusan. Terkadang pori-pori tersumbat oleh kotoran, minyak berlebih, dan sel kulit mati. Ini kemudian juga menjadi penyebab jerawat di jidat.

Rambut berminyak

Rambut yang berminyak bisa memicu penyebab bruntusan di jidat. Rambut yang jarang dicuci dapat menyebabkan penumpukan minyak. Minyak dapat mengendap di dahi dan menyumbat pori-pori di sana. Jerawat yang disebabkan oleh produk rambut terutama sering muncul di sekitar garis rambut.

Penyebab bruntusan di jidat

Ilustrasi Kulit Wajah Berminyak Credit: pexels.com/Daniel
Ilustrasi Kulit Wajah Berminyak Credit: pexels.com/Daniel

Produk rambut

Produk rambut juga bisa menjadi penyebab bruntusan di jidat. Penataan rambut dan produk pelurus rambut terkenal menyebabkan jerawat. Ini termasuk pomade, minyak rambut, gel, dan lilin. Produk-produk ini sering mengandung bahan-bahan seperti cocoa butter atau minyak kelapa. Mereka dapat membuat kulit sangat berminyak.

Iritasi pakaian atau riasan

Penyebab bruntusan di jidat juga bisa karena iritasi bahan kimia riasan dan gesekan pakaian. Ini terutama terjadi pada kulit sensitif. Seseorang bisa bruntusan dan kemudian berjerawat setelah menggunakan merek riasan baru atau jika mengenakan topi atau ikat kepala yang mengiritasi kulit.

Penyebab bruntusan di jidat

ilustrasi produk untuk mengangkat minyak di wajah/unsplash
ilustrasi produk untuk mengangkat minyak di wajah/unsplash

Kebersihan buruk

Tidak keramas dan membersihkan wajah secara teratur dapat menyebabkan timbunan minyak di jidat dan penyumbatan yang memicu timbulnya bruntusan jerawat. Menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah timbulnya jerawat.

Biduran atau alergi

Penyebab bruntusan di jidat bisa terjadi karena biduran atau alergi. Biduran biasanya berwarna merah, merah jambu, atau berwarna daging, dan terkadang terasa perih atau sakit. Dalam kebanyakan kasus, gatal-gatal disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan atau reaksi terhadap iritan di lingkungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel