14 Penyebab Rambut Rontok Berlebih, Kenali Faktor Risikonya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab rambut rontok memiliki banyak faktor. Rambut rontok termasuk masalah yang sering dialami banyak orang. Penyebab rambut rontok bisa berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun atau terjadi secara tiba-tiba.

Rambut di kepala memiliki siklus tumbuh, rehat, dan rontok. Sangat umum bagi orang untuk kehilangan sekitar 100 rambut sehari. Namun, jika rambut rontok mulai tak terkendali, sesuatu yang tidak beres sedang terjadi pada tubuh. Ini membuat penyebab rambut rontok perlu diidentifikasi.

Penyebab rambut rontok cukup beragam. Penyebab rambut rontok bisa karena perubahan hormon, kekurangan nutrisi, hingga kesalahan merawat rambut. Mengetahui penyebab rambut rontok bisa membantu mengatasi masalahnya.

Berikut 12 penyebab rambut rontok, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(10/3/2021).

Penyebab rambut rontok

Ilustrasi Rambut Rontok Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Rambut Rontok Credit: pexels.com/pixabay

Kekurangan nutrisi

Penyebab rambut rontok yang pertama adalah kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan rambut rontok. Ini terutama kerap terjadi pada seseorang yang melakukan diet ekstrem. Asupan protein, zat besi, dan vitamin tertentu yang rendah bisa menjadi penyebab rambut rontok yang parah. Ketika tubuh mendapatkan nutrisi yang hilang dalam jumlah yang cukup, rambut dapat tumbuh kembali.

Kehamilan dan persalinan

Beberapa wanita mungkin mengalami kerontokan rambut yang berlebihan selama atau segera setelah melahirkan. Penyebab rambut rontok ini terjadi karena penurunan kadar estrogen. Jenis kerontokan rambut ini bersifat sementara dan biasanya hilang dalam waktu satu tahun atau lebih cepat.

Penyebab rambut rontok

Kerontokan rambut (Sumber: iStockphoto)
Kerontokan rambut (Sumber: iStockphoto)

Usia

Penyebab rambut rontok selanjutnya bisa disebabkan oleh proses alami penuaan. Seiring bertambahnya usia, kebanyakan orang mengalami kerontokan rambut karena pertumbuhan rambut melambat. Pada titik tertentu, folikel rambut berhenti menumbuhkan rambut. Ini menyebabkan rambut di kulit kepala menipis. Rambut juga mulai kehilangan warnanya.

Stres

Stres dapat menjadi penyebab rambut rontok yang disebut telogen effluvium. Telogen effluvium adalah suatu kondisi di mana rambut tetap berada dalam fase telogen atau pelepasan alami dari siklus pertumbuhan rambut. Beberapa orang juga memiliki kecenderungan mencabut rambut untuk menghilangkan stres.

Banyak orang mengalami penipisan rambut secara umum beberapa bulan setelah guncangan fisik atau emosional. Jenis kerontokan rambut ini bersifat sementara dan bisa membaik saat stres hilang.

Penyebab rambut rontok

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Masalah tiroid

Masalah tiroid bisa menjadi penyebab rambut rontok. Hipotiroidisme dan hipertiroidisme yang parah dan berkepanjangan dapat menyebabkan kerontokan rambut. Kerontokan rambut akibat masalah tiroid ini biasanya menyebar dan melibatkan seluruh kulit kepala.

Ketika produksi hormon terganggu, khususnya hormon T3 dan T4, ia akan memengaruhi perkembangan rambut di akar. Rambut rontok dan mungkin tidak tergantikan oleh pertumbuhan baru. Ini menyebabkan penipisan di kulit kepala dan area lain seperti alis.

Pengobatan

Pengobatan tertentu bisa menimbulkan efek samping dan menjadi penyebab rambut rontok. Contoh obat tersebut meliputi pengencer darah seperti warfarin, Accutane untuk mengobati jerawat, antidepresan termasuk Prozac dan Zoloft, beta-blocker, dan obat penurun kolesterol seperti Lopid.

Penyebab rambut rontok

Ilustrasi/copyright pixabay.com/GabiSanda
Ilustrasi/copyright pixabay.com/GabiSanda

Pil KB

Pil KB bisa menjadi penyebab rambut rontok pada wanita. Orang mungkin mengalami kerontokan rambut saat menggunakan pil KB. Seseorang juga mengalami kerontokan rambut beberapa minggu atau bulan setelah mereka berhenti meminumnya. Untuk menghindari kerontokan rambut, biasanya disarankan untuk memilih pil KB dengan indeks androgen rendah.

Infeksi kulit kepala

Infeksi kulit kepala dapat menyebabkan area bersisik dan terkadang meradang di kulit kepala. Ini bisa disebabkan oleh jamur, kutu, atau kondisi kulit tertentu. Infeksi ini biasanya juga disertai dengan gatal yang tak tertahankan.

Penyebab rambut rontok

kanker (Ilustrasi/iStockphoto)
kanker (Ilustrasi/iStockphoto)

Perawatan radiasi

Seseorang uang sedang menjalani kemoterapi atau perawatan radiasi di kepala atau leher mungkin akan mengalami kerontokan rambut. Terapi radiasi dapat menyebabkan rambut menipis atau rontok di area yang dirawat. Ini bisa terjadi beberapa minggu setelah memulai perawatan.

Penataan rambut

Penyebab rambut rontok selanjutnya adalah kesalahan saat menata rambut. Penataan rambut yang berlebihan atau gaya rambut yang membuat rambut tertarik kencang bisa menyebabkan rambut rontok. Jenis rambut ini disebut dengan traction alopecia.

Penggunaan catokan dan hair dryer bisa menjadi penyebab rambut rontok. Ini karena rambut menjadi terlalu kering dan mudah patah. Mewarnai, mengeriting, atau meluruskan rambut, juga bisa merusak rambut. Seiring waktu, kerusakan ini bisa menyebabkan rambut rontok.

Penyebab rambut rontok

Ilustrasi Sisir Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Sisir Credit: pexels.com/pixabay

Menyisir rambut saat basah

Menyisir rambut saat basah merupakan masalah sepele penyebab rambut rontok. Menyisir rambut yang basah dapat menyebabkan kerusakan besar pada rambut. Ini membuat rambut lebih rapuh dan lebih mudah rontok.

Mengikat rambut saat basah

Hindari menguncir rambut saat rambut basah. Saat basah, elastisitas rambut mencapai maksimal, jadi saat diikat rambut lebih mudah patah. Pastikan rambut benar-benar kering sebelum diikat.

Penyebab rambut rontok

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Keracunan

Keracunan perlahan dapat menjadi penyebab rambut rontok. Racun yang dapat menyebabkan rambut rontok termasuk arsenik, talium, merkuri, dan litium. Mengonsumsi vitamin A atau selenium dalam jumlah besar juga beracun dan dapat menyebabkan rambut rontok.

Infeksi menular seksual

Jika tidak diobati, infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan kerontokan rambut. Sifilis misalnya, jika tidak ditangani, sifilis dapat menyebabkan rambut rontok tidak merata di kulit kepala, alis, jenggot, dan tempat lain. IMS lain juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.