14 RT di Jakarta Utara Tergenang Banjir Rob

·Bacaan 1 menit
Kendaraan bermotor melintasi jalan yang tergenang air rob (banjir pasang air laut) di Kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Banjir rob di Pelabuhan Muara Baru tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem serta pasangnya air laut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Kendaraan bermotor melintasi jalan yang tergenang air rob (banjir pasang air laut) di Kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Banjir rob di Pelabuhan Muara Baru tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem serta pasangnya air laut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir rob kembali terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta Utara. Ada 14 RT yang terdampak luapan air laut itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat, tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir rob tersebut.

"Info banjir 17 November pukul 12.00 WIB tidak ada pos pengungsian, tidak ada pengungsi," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Mohammad Insyaf, Selasa (17/11/2020).

Keempat belas RT yang terdampak banjir rob tersebar di beberapa kelurahan. Yaitu, Kelurahan Marunda dengan ketinggian 10 - 30 cm dan 3 RT terdampak.

Tidak ada jalan tergenang

Kelurahan Kapuk Muara, ketinggian 10 - 30 cm dan 4 RT terdampak. Kelurahan Penjaringan dengan ketinggian 10 - 30 cm dan 1 RT terdampak.

Kelurahan Pluit dengan ketinggian 10 - 30 cm dan 3 RT terdampak. Kemudian Kelurahan Ancol dengan ketinggian 10 - 30 cm dan 3 RT terdampak.

Insyaf menambahkan, kendati terjadi banjir rob, tidak ada jalan yang tergenang.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: