140 Negara Sudah Vaksinasi 10 Persen Warganya, Termasuk Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut, saat ini sekitar 140 negara sudah memvaksinasi COVID-19 10 persen warganya, termasuk Indonesia. Indonesia pun telah menyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin.

"WHO telah menetapkan target vaksinasi global setidaknya 10 persen populasi tiap negara pada akhir bulan ini," kata Retno saat menyambut kedatangan vaksin tahap ke-48 pada Kamis, 2 September 2021.

"Kemudian 40 persen populasi tiap negara pada akhir 2021 dan 70 persen populasi tiap negara pada pertengahan 2022."

Namun, menurut Retno Marsudi, progres vaksinasi COVID-19 yang terjadi di tiap negara dan kawasan sangat berbeda. Data Global Dashboard for Vaccine Equity, 57,34 persen penduduk dengan negara berpendapatan tinggi (high-income countries) telah divaksinasi.

Angka tersebut jauh di atas 2,14 persen penduduk dari negara berpendapatan rendah (low-income countries).

"Dirjen WHO telah mengingatkan akses dan distribusi vaksin yang tidak merata akan menciptakan dangerous divergence (bahaya terpecah-belah) dalam hal tingkat kelangsungan hidup dari COVID-19 dan pemulihan ekonomi," terang Retno.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Komitmen Negara Berbagi Vaksin COVID-19

Petugas kesehatan menyutikkan vaksin covid-19 kepada seorang pelajar di Gudang Darurat Nasional Palang Merah Indonesia, Jakarta, Kamis (15/7/2021). PMI turut menggelar vaksinasi massal untuk mempercepat pencapaian target pemerintah untuk mewujudkan kekebalan komunitas. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas kesehatan menyutikkan vaksin covid-19 kepada seorang pelajar di Gudang Darurat Nasional Palang Merah Indonesia, Jakarta, Kamis (15/7/2021). PMI turut menggelar vaksinasi massal untuk mempercepat pencapaian target pemerintah untuk mewujudkan kekebalan komunitas. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Laporan terbaru The Economist Intelligence Unit menyebutkan, lambatnya vaksinasi COVID-19 global akan menggerus GDP global sebesar USD 2.3 triliun pada 2022-2025.

Sebanyak 65,6 persen, di antaranya terjadi di negara berkembang dan 73 persen di kawasan Asia-Pasifik.

Oleh karena itu, pekan lalu, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, pemimpin IMF, World Bank, WHO, dan WTO mengeluarkan Joint Statement yang meminta negara-negara memenuhi komitmen untuk berbagi dosis vaksin COVID-19.

"Statement juga soal menghapus restriksi ekspor dan hambatan perdagangan terkait bahan produksi vaksin COVID-19," ungkapnya melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Infografis Abai Gejala Covid-19 pada Anak Picu Kematian

Infografis Abai Gejala Covid-19 pada Anak Picu Kematian (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Abai Gejala Covid-19 pada Anak Picu Kematian (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel