140 siswa di Cilincing dapat pemeriksaan mata dari program IPC TPK

Sebanyak 140 siswa kelas 1-6 Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Mubasyirin Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan pemeriksaan mata secara gratis dari anak usaha Badan Usaha Milik Negara, PT Pelindo (Persero), yakni IPC Terminal Petikemas (TPK).

Sebagian siswa juga mendapatkan kacamata sesuai dengan hasil pemeriksaan optik di ruang kelasnya.

Direktur Utama IPC TPK, Wahyu Hardiyanto di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, mengatakan, pihaknya selaku operator Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen membantu siswa-siswi melihat lebih jelas sebagai kontribusi positif bagi lingkungan sekitar pelabuhan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

"Kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar-mengajar menjadi lebih optimal khususnya bagi peserta didik dengan keterbatasan ekonomi menjadi kendala untuk meningkatkan kualitas belajar,” ujar Wahyu.

Kegiatan pemeriksaan itu melibatkan sejumlah optik di kawasan Tanjung Priok.

Sebagai bagian dari rangkaian hari jadi ke-9 IPC TPK pada 10 Juli mendatang, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional di bulan Mei lalu, IPC TPK menetapkan sasaran utama dari pemberian kacamata gratis adalah siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA sederajat yang tidak mampu dan/atau berprestasi.

Baca juga: IPC resmikan sistem operasi Terminal Nusantara dan satu tagihan

“IPC TPK peduli terhadap kesulitan para generasi penerus, dalam hal ini siswa yang memiliki gangguan penglihatan (minus, plus, silindris dan lain sebagainya)," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, tanggung jawab sosial pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan menjadi kunci pencapaian "Sustainable Development Goals" (SDGs) yang akan memperkuat bisnis perusahaan.

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Mubasyirin, Sumiati menilai aksi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) IPC TPK itu dapat membantu siswa lebih fokus mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen setelah hampir dua tahun pandemi COVID-19 yang mengharuskan sekolah menggelar kegiatan belajar-mengajar secara daring.

Berdasarkan hasil pemeriksaan mata, siswa yang terindikasi rabun jauh dan memiliki kebutuhan alat bantu membaca yang selanjutnya akan diberikan kacamata gratis berjumlah 97 orang.

Secara simbolis, Corporate Secretary & Hubungan Eksternal IPC TPK, Amanda Maulina menyerahkan bantuan kacamata gratis kepada Sumiati.

“Kami sangat menyambut baik atas program pembagian kacamata gratis yang diberikan IPC TPK. Karena dengan bantuan ini sangat membantu peserta didik dalam aktivitas Pembelajaran Tatap Muka 100 persen," ujar Sumiati.

Baca juga: IPC dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok luncurkan Single TID

Di samping itu, bantuan ini menjadi bantuan pertama dalam dua tahun terakhir saat pandemi COVID-19.

Tidak hanya di bidang pendidikan, program TJSL IPC TPK juga disalurkan dalam bentuk bantuan untuk warga yang terkena bencana alam dan non-alam.

Program TJSL IPC TPK yang dirancang mengacu pada ISO 26000 memiliki tiga aspek utama, yakni lingkungan hidup, sosial ekonomi dan tata kelola.
​​​​​​​
Implementasinya mengacu pada visi TJSL untuk mewujudkan optimalisasi kegiatan operasional pelabuhan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi serta menciptakan keberlanjutan ekonomi, sosial dan teknologi serta selaras dengan alam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel