15.564 Buruh Migran Pulang ke Sumut, 18‎2 Orang Positif COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA - Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat buruh migran yang merantau ke sejumlah negara yang memilih pulang ke kampung halamannya di Sumut. Karena, pandemi COVID-19 sebanyak 15.564 orang.

Data tersebut berdasarkan buruh migran yang masuk ke Sumut dari jalur resmi, sejak 2 Januari hingga 2 Juni 2021. Dari total itu, 293 orang yang menjalani isolasi.

Kepulangan para Warga Negera Indonesia (WNI) ini membuat Satgas COVID-19 Sumut bekerja ekstra untuk memutus penyebaran virus corona.

Para petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Kualanamu Internasional Airport, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, harus melakukan screening kepada setiap orang yang masuk dari Bandara pengganti Bandara Polonia, Medan.

Baca juga: COVID-19 di Kudus Melonjak, Masyarakat Diminta di Rumah Saja Dua Hari

Seluruh buruh migran yang masuk harus menjalani karantina sebelum akhirnya pulang ke rumah. Mereka akan dikarantina selama lima hari di sejumlah tempat yang sudah disediakan di Kota Medan.

Namun, khusus yang baru pulang dari Filipina dan India harus menjalani isolasi selama 14 hari. Mengingat tingginya angka penularan dengan varian baru, khususnya di India.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Nelly Fitriani, menjelaskan dari belasan ribuan buruh migran itu, terdapat 182 orang terpapar COVID-19. Berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR.

“Ada yang dinyatakan positif COVID-19 saat tes kedua. Rata-rata yang terpapar adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Kita langsung merujuk WNI yang terpapar COVID-19 ke RS Haji dan RS GL Tobing. Mereka akan menjalani isolasi selama 10 hari,” kata Nelly kepada wartawan, Jumat, 4 Juni 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel