15 Contoh Kata Kerja Mental dalam Kalimat, Pahami Pengertiannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Contoh kata kerja mental penting diketahui. Kata kerja adalah verba yang menggambarkan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek kalimat. Ada banyak jenis kata kerja, termasuk kata kerja mental.

Contoh kata kerja mental ini bisa membantu mengidentifikasikan suatu kalimat. Dalam kalimat atau frasa, contoh kata kerja mental umumnya menjadi predikat. Contoh kata kerja mental memberikan makna yang terhubung dengan kemampuan sensorik, memutuskan, memahami dan merencanakan.

Contoh kata kerja mental bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kata kerja mental juga bisa diidentifikasi dari ciri-cirinya. Berikut contoh kata kerja mental, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (11/4/2021).

Mengenal kata kerja mental

Ilustrasi Membaca Kamus Credit: unsplash.com/Priscilla
Ilustrasi Membaca Kamus Credit: unsplash.com/Priscilla

Kata kerja atau kata verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Dengan kata lain, kata kerja menggambarkan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek kalimat. Kata kerja mental adalah kata kerja yang menyatakan tindakan, keberadaan, dan sikap.

Kata kerja mental adalah kata kerja yang memiliki makna terkait dengan pemahaman, penemuan, perencanaan, atau keputusan. Kata kerja mental memiliki fungsi utama sebagai predikat atau inti predikat dalam kalimat walaupun dapat memiliki fungsi yang lain. Kata kerja mental juga merupakan karakteristik yang menunjukkan sikap penulis. Selain itu kata kerja mental termasuk kedalam bagian dari kalimat verbal aktif transitif maupun kalimat verbal aktif intransitif. .

Menurut Kosasi, kata kerja mental merupakan kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, dan menunjukkan respon atau sikap seseorang terhadap suatu kejadian. Contoh kata kerja mental bisa ditemui dalam kalimat sehari-hari.

Contoh kata kerja mental

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Namera
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Namera

Contoh kata kerja mental termasuk tahu, berpikir, belajar, memahami, merasakan, menebak, mengenali, memperhatikan, ingin, berharap, berharap, memutuskan, mengharapkan, memilih, mengingat, melupakan, membayangkan, percaya, dan masih banyak lagi. Contoh kata kerja mental ini juga dipengaruhi oleh konteks kalimatnya.

Berikut contoh kata kerja mental dalam kalimat:

- Ani menikmati makan malam yang dibuat neneknya.

- Budi sedih ketika kucingnya hilang.

- Tini ikhlas uangnya hilang di pasar.

- Mail menerima uang penjualan ayam gorengnya.

- Adik Rina menangis setelah makanannya jatuh.

- Bobi tertawa ketika melihat acara komedi.

- Ayah menyukai kado ulang tahun dari anak-anaknya.

- Tono bersemangat berangkat ke sekolah di hari pertamanya.

- Heri memarahi adiknya yang mencuri uangnya.

- Nasrul memikirkan kejadian memalukannya minggu lalu.

- Surti bahagia saat mendapat undian mobil.

- Endang mengharapkan anaknya menjadi orang sukses.

- Bahrun setuju rumahnya menjadi tempat rapat.

- Nina percaya pacarnya tak akan menghianatinya.

- Ali mengenali Dono saat sedang di keramaian konser

Jenis-jenis kata kerja lainnya

Ilustrasi Membaca Buku Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Buku Credit: freepik.com

Kata kerja transitif

Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objek. Kalimat dengan kata kerja transitif tidak akan menjadi kalimat efektif tanpa kehadiran objek.

Kalimat yang mengandung kata kerja transitif bisa dirubah menjadi kalimat pasif. Contoh dari kata ini adalah menendang, menjaga, memakan, dan lain sebagainya.

Contoh kalimat:

"Ibu memasak nasi" (aktif) bisa di ubah menjadi kalimat pasif menjadi "Nasi dimasak ibu"

Kata kerja intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap. Artinya, kalimat dengan kata kerja intransitif sudah efektif tanpa pelengkap seperti objek atau kata keterangan.

Kalimat masih memiliki makna walau tanpa objek pelengkap. Karena tidak memiliki objek, kalimat yang mengandung kata kerja intransitif tidak bisa dirubah ke dalam bentuk pasif. Contoh dari kata ini adalah tidur, pergi, makan, meliuk dan lain sebagainya.

Contoh kalimat:

Adik Menangis

Toni melamun kemarin

Jenis-jenis kata kerja lainnya

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie

Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja dimana subjeknya berposisi sebagai pelaku. Biasanya kata kerja aktif memiliki imbuhan me- atau ber-.

Contoh dari kata ini adalah meminta, memasak, menanak, bertengkar, berlari, berjalan, dan lain sebagainya.

Contoh kalimat:

Ani menyapu teras

Bapak pergi ke bengkel

Kata Kerja pasif

Kebalikan dari kata kerja aktif, kata kerja pasif ini adalah bentuk kata kerja yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan. Biasanya kata kerja aktif memiliki imbuhan di- dan ter-.

Contoh dari kata ini adalah dimakan, diminum, dipukul, dicium, tertelan, tersingkir, terlarang, dan lain sebagainya.

Contoh kalimat:

Sawah diairi oleh petani

Ternak di desa maju teracuni air limbah

Jenis-jenis kata kerja lainnya

Ilustrasi mahasiswa sedang membaca di perpustakaan (dok.unsplash/ Eliott Reyna)
Ilustrasi mahasiswa sedang membaca di perpustakaan (dok.unsplash/ Eliott Reyna)

Kata Kerja Dasar

Kata kerja dasar adalah kata kerja yang tidak memiliki imbuhan atau merupakan kata dasar baik awalan, akhiran, awalan-akhiran, ataupun sisipan. Kata kerja ini menjadi dasar pengembangan kata yang lebih besar.

Contoh dari kata ini adalah lari, acak, pukul, makan, jemur, dan lain sebagainya.

Contoh kalimat:

Kakek minum air dari kendi

Pedagang itu jual pisang seharga 5 ribu rupiah

Kata Kerja Turunan

Kata kerja turunan adalah kata kerja yang telah mendapatkan imbuhan. Kata kerja ini telah mengalami afiksasi, reduplikasi, gabungan proses atau berupa paduan leksem. Kata kerja turunan bisa dibedakan menjadi lima kelompok:

1. Bebas Afiks Wajib: kata yang harus mempunyi afiks supaya befungsi sebagai kata kerja. Jika dipisahkan dari afiksnya, maka kata ini dapat menjadi jenis kata lainnya. Contoh: melebar, mendarat, bersepeda.

2. Bebas Afiks Manasuka: kata kerja dasar yang mengalami penambahan afiks, tetapi tetap fungsinya sebagai kata kerja apabila afiks tersebut tidak dipakai. Contoh: memakai, melompat, bekerja.

3. Terikat Afiks Wajib: contohnya berjuang, mengungsi, bertemu, berpisah.

4. Reduplikasi: kata kerja yang mengalami pengulangan. Contoh: Berputar-putar, melompat-lompat, bergoyang-goyang, dan lain sebagainya.

5. Majemuk: kata kerja yang terbentuk dari dua kata yang lain selanjutnya sesudah digabungkan memberikan arti baru. Contoh: tatap muka, temu wicara, naik haji.