15 Jenis-Jenis Tanah yang Tersebar di Seluruh Indonesia, Pahami Perbedaannya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis tanah sangat beragam dan berbeda-beda di tiap daerahnya. Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang sangat kaya akan berbagai jenis tanah. Ada beragam jenis-jenis tanah dengan ciri khasnya sendiri.

Tanah sendiri merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari bahan organik dan mineral. Tanah berperan penting bagi kehidupan makhluk hidup terutama tumbuh-tumbuhan. Tanah menyediakan air dan unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup tumbuhan. Selain tanaman, banyak spesies bergantung pada tanah sebagai habitatnya.

Beragamnya jenis-jenis tanah tergantung proses pembentukan dan lokasi tanah itu sendiri. Tanah umumnya terbentuk dari bebatuan yang mengalami pelapukan. Proses pelapukan tersebut bisa berlangsung dalam waktu lama, bahkan ratusan tahun. Pelapukan batuan menjadi tanah juga dibantu beberapa mikroorganisme, perubahan suhu dan air.

Jenis-jenis tanah di tiap daerah bisa berbeda, tergantung komponen yang ada di dalamnya. Komponen dalam tanah yang baik bagi tanaman biasanya terdiri dari mineral 50%, bahan organik 5% dan air 25%. Selain itu, letak astronomis dan geografis juga berperan penting dalam pembentukan tanah.

Jadi, apa saja jenis-jenis tanah. Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, apa saja jenis-jenis tanah disertai dengan penjelasan mengenai persebarannya, Senin (26/10/2020)

Jenis-Jenis Tanah

Pemandangan Gunung Singgalang dari Cadas Merapi (foto : akbarmuhibar)
Pemandangan Gunung Singgalang dari Cadas Merapi (foto : akbarmuhibar)

1. Tanah Litosol

Tanah litosol adalah jenis tanah yang baru mengalami perkembangan dan masih baru. Jenis tanah ini terbentuk dari perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme. Untuk mengembangkan tanah ini diperlukan penanaman pohon agar mendapat mineral dan unsur hara yang cukup.

Tekstur tanah litosol ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir. Biasanya salah satu dari jenis-jenis tanah ini bisa ditemui pada daerah dengan tingkat kecuraman tinggi.

2. Tanah Aluvial

Salah satu dari jenis-jenis tanah yang umum ditemui yaitu tanah alluvial. Jenis tanah ini muncul akibat endapan lumpur yang terbawa aliran sungai. Tanah bisa ditemui di bagian hilir karena dibawa dari hulu.

Warna tanah ini biasanya cokelat hingga abu-abu. Tanah ini sangat cocok bagi pertanian seperti padi, jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya. Hal tersebut karena tekstur tanahnya lembut dan mudah diolah, sehingga tidak butuh kerja keras untuk mencangkulnya.

Di Indonesia sendiri, jenis tanah ini tersebar hampir dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.

3. Tanah Andosol

Jenis tanah andosol adalah salah satu jenis tanah vulkanik yang terbentuk karena proses vulkanisme gunung berapi. Salah satu jenis tanah ini sangat subur dan cocok untuk tanaman.

Warna tanah andosol cokelat cenderung abu. Jenis tanah ini sangat kaya mineral, unsur hara, air, serta mineral. Itulah mengapa jenis tanah ini sangat baik untuk tanaman. Tapi memang, secara persebaran, tanah ini hanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi, seperti daerah Jawa, Bali, Sumatera, dan Nusa Tenggara.

Jenis-Jenis Tanah

Pohon Jati yang meranggas, menegaskan ketandusan tanah Blora ketika musim kemarau. (foto : Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)
Pohon Jati yang meranggas, menegaskan ketandusan tanah Blora ketika musim kemarau. (foto : Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)

4. Tanah Entisol

Jenis tanah ini adalah saudara dari tanah andosol, tapi berasal dari pelapukan material yang dikeluarkan letusan gunung berapi, seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.

Karakter tanah ini sangat subur. Namun, jenis tanah ini masih sangat muda dan bisa ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi. Untuk persebarannya sendiri, tanah ini bisa ditemukan di daerah yang memiliki gunung berapi.

5. Tanah Humus

Kemudian, jenis tanah humus yang terbentuk dari pelapukan tumbuhan. Tanah ini sangat banyak mengandung unsur hara dan mineral serta sangat subur. Itulah mengapa, jenis tanah ini sangat baik digunakan cocok tanam karena kandungannya sangat subur dan baik untuk tanaman.

Tanah humus punya berbagai unsur hara dan mineral yang bersumber dari pelapukkan tumbuhan hingga warnanya cenderung kehitaman. Tanah ini bisa dengan mudah ditemui di daerah yang banyak hutan, seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, dan beberapa wilayah di Sulawesi.

6. Tanah Grumusol

Tanah grumusol dibentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Tanah ini memiliki kandungan organik yang rendah, karena banyak unsur batuan kapur. Itulah mengapa tanah ini tidak subur dan kurang cocok sebagai lokas tanam.

Dilihat dari karakter tanahnya, cenderung kering dan mudah pecah terutama, terutama saat musim kemarau serta punya warna hitam. Ph tanah ini netral hingga alkalis. Kemudian, tanah ini biasanya ada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan punya bentuk topografi datar hingga bergelombang.

Tanah ini tersebar di daerah Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun), serta Nusa Tenggara Timur. Dikarenakan tanah ini punya tekstur yang kering, maka akan sangat bagus jika ditanami vegetasi kuat seperti kayu jati.

Jenis-Jenis Tanah

Gunung kidul
Gunung kidul

7. Tanah Inceptisol

Selanjutnya, jenis tanah ini terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf. Jenis tanah ini bisa menjadi dasar dalam pembentukan hutan yang asri.

Karakter tanah ini yaitu adanya horizon kambik. Horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya, dan hal tersebut yang menjadikan sangat unik. Lokasi dengan tanah jenis ini cocok sebagai perkebunan kelapa sawit atau karet. Jenis tanah ini tersebar di daerah Sumatera, Kalimantan, dan juga Papua.

8. Tanah Latosol

Tanah latosol terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf. Ciri tanah latosol ada pada warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung serta memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ada di daerah dengan curah hujan dan kelembapan yang tinggi, atau ada di 300-1000 meter dari permukaan laut.

Sayangnya, jenis tanah latosol tidak terlalu subur, karena mengandung zat besi serta alumunium yang cukup tinggi.

9. Tanah Kapur

Tanah kapur memang berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan. Dengan begitu, tanah kapur sudah bisa disimpulkan jika memang tidak subur dan perlu dihindari untuk jenis tanaman yang butuh banyak air. Salah satu dari jenis-jenis tanah ini lebih cocok ditanami pohon jati dan jenis pohon keras lainnya.

Jenis tanah kapur banyak tersebar di daerah Gunung Kidul Yogyakarta serta di daerah pegunungan kapur yang ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Jenis-Jenis Tanah

Kondisi kanal di area konsesi perkebunan kelapa sawit di Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. (Liputan6.com / Gresi Plasmanto)
Kondisi kanal di area konsesi perkebunan kelapa sawit di Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. (Liputan6.com / Gresi Plasmanto)

10. Tanah Laterit

Jenis-jenis tanah selanjutnya yaitu tanah laterit. Jenis tanah bewarna merah bata ini mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di Indonesia, tanah ini cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama daerah desa dan perkampungan.

Tanah laterit termasuk dalam jenis tanah yang sudah berusia cukup tua, sehingga tidak cocok ditanami tumbuhan apapun. Selain itu kandungan yang ada di dalam tanah ini juga tidak cocok bagi tanaman. Tanah ini mudah ditemui di Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

11. Tanah Podsol

Di dalam tanah podsol, terdapat berbagai campuran tekstur mulai dari pasir hingga bebatuan kecil. Karakter tanah podsol antara lain tidak punya perkembangan profil, warnanya kuning dan punya tekstur pasir hingga lempung.

Kandungan organic pada jenis tanah ini sangat rendah, sebab terbentuk dari curah hujan tinggi namun suhunya rendah. Biasanya jenis tanah ini ada di Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan juga Papua. Namun bisa juga ditemui di daerah lain yang selalu basah sepanjang tahun.

12. Tanah Organosol

Tanah organosol dibentuk dari pelapukan benda organik seperti tumbuhan, gambut serta rawa. Biasanya tanah ini ada di iklim basah dan punya curah hujan tinggi. Ketebalan tanah ini rata-rata hanya 0.5 mm dan punya diferensiasi horizon yang jelas.

Selain itu, kandungan organik di dalam tanah organosol lebih dari 30% pada tanah yang teksturnya lempung, dan 20% pada tanah yang berpasir. Kandungan unsur hara tanah ini rendah dan punya tingkat kelembapan rendah (Ph 0,4) saja. Untuk menemui jenis tanah ini, biasanya bisa ditemui di daerah pantai hampir di seluruh Indonesia.

Jenis-Jenis Tanah

Ilustrasi jenis tanah Indonesia (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi jenis tanah Indonesia (Sumber: Pixabay)

13. Tanah Mergel

Jenis tanah ini juga berasal dari kapur. Tapi dicampur dengan bahan lain dan bentuknya lebih mirip pasir. Tanah mergel dibentuk dari batuan kapur, pasir, serta tanah liat. Kemudian mengalami pembentukan dengan bantuan hujan tapi tidak merata.

Jenis tanah ini cukup subur dan bisa ditanami beberapa jenis tanaman. Selain itu ada banyak mineral dan air di dalamnya. Biasanya tanah ini banyak terdapat di daerah dataran rendah, seperti Solo, Madiun, dan Kediri.

14. Tanah Oxisol

Tanah oxisol adalah jenis tanah yang kaya zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini sering ditemui di daerah tropis dari desa hingga perkotaan.

Karakter dari tanah ini antara lain memiliki solum yang dangkal dan ketebalannya kurang dari 1 meter. Warna tanah ini cenderung merah kekuningan dan punya tekstur halus seperti tanah liat. Tanah ini juga cocok dijadikan lahan perkebunan seperti tebu, nanas, pisang dan tumbuhan lainnya.

15. Tanah Liat

Tanah ini terdiri dari campuran aluminium serta silikat yang punya diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat dibentuk dari proses pelapukan batuan silika yang dilakukan asam karbonat dan sebagian diantaranya berasal dari aktivitas panas bumi. Jenis tanah ini tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia dan biasa digunakan untuk kerajinan.

Itulah tadi beragam jenis-jenis tanah yang banyak tersebar di Indonesia. Berbagai jenis tanah tersebut setidaknya bisa menjadi bahan referensi yang tepat jika ingin mencoba bercocok tanam.