15 Penyebab Perut Kembung yang Umum Terjadi, Kenali Faktornya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab perut kembung punya banyak faktor pemicu. Kembung ditandai dengan rasa penuh, ketat, atau bengkak di perut. Kembung terkadang juga bisa menyebabkan sakit perut dan ketidaknyamanan.

Penyebab perut kembung terjadi karena saluran pencernaan dipenuhi dengan udara atau gas. Kembung merupakan masalah umum yang bisa dialami siapa saja. Ada banyak penyebab perut kembung yang bisa terjadi.

Makanan tertentu, masalah pencernaan, hingga penyakit tertentu bisa jadi salah satu penyebab perut kembung. Umumnya, penyebab perut kembung bisa diatasi dengan mudah dan hilang dengan sendirinya. Mengetahui penyebab perut kembung bisa membantu mengatasinya.

Berikut penyebab perut kembung yang umum terjadi, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(16/12/2020).

Penyebab perut kembung yang umum terjadi

Ilustrasi makan (Dok.Unsplash)
Ilustrasi makan (Dok.Unsplash)

Penumpukan gas

Penumpukan gas di perut dan usus adalah salah satu penyebab perut kembung yang paling umum. Gejala lain yang mungkin termasuk bersendawa berlebihan, merasakan dorongan kuat untuk buang air besar dan merasa mual. Kembung yang disebabkan oleh gas berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga nyeri hebat. Beberapa orang menggambarkan perasaan seolah ada sesuatu yang terperangkap di dalam perut mereka.

Makan terlalu banyak

Penyebab perut kembung selanjutnya adalah makan terlalu banyak. Perut sebenarnya hanya seukuran kepalan tangan. Perut bisa meregang namun terkadang bisa membuat tubuh merasa kembung. Ini terutama jika banyak makan makanan asin dan karbohidrat.

Makan terlalu cepat

Selain makan terlalu banyak, kembung juga bisa disebabkan makan terlalu cepat. sBegitu udara melewati usus, ia bisa membuat seseorang merasa kembung. Butuh waktu 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah kenyang. Jika makan terlalu cepat, semakin banyak seseorang makan sebelum otak menerima pesannya.

Penyebab perut kembung yang umum terjadi

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Sembelit

Sembelit seringkali menjadi penyebab perut kembung. Semakin lama isi perut berada di usus besar, semakin banyak waktu bakteri harus memfermentasi apa yang ada di sana. Ini bisa menyebabkan gas dan membuat tubuh akan merasa lebih kembung.

Menstruasi

Kondisi yang disebut sindrom pramenstruasi, atau PMS, dapat membuat beberapa wanita merasa lelah, pegal, dan mudah tersinggung sekitar seminggu sebelum menstruasi. PMS juga bisa membuat tubuh menahan air, yang bisa membuat wanita merasa kembung. Penyebabnya tidak jelas, tetapi diperkirakan perubahan hormon berperan dalam kondisi ini.

Retensi cairan

Makan makanan asin, memiliki intoleransi makanan, dan mengalami perubahan kadar hormon semua dapat menyebabkan tubuh seseorang menahan lebih banyak cairan daripada yang seharusnya. Kembung kronis akibat retensi cairan dapat memiliki penyebab yang lebih serius, seperti diabetes atau gagal ginjal. Jika kembung tidak hilang, segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab perut kembung yang umum terjadi

Ilustrasi sakit perut. Image by Darko Djurin from Pixabay
Ilustrasi sakit perut. Image by Darko Djurin from Pixabay

Infeksi

Infeksi perut dapat menyebabkan gas, yang mungkin juga disertai oleh diare, muntah, mual, dan sakit perut. Ini sering disebabkan oleh bakteri seperti Escherichia coli atau Helicobacter pylori, atau infeksi virus seperti norovirus atau rotavirus.

Gastroparesis

Gastroparesis adalah kelainan yang mempengaruhi pengosongan perut normal. Pada kondisi ini otot perut berhenti bekerja dengan baik. Ini menyebabkan makanan lewat lebih lambat melalui perut dan usus. Kondisi lain, seperti diabetes atau hipotiroidisme, biasanya menyebabkan gastroparesis.

Gejala gastroparesis meliputi kembung, sembelit, merasa kenyang dengan sangat cepat saat makan, kehilangan selera makan, heartburn, mual dan muntah, rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Pertumbuhan berlebih bakteri

Pertumbuhan berlebih bakteri kecil atau Small intestinal bacterial overgrowth (SIBO). Perut dan usus adalah rumah bagi berbagai bakteri, yang banyak di antaranya membantu tubuh mencerna makanan. Mengganggu keseimbangan bakteri ini dapat menyebabkan peningkatan bakteri berbahaya yang ada di usus kecil. Ini dikenal sebagai pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil atau SIBO. SIBO dapat menyebabkan kembung, sering diare, dan dapat menyebabkan kesulitan mencerna makanan dan menyerap nutrisi.

Penyebab perut kembung yang umum terjadi

Ilustrasi Makan Bersama (pixabay.com)
Ilustrasi Makan Bersama (pixabay.com)

Intoleransi makanan

Intoleransi makanan adalah salah satu penyebab perut kembung dan sakit perut yang sangat umum. Seseorang dengan intoleransi makanan mengalami kesulitan mencerna makanan tertentu. Jenis intoleransi yang paling umum adalah intoleransi laktosa, kacang, gluten, dan lainnya.

Gangguan kronis

Gangguan usus kronis, seperti sindrom iritasi usus besar dan penyakit Crohn, juga dapat menyebabkan kembung. Penyakit Crohn menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, sedangkan sindrom iritasi usus besar sering didiagnosis ketika gejala usus kronis tidak memiliki penyebab yang jelas.

Lemak

Tubuh membutuhkan lemak untuk membuat dinding sel, jaringan saraf dan hormon. Tetapi terlalu banyak dapat membuat kembung karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya daripada jenis makanan lainnya. Itu berarti ia bertahan lebih lama di dalam pencernaan.

Penyebab perut kembung yang umum terjadi

Ilustrasi Minuman Bersoda Credit: unsplash.com/Sidral
Ilustrasi Minuman Bersoda Credit: unsplash.com/Sidral

Soda

Gelembung dalam soda dan minuman lain seperti bir, sampanye, atau seltzer diisi dengan gas. Ketika meminumnya, mereka dapat mengisi sistem pencernaan. Sebagian besar soda juga penuh dengan gula, yang bisa membuat tubuh menahan air dan merasa kembung.

Susu

Makanan seperti susu dan es krim dapat menyebabkan gas, sakit perut, dan kembung jika tubuh tidak dapat dengan mudah mencerna gula susu yang disebut laktosa.

Fruktosa

Fruktosa adalah zat semacam gula, dan lebih sulit bagi tubuh untuk memecahnya daripada jenis lainnya. Fruktosa bisa menyebabkan gas, kembung, dan nyeri. Fruktosa ada dalam banyak makanan dalam bentuk "sirup jagung fruktosa tinggi," dan itu sering ditemui secara alami di beberapa buah, serta madu, bawang merah, dan bawang putih.