15 Penyebab Perut Terasa Penuh yang Jarang Disadari Beserta Cara Mengatasinya

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Penyebab perut terasa penuh atau biasa dikenal dengan istilah perut kembung merupakan masalah umum yang sering ditemui. Kembung bisa menyebabkan perut terasa penuh, kencang, dan tidak nyaman. Perut kembung biasanya juga disertai dengan rasa sakit perut.

Penyebab perut kembung punya banyak pemicu. Sebagai besar penyebab kembung bisa bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Penyebab perut kembung yang paling utama adalah penumpukan gas.

TERKAIT: 5 Cara Mengatasi Perut Kembung saat Hamil

TERKAIT: 5 Minuman Herbal untuk Mengatasi Perut Kembung

TERKAIT: Ciri-Ciri Perut Kembung pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab perut kembung juga bisa terjadi karena kondisi medis tertentu. Namun, penyebab kembung paling sering adalah pola makan dan beberapa makanan atau bahan yang tidak bisa ditoleransi tubuh.

Untuk itu, berikut Fimela.com akan mengulas 15 penyebab perut terasa penuh yang jarang disadari beserta cara mengatasinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Perut Terasa Penuh atau Kembung

Ilustrasi Penyebab Perut Kembung Credit: pexels.com/Anne
Ilustrasi Penyebab Perut Kembung Credit: pexels.com/Anne

Sembelit

Orang yang mengalami sembelit terkadang akan merasakan kembung. Penyebab perut kembung ini terjadi karena isi perut berada terlalu lama di perut. Semakin lama isi perut berada di usus besar, semakin banyak waktu bakteri harus memfermentasi apa yang ada di sana. Ini bisa menyebabkan gas dan membuat tubuh akan merasa lebih kembung.

Gastroparesis

Gastroparesis adalah kelainan yang mempengaruhi pengosongan perut normal. Pada kondisi ini otot perut berhenti bekerja dengan baik. Ini menyebabkan makanan lewat lebih lambat melalui perut dan usus. Gejala gastroparesis meliputi kembung, sembelit, merasa kenyang dengan sangat cepat saat makan, kehilangan selera makan, heartburn, mual dan muntah, rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Asam lambung

Asam lambung dan kembung saling berkaitan. Penderita yang menderita asam lambung naik juga merasakan perut kembung, begah, dan tidak nyaman. Selain itu, mencoba melepaskan gas juga dapat memicu refluks asam.

Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang menyakitkan di lapisan lambung. Tukak lambung terjadi ketika lapisan tebal lendir yang melindungi perut dari cairan pencernaan berkurang. Hal ini memungkinkan asam pencernaan menggerogoti jaringan yang melapisi perut. Gejala yang paling umum adalah sensasi terbakar atau nyeri di bagian tengah perut antara dada dan pusar. Gejala lain dari tukak lambung adalah kembung, mual, dan merasa mudah kenyang.

Retensi cairan

Makan makanan asin, memiliki intoleransi makanan, dan mengalami perubahan kadar hormon semua dapat menyebabkan tubuh seseorang menahan lebih banyak cairan daripada yang seharusnya. Kembung kronis akibat retensi cairan dapat memiliki penyebab yang lebih serius, seperti diabetes atau gagal ginjal. Jika kembung tidak hilang, segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab Perut Terasa Penuh atau Kembung

Ilustrasi Penyebab Perut Kembung Credit: pexels.com/Gerald
Ilustrasi Penyebab Perut Kembung Credit: pexels.com/Gerald

Penumpukan gas

Penyebab perut kembung yang paling umum adalah penumpukan gas di perut dan usus. Kembung yang disebabkan oleh gas berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga nyeri hebat. Beberapa orang menggambarkan perasaan seolah ada sesuatu yang terperangkap di dalam perut mereka. Gejala lain yang mungkin termasuk bersendawa berlebihan, merasakan dorongan kuat untuk buang air besar dan merasa mual.

Menstruasi

Menstruasi merupakan penyebab perut kembung pada wanita yang umum terjadi. PMS bisa membuat tubuh menahan air, yang bisa membuat wanita merasa kembung. Penyebabnya tidak jelas, tetapi diperkirakan perubahan hormon berperan dalam kondisi ini.

Kehamilan

Saat tubuh memproduksi lebih banyak progesteron untuk mendukung kehamilan, progesteron melemaskan otot-otot di tubuh. Ini termasuk otot-otot usus. Otot usus yang bergerak lebih lambat membuat pencernaan melambat. Hal ini memungkinkan gas menumpuk, yang pada gilirannya menyebabkan kembung, bersendawa, dan perut begah.

Infeksi perut

Infeksi perut dapat menjadi penyebab perut kembung, yang mungkin juga disertai oleh diare, muntah, mual, dan sakit perut. Ini sering disebabkan oleh bakteri seperti Escherichia coli atau Helicobacter pylori, atau infeksi virus seperti norovirus atau rotavirus.

Pertumbuhan berlebih bakteri

Pertumbuhan berlebih bakteri kecil atau Small intestinal bacterial overgrowth (SIBO). Perut dan usus adalah rumah bagi berbagai bakteri, yang banyak di antaranya membantu tubuh mencerna makanan. Mengganggu keseimbangan bakteri ini dapat menyebabkan peningkatan bakteri berbahaya yang ada di usus kecil. Ini dikenal sebagai pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil atau SIBO. SIBO dapat menyebabkan kembung, sering diare, dan dapat menyebabkan kesulitan mencerna makanan dan menyerap nutrisi.

Penyebab Perut Terasa Penuh atau Kembung

Ilustrasi Penyebab Perut Kembung Credit: pexels.com/Zech
Ilustrasi Penyebab Perut Kembung Credit: pexels.com/Zech

Makan terlalu banyak

Kembung kerap terjadi ketika makan berlebihan. Perut sebenarnya hanya seukuran kepalan tangan. Perut bisa meregang namun terkadang bisa membuat tubuh merasa kembung. Ini terutama jika banyak makan makanan asin dan karbohidrat.

Makan terlalu cepat

Selain makan terlalu banyak, kembung juga bisa disebabkan makan terlalu cepat. Begitu udara melewati usus, ia bisa membuat seseorang merasa kembung. Butuh waktu 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah kenyang. Jika makan terlalu cepat, semakin banyak seseorang makan sebelum otak menerima pesannya.

Intoleransi makanan

Intoleransi makanan adalah salah satu penyebab perut kembung dan sakit perut yang sangat umum. Seseorang dengan intoleransi makanan mengalami kesulitan mencerna makanan tertentu. Jenis intoleransi yang paling umum adalah intoleransi laktosa, kacang, gluten, dan lainnya.

Gangguan kronis

Gangguan usus kronis, seperti sindrom iritasi usus besar dan penyakit Crohn, juga dapat menyebabkan kembung. Penyakit Crohn menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, sedangkan sindrom iritasi usus besar sering didiagnosis ketika gejala usus kronis tidak memiliki penyebab yang jelas.

Konsumsi banyak lemak

Terlalu banyak dapat membuat kembung karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya daripada jenis makanan lainnya. Itu berarti ia bertahan lebih lama di dalam pencernaan.

Cara Mengatasi Perut Kembung

Ilustrasi Cara Mengatasi Perut Kembung Credit: pexels.com/Rodnae
Ilustrasi Cara Mengatasi Perut Kembung Credit: pexels.com/Rodnae

Coba berjalan

Aktivitas fisik dapat membuat usus bergerak lebih teratur, yang dapat membantu melepaskan kelebihan gas dan tinja. Membuat usus bergerak sangat penting jika seseorang merasa sembelit. Berjalan-jalan dapat memberikan bantuan cepat dari tekanan gas.

Gunakan minyak esensial

Mengoleskan minyak esensial ke perut atau menghirupnya bisa membantu pelepasan gas di dalam perut.

Mandi air hangat

Mandi air hangat dapat meredakan sakit perut. Relaksasi dapat mengurangi tingkat stres yang memungkinkan saluran pencernaan berfungsi lebih efektif dan membantu mengurangi kembung.

Teh chamomile

Teh chamomile juga dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan, gas yang terperangkap, dan kembung. Minum teh chamomile sebelum makan dan sebelum tidur dapat mengurangi gejala bagi sebagian orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel