15 Penyebab Sesak Napas dan Cara Mengatasinya yang Benar

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab sesak nafas bisa beragam, mulai dari masalah paru-paru hingga masalah kesehatan lainnya. Sebagai salah satu keluhan yang cukup umum dialami banyak orang, sesak nafas bisa bersifat ringan atau bahkan sampai mengancam jiwa. Jadi, kamu perlu mengeahui penyebab keluhan satu ini terjadi padamu.

Sesak nafas sendiri merupakan kondisi ketika kamu kesulitan dalam bernapas atau tidak cukup mendapat asupan udara. Hal ini tentunya membuat seseorang yang mengalaminya merasa tidak nyaman, bahkan hal ini dapat menimbulkan masalah lainnya sesuai penyebabnya.

Penyebab sesak nafas tidak hanya karena masalah paru-paru. Permasalahan pada jantung, darah, pencernaan, hingga faktor eksternal seperti olaharaga terlalu berat, berada di suhu yang ekstrem dan ketinggian tertentu juga bisa membuat seseorang mengalami sesak nafas.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/11/2020) tentang penyebab sesak nafas.

Penyebab Sesak Napas

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Asma

Asma merupakan salah satu penyebab sesak nafas yang paling sering terjadi. Asma pada umumnya akan muncul di usia anak untuk pertama kalinya. Kondisi ini disebabkan oleh saluran udara/bronkus yang meradang. Peradangan akan membuat bronkus membengkak, menyempit, dan menghasilkan lendir banyak. Nafas akan menjadi tersengal, lebih cepat, dangkal, disertai dengan bunyi ‘ngik-ngik’. Asma bisa muncul karena udara dingin, olahraga, debu, bulu, asap, dan masih banyak lagi.

Pilek

Pilek sering kali dianggap sepele, padahal penyakit ini bisa menjadi penyebab sesak nafas yang patut diwaspadai. Hidung yang melawan bakteri akan mengeluarkan banyak ingus. Ingus inilah yang nantinya akan membuat sistem pernapasan tersumbat dan membuat seseorang sesak nafas. Kondisinya akan semakin parah jika anak mengalami demam, bersin, sakit tenggorokkan, dan badan yang lemas. Parahnya lagi jika anak sampai mengalami sinusitis.

Alergi

Alergi biasanya dipicu oleh hidung yang menghirup debu, bulu bintang, dan serbuk sari. Pada kondisi ini tubuh akan menghasilkan antibodi bernama histamin. Histamin akan bertindak melawan zat-zat yang dianggap berbahaya. Namun, sayangnya histamin seringkali berlebihan menanggapinya. Tindakan histamin inilah yang kemudian menjadi penyebab sesak nafas, hidung meler/tersumbat, mata berair, gatal, dan bersin. Kondisi ini harus diwaspadai.

Penyebab Sesak Napas

Ilustrasi Anemia Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Anemia Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Anemia

Banyak orang beranggapan anemia hanya berkaitan dengan darah. Padahal sebenarnya, anemia juga bisa menjadi penyebab sesak nafas pada orang dewasa. Ketika menderita anemia, tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Ini bisa menyebabkan seseorang merasa lelah atau lemah. Tak hanya sesak nafas, penderitanya bisa sampai pusing, sakit kepala, dan detak jantungnya tidak teratur. Untuk itu memenuhi kebutuhan zat besi sangatlah penting dilakukan.

Gagal Jantung

Masalah jantung seperti gagal jantung sering dikaitkan dengan orang-orang usia tua. Padahal, kenyataannya saat ini banyak juga orang dewasa muda yang mengalami gagal jantung akibat irama jantung yang tidak beraturan, serangan jantung dan tekanan darah tinggi yang tak terkontrol. Pada kondisi gagal jantung, sesak nafas terjadi pada saat istirahat maupun beraktivitas dan disertai juga dengan adanya pembengkakan pada kedua kaki.

GERD

Tak hanya masalah jantung dan paru-paru, penyebab sesak nafas pun berkaitan dengan pencernaan. Gangguan yang paling sering terjadi adalah GERD. GERD terjadi ketika asam bocor dari perut dan kembali ke kerongkongan. Asam lambung yang merambat ke kerongkongan dapat memasuki paru-paru, terutama saat tidur, dan menyebabkan pembengkakan saluran udara. Ini dapat menyebabkan reaksi sesak nafas atau menyebabkan pneumonia aspirasi.

Penyebab Sesak Napas

Obesitas (Sumber Pixabay)
Obesitas (Sumber Pixabay)

Obesitas

Obesitas merupakan kondisi ketika seseorang memiliki berat badan berlebihan. Obesitas pun bisa menjadi penyebab sesak nafas yang sering kali dianggap sepele. Berat badannya yang tidak seimbang akan membuat napas mudah tersengal. Hal ini berkaitan erat dengan penumpukan lemak pada perut dan dada. Pada akhirnya, penumpukan ini akan menjadi penghambat kerja otot saluran napas. Jika otot terganggu maka paru-paru akan bekerja lebih keras dan jantung pun berat untuk memompa darah.

Emboli Paru

Emboli paru merupakan penyumbatan di arteri pulmonalis. Emboli ini yang akan memasok darah ke paru-paru. Tak banyak yang mengetahui bahwa emboli paru merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular. Ada gumpalan darah yang mencegah oksigen mencapai jaringan paru-paru. Emboli paru termasuk penyebab sesak nafas yang patut diwaspadai. Emboli paru akan menimbulkan gejala sakit dada tajam, pusing, jantung berdebar, dan batuk.

PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) disebut dengan peradangan paru-paru kronis. Kondisi ini bisa menjadi penyebab sesak nafas, tepatnya ketika aliran udara terhalang dari paru-paru. Gejala yang umum dialami adalah sesak napas dalam jangka waktu yang lama (kronis). Gejala lainnya juga meliputi batuk, produksi lendir (dahak) dan mengi. PPOK bisa dipicu paparan gas atau partikel partikulat atau rokok jangka panjang.

Penyebab Sesak Napas

Pneumonia

Pneumonia bisa merupakan penyebab sesak nafas yang berkaitan dengan masalah paru-paru. Istilah populernya adalah paru-paru basah. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit. Hingga infeksi ini akan membuat peradangan pada kantung udara paru-paru. Pada kondisi ini, paru-paru penderitanya akan membengkak dan dipenuhi cairan. Parahnya, penderita bisa sampai kekurangan oksigen dalam darahnya.

Bronkiolitis

Bronkiolitis terjadi karena infeksi, yang menyebabkan beberapa penderita bisa sampai mengalami peradangan dan penyumbatan. Kondisi ini akan terjadi pada saluran pernapasan kecil sepeti bronkiolus. Bronkiolitis rentan terjadi pada anak-anak dan bayi. Gejalanya batuk kering terus-menerus, hidung tersumbat, dan demam. Pada kondisi parah gejalanya akan disertai kelesuan. Kemudian kulit anak menjadi biru/sianosis, mengi, dan napas dangkal.

Gagal Ginjal

Kondisi gagal ginjal tidak hanya menunjukkan penurunan jumlah urine, tetapi juga dapat disertai dengan keluhan sesak napas. Hal ini terjadi karena terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh terutama di paru-paru yang tidak dapat dikeluarkan oleh organ ginjal.

Penyebab Sesak Napas

Tersedak

Tersedak bisa menjadi salah satu penyebab sesak nafas, terutama pada anak. Tersedak akan membuat makanan atau minuman masuk ke saluran pernapasan anak. Jika kondisi sesak napas anak masih sulit dikenali, perhatikan ketika anak batuk tanpa gejala batuk sebelumnya. Sebaiknya segera dekati anak dan menanyakan keadaannya.

Hipotensi

Hipotensi dapat menyebabkan gangguan jantung serius dan kegagalan organ. Hal ini disebabkan karena oksigen dan nutrisi mungkin tidak mencapai organ kunci. Banyak orang dengan tekanan darah rendah tidak memiliki gejala. Namun, hipotensi yang parah bisa menyebabkan sesak napas, pusing, lelah, detak jantung tidak teratur, dan kulit pucat.

Hernia Hiatal

Hernia hiatal bisa menjadi salah satu penyebab sesak nafas. Kondisi ini terjadi ketika bagian atas perut menonjol melalui otot besar yang memisahkan perut dan dada (diafragma). Diafragma ini memiliki celah kecil (hiatus). Pada hernia hiatal, perut mendorong ke atas melalui celah itu dan masuk ke dada. Kebanyakan hernia hiatal kecil tidak menimbulkan tanda atau gejala. Tetapi hernia hiatal yang lebih besar dapat menyebabkan sesak napas, heartburn, sakit dada, perut, kesulitan menelan, dan muntah darah.

Cara Mengatasi Sesak Nafas

Ilustrasi Sesak Nafas. Credit: unsplash.com/Karla
Ilustrasi Sesak Nafas. Credit: unsplash.com/Karla

Cara mengatasi sesak nafas tentunya tidak boleh sembarangan. Kamu perlu menyesuaikan penanganannya dengan penyebabnya. Berikut beberapa cara untuk mengatasi sesak nafas berdasarkan penyebabnya:

- Sesak nafas karena asma atau alergi. Cara menagani sesak nafas karena asma atau alergi adalah dengan menghindari unsur-unsur pemicunya, seperti debu, asap rokok, polusi udara, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari. Jaga selalu kebersihan rumah agar terbebas dari debu, kutu, atau tungau.

Mengonsumsi obat-obatan, seperti dekongestan dan antihistamin, juga bisa dilakukan untuk menangani sesak napas akibat alergi. Kedua obat ini bisa memperlancar proses menghirup udara. Jika alergi Anda sudah parah, kemungkinan akan diberikan obat kortikosteroid hirup. Obat hirup ini juga bisa diberikan pada penderita sinusitis. Penderita asma juga bisa ditangani dengan obat-obatan yang dihirup atau diminum. Tujuannya membantu meringankan atau mencegah terganggunya jalan napas dan produksi lendir yang berlebihan.

- Sesak nafas karena obesitas. Dengan menurunkan berat badan ke tingkat yang sehat, pernapasan bisa lebih lega.

- Berhenti merokok bisa melancarkan pernapasan. Di samping itu, dengan berhenti merokok, kamu juga bisa mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan kanker.

- Selain itu, untuk menghindari sesak napas pada saat berada di tempat yang tinggi, hindarilah melakukan aktivitas berat ketika berada di tempat dengan ketinggian lebih dari 1500 meter.