15 Polisi Dipatsuskan Akibat Kasus Brigadir J Dibebaskan, Ini Alasan Polri

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 15 anggota Polri yang ditempatkan di tempat khusus akibat tidak profesional dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir J dibebaskan. Mereka kini telah kembali berdinas di posisi baru yakni Pelayanan Markas (Yanma).

"Yang di Patsus kalau nggak salah sudah selesai semuanya (keluar)," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (9/9).

15 anggota Polri tersebut akan bertugas di Yanma setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (STR) mutasi. Belasan personel polisi itu berada dalam pengawasan Propram setiap hari.

"Di tempatkan sesuai dengan putusan, di Yanma jadi dibawah pengawasan Yanma dan Propam, setiap hari diawasi," ungkapnya.

Nasib berbeda bagi mereka yang berstatus tersangka. Baik di kasus pembunuhan berencana maupun obstruction of justice. Mereka masih harus menjalani penahanan. Alasannya, tindakan mereka sudah melanggar pidana.

"Kecuali yang tersangka tindak pidana, secara pidananya kan ditahan," kata Dedi.

Sekadar informasi, personel Polri yang menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana, antara lain, Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, dan Bripka Ricky Rizal.

Sementara, tersangka obstruction of justice antara lain, Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nur Patria, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, AKBP Arif Rahman, AKP Irfan Widyanto.

Ke-15 personel Polri yang bebas dari Patsus yakni yang ditempatkan khusus di Mako Brimob, Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, Kombes Agus Nurpatria, Kombes Susanto, dan Kombes Budhi Herdi.

Kemudian, personel di tempat khusus Provos Polri antara lain AKBP Ridwan Soplanit, AKBP Arif Rahman, AKBP Arif Cahya, Kompol Chuk Putranto, AKP Rifaizal Samual.

Lalu, mereka yang ditempatkan khusus Bareskrim yakni Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf, Bharada Richard Eliezer. Sementara dua saksi lainnya berada di luar tempat khusus mereka adalah HM dan MB. [ray]