150 aparat gabungan diterjunkan saat pemakaman Eril di Cimaung

Sebanyak 150 aparat gabungan diterjunkan untuk pengamanan dan kelancaran pemakaman putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni almarhum Emmeril Kahn Mumtadz di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diagendakan Senin (13/6).

"Jumlah personelnya ada 150, itu personel gabungan mulai dari kepolisian, Satpol PP, hingga dinas perhubungan," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan pengamanan itu dilakukan guna memastikan ketertiban proses pemakaman, serta lalu lintas dari rumah duka menuju ke lokasi makam.

Baca juga: Polri kawal kepulangan jenazah Eril hingga kepemakaman
Baca juga: Jasad putra Ridwan Kamil ditemukan oleh guru SD perempuan
Baca juga: Untuk makam Eril, lahan keluarga di Cimaung Bandung mulai disiapkan

Selain di lokasi pemakaman, menurutnya seratusan personel itu bakal disebar di berbagai perempatan hingga pertigaan di sepanjang perjalanan menuju ke kawasan Cimaung.

Adapun lokasi pemakaman berada di Jalan Raya Banjaran-Pangalengan, atau berjarak sekitar 30 kilometer jika menggunakan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) dari rumah dinas Ridwan Kamil atau Gedung Pakuan.

"Kami mengimbau masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan tertib, tetap menjaga keselamatan diri masing-masing, dan jaga protokol kesehatan," kata Kusworo.

Sebelumnya pihak kepolisian pun telah mengecek lokasi pemakaman pada Jumat (10/6). Adapun lokasi pemakaman merupakan lahan keluarga besar Ridwan Kamil yang direncanakan bakal dibangun Islamic Center sejak tahun 2019.

Ridwan Kamil dijadwalkan akan pulang ke Indonesia dari Swiss pada Sabtu (11/6) dengan membawa jenazah Eril. Rombongan Ridwan Kamil rencananya tiba pada Minggu (12/6). Sedangkan proses pemakaman direncanakan bakal digelar Senin (13/6).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel