152 mahasiswa USU rampungkan KKN Tematik di Samosir

Sebanyak 152 mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) merampungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Samosir setelah selama 40 hari mengabdikan diri dan mengimplementasikan ilmunya serta berbaur bersama masyarakat.

Bupati Samosir Vandiko T Gultom saat melepas kepulangan mahasiswa USU usai melaksanakan KKN Tematik di Pangururan, Kamis, mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa dan berharap kerja sama, pengabdian Tri Darma Perguruan Tinggi dari USU tetap terjalin.

Baca juga: 152 mahasiswa USU lakukan KKNT di Samosir

Menurut dia, kerja sama itu sangat penting, dimana mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat, memberi kontribusi nyata dalam penerapan ilmu, sehingga pemerintah desa maupun masyarakat dapat berinovasi untuk membangun desa.

"Harapan kami, dengan adanya KKN ini, Pemkab Samosir dan USU tetap bersinergi. Sehingga, mahasiswa dapat memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran, berinovasi dalam membangun desa sebelum terjun dalam dunia kerja," katanya.

Lebih lanjut, bupati mengatakan kehadiran mahasiswa USU di Kabupaten Samosir sangat membantu karena dapat memberikan kontribusi positif dalam menggali potensi desa dan memandirikan desa.

Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi kuota mahasiswa yang melaksanakan KKN di Samosir, sehingga seluruh desa di Kabupaten Samosir dapat merasakan manfaat kehadiran mahasiswa.

"Semoga adik-adik mahasiswa dapat segera lulus dengan nilai terbaik. Kelak menjadi pemimpin dan persiapkan diri sebaik mungkin," katanya.

Baca juga: 336 mahasiswa USU diterjukan praktik lapangan KKN di Serdang Bedagai

Baca juga: Mahasiswa KKN-PPM UGM bantu inovasi bisnis kopi di Samosir

Sekretaris pengelola KKN Tematik USU, drg. Ranu Putra Armidin menjelaskan KKN Tematik tahun 2022 di Kabupaten Samosir menerapkan sistem tematik dalam pemberdayaan masyarakat. Masyarakat di Desa Wisata diberdayakan untuk menggali potensi desa.

Mahasiswa KKN Tematik USU yang terbagi dalam sembilan kelompok dibagi ke tiga desa, yaitu Desa Tomok, Kelurahan Tuktuk Siadong dan Desa Sipira.

"Penempatan mahasiswa mayoritas ke desa wisata, hal ini untuk memberdayakan masyarakat dalam menggali potensi desa wisata tersebut, memberdayakan masyarakat dari sisi ekonomi," katanya.