154 Perusahaan Mau Relokasi Investasi ke RI dari Negara Ini

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 154 perusahaan telah menyatakan komitmen untuk merelokasikan investasinya ke Indonesia. Terutama berasal dari negara-negara yang ekonominya pulih.

Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Yuliot, menjelaskan, komitmen tersebut diperoleh usai pemerintah melakukan reformasi atau perbaikan birokrasi, seperti melalui Undang Undang Cipta Kerja.

"Dengan kita memperbaiki iklim investasi, dengan adanya kemudahan-kemudahan, dengan adanya Cipta Kerja, perbaikan infrastruktur dan perbaikan insentif fiskal dan nonfiskal kita sudah sangat positif ada 154," kata Yuliot, Senin, 9 November 2020.

Dia menyebutkan, dengan pulihnya ekonomi dari dampak pandemi COVID-19, ekspansi bisnis mulai dilakukan. China misalnya telah mampu semakin pulih dari kuartal II sebesar 3,2 persen menjadi 4,9 persen pada kuartal III.

Kemudian, yang berasal dari Singapura karena ekonomi negara tersebut pada kuartal II minus 13,2 persen, lalu semakin membaik dengan kontraksi ekonominya yang jadi hanya minus 7 persen dengan kecenderungan lebih positif.

Selanjutnya, Korea Selatan dari kuartal II minus 2,7 persen menjadi 1,3 persen, Vietnam dari 0,4 persen menjadi 2,62 persen kemudian Hong Kong dari minus 9 persen jadi minus 3,4 persen dan Uni Eropa minus 13,9 persen jadi minus 3,9 persen.

"Dari negara-negara tersebut sebagai sumber dana investasi kita, itu justru sudah ada komitmen dalam bentuk relokasi investasi. Ini menurut catatan BKPM ada yang sudah kita lakukan pendekatan dan komunikasi intensif," ucap Yuliot.

Komitmen tersebut, menurutnya, sudah menandakan bahwa sentimen terhadap ekonomi Indonesia semakin positif. Sebab, kondisinya jauh lebih baik dari pada dua tahun lalu yang tidak ada satu pun realisasi investasi dari relokasi.

"Tentu 154 perusahaan yang relokasi investasi ini tentu kita melihat ini sudah sangat positif karena kalau dibandingkan dua tahun lalu relokasi investasi dari 33 perusahaan yang relokasi tidak ada yang masuk ke Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada kuartal III-2020 sebesar Rp209 triliun. Realisasi pada periode itu tumbuh 8,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, jika dibandingkan kuartal III-2019 tumbuh hingga 1,6 persen. Kemudian, dari realisasi investasi tersebut, mampu menciptakan penyerapan tenaga kerja mencapai 295.387 orang. Total proyek investasi yang tercipta 47.726 proyek. (art)