16 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Covid-19 Berdasarkan Uji Seroprevalensi Kemenkes

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan ada 16 juta orang di Indonesia yang terinfeksi Covid-19. Temuan ini berdasarkan hasil seroprevalensi.

Seroprevalensi merupakan perhitungan jumlah individu dalam suatu populasi yang menunjukkan hasil positif untuk penyakit berdasarkan spesimen serologi atau serum darah. Seroprevalensi ini ditentukan dengan mengukur titer antibodi.

"Hasil seroprevalensi kita, itu menunjukkan angka prevalensi Covid-19 itu 14 persen. Jadi kalau kita lihat jumlah penderita Covid-19 sekarang dilaporkan sekitar 4.253.598, itu kemungkinan sekitar 15 juta atau 16 juta sebenarnya," kata Nadia, Selasa (23/11/2021).

Meski jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 sudah banyak, Nadia menegaskan herd immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia belum sepenuhnya terbentuk. Sebab, capaian vaksinasi Covid-19 baru menyentuh 65,02 persen untuk dosis pertama, atau 135.417.063 dari target 208.265.720 orang. Sedangkan vaksinasi dosis kedua baru 43,32 persen atau setara 90.227.782 orang.

Sementara Herd immunity baru terbentuk jika 70 persen masyarakat di Indonesia sudah divaksinasi dosis dua atau lengkap.

"Terinfeksi alamiah itu tidak menjadi faktor dalam perhitungan target vaksinasi untuk mengendalikan atau menurunkan laju penularan Covid-19," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Penyitas Covid-19 Tetap Harus Vaksin

Pejalan kaki menanti waktu menyebrang di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (21/11/2021). Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pejalan kaki menanti waktu menyebrang di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (21/11/2021). Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman menambahkan imunitas pada penyintas Covid-19 tidak terbangun secara konsisten. Karena itu, kekebalan tubuh penyintas Covid-19 tidak masuk perhitungan herd immunity.

"Makanya penyintas ini tetap harus divaksin," katanya.

Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan Senin, 22 November 2021 pukul 12.00 WIB, 4.253.598 orang di Indonesia terjangkit Covid-19. Dari jumlah tersebut, 143.744 orang meninggal dunia, 4.101.889 sudah sembuh, dan 7.965 masih dirawat.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel