16 Korban Penyekapan di Kamboja Pulang ke Indonesia Hari Ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 16 orang dari 62 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban penyekapan di Kamboja akan pulang ke Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) Tangerang, Banten, hari ini, Jumat (5/8).

"Kalau untuk PMI Kamboja besok infonya 16 dari 62 orang akan pulang (Tanah Air), dengan satu pesawat sama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi," ungkap Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani usai menjemput kedatangan PMI dari Malaysia di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (4/8).

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini telah mengevakuasi PMI yang disekap di Kamboja. Mereka nantinya akan ditampung sementara di Wisma Atlet Jakarta. Selanjutnya, mereka langsung diproses pemulangan ke kampung halaman masing-masing.

Menurut dia, para pekerja migran yang sempat mengalami penyekapan tersebut, merupakan korban kasus dari sindikat penempatan tenaga kerja Indonesia ilegal melalui media sosial (medsos).

"Melalui medsos ini dijanjikan pekerjaan secara tidak resmi. Kemudian setelah diketahui apa yang diberikan kepada mereka-mereka ternyata diminta melakukan penipuan ke sesama orang Indonesia," tutur dia dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Kepolisian Kamboja bersama KBRI Phnom Penh kembali berhasil menyelamatkan tujuh orang WNI dari penyekapan Perusahaan Online Scammer di Sihanoukville, Kamboja (31/7).

Keberhasilan tersebut menambah jumlah WNI yang dapat diselamatkan menjadi total 62 orang berdasarkan keterangan dari Kemenlu RI yang diterima di Jakarta, Minggu (31/7).

Tambahan jumlah WNI tersebut berdasarkan pendalaman lebih lanjut dari Kepolisian Kamboja. Pada 30 Juli 2022, sebanyak 55 WNI berhasil dibebaskan Kepolisian Kamboja dan KBRI Phnom Penh.

Menurut rencana, ke-62 WNI tersebut akan dipindahkan KBRI Phnom Penh dari Sihanoukville menuju Phnom Penh pada 31 Juli 2022 malam hari waktu setempat. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel