16 Parpol Lolos Verifikasi Administratif

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum pada Minggu di Jakarta mengumumkan 16 partai politik calon peserta pemilihan umum 2014, yang lolos tahap verifikasi administrasi, sementara 18 partai dinyatakan gagal.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Malik mengatakan, ke-16 partai politik lolos verifikasi administrasi itu segera mengikuti tahap saringan berikutnya, yakni verifikasi faktual.

Ke-16 partai politik lolos tahap verifikasi administrasi itu ialah Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Persatuan Nasional (PPN).

Sementara itu, 18 partai politik tidak lolos verifikasi administrasi ialah Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Kesatuan Demokrasi (PKDI), Partai Kongres, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Karya Republik (Pakar), Partai Nasional Republik (Nasrep), Partai Buruh, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Republika Nusantara, PNI Marhaenisme, Partai Karya Peduli Bangsa (PKBP), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Republik, Partai Kedaulatan, Partai Bhineka Indonesia, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI).

Salah satu alasan sejumlah partai tidak lolos pada tahap verifikasi administrasi ialah ketiadaan perwakilan di salah satu provinsi. Salah satu syarat lolos adalah memiliki perwakilan di ke-33 provinsi Indonesia.

KPU, tambahnya, baru akan mengumumkan nama partai politik calon peserta Pemilu 2014 dari hasil verifikasi aktual pada awal 2013. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.