16 Penyebab Kesemutan yang Perlu Diwaspadai, Bisa Gejala Penyakit Serius

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Kesemutan membuat seseorang seolah mengalami sensasi terbakar, gatal, kebas, dan seperti ditusuk-tusuk jarum. Sensasi ini bisa muncul pada tangan, jari, lengan, kaki, dan bagian tubuh manapun. Untuk penyebab kesemutan sendiri, cukup beragam.

Pada beberapa kasus, penyebab kesemutan bisa mengindikasi gejala penyakit serius. Kesemutan seolah menjadi sebuah sinyal agar pemeriksaan bisa segera dilakukan. Pemicu kesemutan yang serius adalah diabetes, gagal ginjal, autoimun, lepra, stroke, dan masih banyak lagi.

Dunia medis menyebut kesemutan sebagai paresthesia. Meski ada yang menjadi tanda penyakit serius, penyebab kesemutan bisa dipengaruhi gaya hidup. Misalnya seperti kekurangan asupan vitamin, konsumsi alkohol, jarang olahraga, psikologi, kecemasan, dan lain sebagainya.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai penyebab kesemutan dari berbagai sumber, Minggu (3/1/2021).

Penyebab Kesemutan

ilustrasi alkohol | Unsplash
ilustrasi alkohol | Unsplash

Kekurangan Asupan Vitamin

Kekurangan asupan vitamin bisa menjadi salah satu penyebab kesemutan. Hal ini disebabkan karena fungsi saraf ditunjang oleh berbagai asupan vitamin seperti vitamin B1, vitamin E, Vitamin B12, serta vitamin B6.

Bila asupan berbagai vitamin tidak terpenuhi, maka fungsi saraf akan terganggu dan bisa mengakibatkan kerusakan saraf. Mulai perbanyak konsumsi sumber vitamin seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Minum Alkohol Berlebihan

Mulai batasi konsumsi alkohol karena minum alkohol berlebihan bisa menjadi penyebab kesemutan. Minum alkohol secara berlebihan tanpa disadari bisa mengakibatkan jaringan saraf di dalam tubuh mengalami kerusakan.

Lama kelamaan, hal ini akan menyebabkan saraf tepi yang bertugas mengirimkan sinyal ke otak serta organ dan jaringan lainnya di tubuh menjadi terluka. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan kebas pada tangan dan kaki seperti kesemutan karena saraf perifer sudah mengalami kerusakan.

Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun bisa menjadi penyebab kesemutan di kaki atau tangan. Penyakit autoimun terjadi ketika tubuh menyerang dirinya sendiri.

Penyebab autoimun masih terus diteliti oleh para pakar. Beberapa sumber menduga bahwa pola makan, riwayat infeksi, dan ekspos terhadap zat kimia tertentu dapat berperan dalam terjadinya penyakit autoimun tersebut.

Penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kesemutan seperti:

- Lupus

- Penyakit celiac

- Artritis reumatoid

Penyebab Kesemutan

Ilustrasi lengan kesemutan | Sumber: Freepik
Ilustrasi lengan kesemutan | Sumber: Freepik

Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome adalah salah satu penyebab kesemutan yang perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan karena adanya masalah pada saraf median yang memiliki tugas untuk mengatur pergerakan tangan.

Sebagai indera perasa tangan yang terbentang di sisi telapak tangan yang berbentuk terowongan atau disebut sebagai carpal tunnel. Masalah pada saraf median ini, maka timbullah rasa kebas, sakit, serta mati rasa di sekujur lengan dan tangan.

Biasanya carpal tunnel ini disebabkan oleh beberapa hal seperti, patah pada pergelangan tangan, radang sendi, hingga gerakan tanga yang terus berulang-ulang. Masalah pada saraf median ini juga bisa terjadi pada orang-orang yang memiliki diabetes, berat badan berlebih, hingga penumpukan cairan.

Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer atau PAD memengaruhi sistem peredaran darah. Penyakit ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih sempit. Hal ini dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk, hingga menjadi penyebab kesemutan pada kaki atau tangan.

PAD dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung karena penumpukan plak di arteri jika tidak ditangani. Penanganan kondisi ini dapat berupa obat-obatan, perubahan gaya hidup, atau operasi.

Penyebab Kesemutan

Ilustrasi leher dan bahu | Pexels
Ilustrasi leher dan bahu | Pexels

Stroke

Stroke adalah penyakit yang menjadi penyebab kesemutan berkepanjangan. Kolesterol tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan terjadinya sumbatan di pembuluh darah. Salah satu gejala yang kerap dirasakan adalah kesemutan.

Pada penderita stroke, biasanya kesemutan terjadi hanya di salah satu sisi tubuh saja yang disertai dengan adanya gangguan saraf lain seperti tubuh lumpuh sebelah, pandangan kabur, kehilangan keseimbangan, dan kebingungan.

Repetitive Strain Injury (RSI)

RSI sering kali menjadi penyebab kesemutan pada pergelangan tangan, tangan, siku, leher, dan bahu. RSI timbul apabila seseorang melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama tanpa istirahat. Biasanya berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.

RSI juga dikenal sebagai gangguan ekstremitas atas yang berhubungan dengan pekerjaan. Ini juga bisa terjadi akibat postur tubuh yang buruk. RSI biasanya mempengaruhi tangan dan pergelangan tangan, lengan dan siku, serta leher dan bahu.

Gejala RSI lainnya antara lain:

- Rasa sakit

- Nyeri

- Kaku

- Gemetar

- Lemah

- Kejang

Lepra

Penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri Mycobacterium leprae ini menyerang saraf dan otot. Lepra termasuk penyebab kesemutan yang perlu diwaspadai. Gejala lepra juga sering kali tak terdeteksi.

Kesemutan dan kebas yang disertai adanya bercak putih pada kulit harus segera diperiksakan. Karena jika tidak, bisa-bisa tanpa sadar ujung-ujung jari putus karena penderitanya tak mampu merasakan nyeri.

Penyebab Kesemutan

Ilustrasi Diabetes | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Diabetes | Credit: pexels.com/pixabay

Diabetes Mellitus

Penderita diabetes kerap mengalami gangguan saraf ringan hingga parah. Maka enggak heran, kalau penderitanya sering merasakan kesemutan, kram, atau kebas di bagian tubuh tertentu.

Kesemutan yang terjadi akibat diabetes biasanya dimulai dari bagian telapak kaki, yang kemudian menjalar hingga kaki bagian atas. Keluhan ini biasanya akan berlanjut menjadi kesemutan di bagian telapak tangan, lalu menjalar hingga ke lengan.

Gagal Ginjal

Penderita gagal ginjal biasanya akan mengalami kesemutan yang berkepanjangan. Gagal ginjal merupakan kondisi dimana ginjal sudah tidak lagi mampu menyaring darah.

Penyakit ini merupakan salah satu komplikasi dari diabetes. Hal inilah yang membuat gagal ginjal bisa menjadi penyebab kesemutan.

Pada kasus gagal ginjal, kesemutan biasanya disertai dengan berkurangnya kadar urine saat buang air kecil, mudah lelah, mual, otot berkedut, kram, serta adanya kelemahan otot.

Saraf yang Terjepit

Sering kali keluhan kesemutan pada kaki muncul setelah duduk bersila dalam waktu yang lama. Bisa juga terasa di tangan setelah tidur dengan posisi tangan di bawah kepala.

Keluhan semacam ini disebabkan tekanan pada saraf. Jika tekanan dilepaskan maka keluhan akan membaik. Hal ini dinamakan paresthesia temporer.

Di sisi lain, saraf pada tulang punggung (misalnya HNP) juga dapat terjepit dan termasuk penyebab kesemutan yang lebih lama jangka waktunya. Hal ini bisa disebabkan cedera atau pembengkakan.

Penyebab Kesemutan

Ilustrasi Pusing | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pusing | Credit: pexels.com/pixabay

Multiple Sclerosis

Multiple Sclerosis atau MS, adalah kondisi jangka panjang yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Masalah ini termasuk salah satu penyebab kesemutan yang perlu diwaspadai.

Menurut National Multiple Sclerosis Society, mati rasa atau kesemutan di kaki adalah salah satu gejala awal MS. Seseorang yang menderita kondisi ini mungkin akan mengalami kesemutan sebelum diagnosis.

Gejala MS lainnya antara lain:

- Masalah penglihatan

- Nyeri

- Kejang

- Kelelahan

- Pusing

- Kesulitan menyeimbangkan

- Masalah kandung kemih

- Disfungsi seksual

- Masalah kognitif

Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

HNP atau herniated disc biasa dikenal sebagai ‘saraf kejepit’ di tulang belakang. Kondisi ini ditandai dengan gejala kesemutan dan kebas yang dapat menjalar ke sepanjang lengan atau kaki, tergantung lokasi saraf yang terjepit.

Pada lokasi tulang belakang yang berada lebih di bagian bawah, kondisi ini dikenal dengan low back pain (sering disebut sebagai nyeri punggung bawah, lumbago, atau nyeri pinggang).

Penyebab Kesemutan

Ilustrasi Cemas | Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Cemas | Credit: pexels.com/Anna

Cemas

Cemas bisa menjadi penyebab kesemutan bagi sebagian orang. Hal ini disebabkan karena kecemasan bisa membuat seseorang mengalami hiperventilasi, sehingga akan memicu masalah kesemutan di kaki.

Hiperventilasi adalah gejala umum dari kecemasan yang ditandai dengan pernapasan yang sangat cepat. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan kadar karbon dioksida dan oksigen, sehingga dapat menyebabkan kaki kesemutan.

Kesemutan di kaki dan kecemasan dinilai berkaitan secara psikologis. Penanganan untuk kecemasan ini adalah terapi perilaku kognitif, terapi bicara, obat anti kecemasan, yoga, meditasi, dan mindfulness.

Kehamilan

Kesemutan di kaki memang kerap dialami ketika seseorang sedang hamil. Penyebab kesemutan ini berasal dari rahim yang menekan saraf di kaki seseorang saat bayinya mulai tumbuh. Tetap terhidrasi, mengubah posisi, dan beristirahat dengan mengangkat kaki dapat membantu meredakan kesemutan ini.

Seseorang harus menemui dokter jika:

- Kesemutan di kaki tidak kunjung hilang

- Anggota badan terasa lemah

- Kaki atau tungkai membengkak

Infeksi

Infeksi tertentu bisa memicu saraf meradang dan menjadi penyebab kesemutan. Peradangan ini bisa menyebabkan kesemutan di tangan atau kaki. Infeksi yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah:

- HIV

- AIDS

- Hepatitis B dan C.

- Kusta

- Herpes zoster

- Penyakit Lyme

Siapa pun yang merasa bahwa dirinya mungkin mengalami infeksi harus berbicara dengan dokter agar mereka dapat melakukan tes yang sesuai.