16 Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Lampung

TEMPO.CO , Bandar Lampung: BANDAR LAMPUNG: Kepolisian Daerah Lampung mengidentifikasi 16 titik rawan di jalur mudik Lampung. Titik rawan kecelakaan itu berupa tikungan tajam, jalan berkelok-kelok atau letter »S” dan jalan rusak.

»Seluruh titik rawan kecelakaan itu berada di empat kabupaten yang nantinya akan ramai arus mudik yaitu, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah dan Lampung Utara,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih, Kamis, 27 Juli 2012.

Sulistyaningsih mengatakan polisi akan menitikberatkan pada jalur mudik ruas Bakauheni – Bandar Lampung yang selalu padat arus mudik. Di ruas itu titik rawan kecelakaan lalu lintas berada di Kilometer 16 – 17, Kilometer 24 – 25, Kilometer 52 – 53 dan Kilometer 81 – 82.

»Nantinya akan dibangun pos pelayanan di setiap titik rawan itu. Pemudik harus berhati-hati karena setiap tahun tingkat kecelakaan di daerah itu cukup tinggi,” katanya.

Jalur mudik di Provinsi Lampung memiliki panjang 930,85 kilometer. Jalur itu membentang dari Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan dan berujung di perbatasan Sumatera Selatan serta Bengkulu. »Tidak hanya rawan kecelakaan, ada sejumlah titik rawan kriminalitas seperti pemalakan dan pelemparan batu di Simpang Gayam, Lampung Selatan. Itu akan kita waspadai,” katanya.

Dinas Perhubungan Provinsi Lampung berjanji memasang lebih banyak rambu-rambu lalu lintas di titik yang diduga rawan kecelakaan. Pemasangan itu akan dilakukan sebelum tujuh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. »Agar pengemudi lebih berhati-hati,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Albar Hasan.

NUROCHMAN ARRAZIE

Berita lain:

Ramadan, Baju Kotak-Kotak Jokowi Laris di Beringharjo 

Jumlah Pemudik dengan Kereta Turun 10 Persen 

Dilarang, Mudik dengan Motor Modifikasi

FPI Akan ''Sweeping'' Jika... 

Tersedia 980 Kursi Bus Mudik Gratis

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.