16 warga Kepulauan Seribu ikuti pelatihan las bawah air

Sebanyak 16 warga Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan las bawah air yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta di Gedung Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKKPL), Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans-e) DKI Jakarta, Andri Yansyah, Selasa, mengatakan, pelatihan las bawah air itu dilakukan mulai 18 Juli hingga 21 Agustus mendatang.

Para peserta mendapat materi praktik pengelasan dan teori penyelaman serta praktik langsung di kolam renang Rindam Jaya.

"Diharapkan melalui pelatihan ini mudah-mudahan warga yang telah mengikuti, bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di kemudian hari," ujar Andri.

Andri menambahkan, tujuan pelatihan itu untuk meningkatkan keterampilan warga DKI Jakarta khususnya di bidang pengelasan, mengingat keahlian bidang pengelasan merupakan bidang yang banyak dibutuhkan pada lapangan pekerjaan.

Baca juga: Pertamina temukan cadangan minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu
Baca juga: Pertamina bayar kompensasi tumpahan minyak di Kepulauan Seribu

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi berharap setelah pelatihan itu, peserta dapat memberikan kemampuannya pada pengeboran minyak lepas pantai yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina (Persero).

Keahlian ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk melamar pekerjaan di pemerintahan maupun swasta.

"Saya yakin banyak yang membutuhkan tenaga las bawah air terutama di Kepulauan Seribu, yang potensinya adalah lautan, salah satunya pengeboran minyak lepas pantai yang dikelola oleh Pertamina," kata nya.

Menanggapi itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris mengatakan, ke depan memerlukan lebih banyak lagi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat Kepulauan Seribu sehingga tidak sulit untuk mendapat pekerjaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel