168 HHH Jogja, Menemani Lansia Selalu Bahagia di Tengah Pandemi

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Di sore hari yang cerah, nampak sekelompok lansia kompak mengenakan baju seragam kaos putih berjalan berurutan melintasi Bukit Lintang Sewu, Dlingo Bantul, Yogyakarta. Dalam perjalanan tersebut, ada pula beberapa orang yang tengah sibuk berselfie ria sambil berlalu. Meski tengah berada di tengah pandemi Corona Covid-19, namun hanya raut wajah riang gembira yang tergambar dalam wajah para lansia ini.

Para lansia ini tergabung dalam kelompok 168 Hash House Harriers (HHH) Yogyakarta. Mereka enggan bersedih di tengah pandemi covid-19. Kegiatan yang tengah dilakukan tersebut adalah Hash. Mungkin bagi sebagian orang, istilah Hash masih jarang terdengar di telinga. Hash merupakan salah satu bentuk olahraga rekreasi jalan lintas alam yang biasanya dilakukan secara kolektif. Para pegiat Hash ini menamakan dirinya dengan sebutan Hashers.

Mengenal Hash lebih lanjut, olahraga ini sebenarnya berawal dari sekelompok tentara veteran Inggris di Malaysia yang melakukan jalan lintas alam untuk menghibur diri. Kegiatan yang awalnya hanya diikuti oleh segelintir orang ini akhirnya menarik perhatian massa yang lebih besar. Sehingga para Hashers ini pun membentuk kelompok yang bernama Hash House Harriers (HHH) guna mewadahi orang-orang dengan minat serupa.

Kegiatan Hash ini pun akhirnya terbawa ke Inggris dan kawasan Eropa lainnya. Kemudian, kegiatan Hash ini mulai masuk ke Indonesia di masa pemerintahan Orde Baru ketika banyak orang-orang Eropa yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Hash Jogja memberi warna tersendiri bagi lansia di tengah pandemi.

Kegiatan Hash di Yogyakarta

Potret komunitas HHH 168. (Sumber: dokumentasi pribadi)
Potret komunitas HHH 168. (Sumber: dokumentasi pribadi)

Sebetulnya, kegiatan Hash ini tidak terbatas hanya untuk lansia saja. Namun, semua umur boleh mengikuti kegiatan ini selama dapat bergabung dalam jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan. Meski demikian, memang tidak dipungkiri bahwa mayoritas pesertanya memang lansia.

"Di 168 HHH mengambil pelaksanaan waktu Senin sore, ini awalnya dikarenakan agar menghindari tabrakan dengan kelompok Hash lain di Jogja," ungkap Bonanza, salah satu Hashers Senior di Yogyakarta.

Di Yogyakarta, saat ini telah ada kurang lebih 8 kelompok Hash yang mengambil waktu pelaksanaan berbeda-beda. Berdasarkan keterangan Bonanza sebagai Hashers senior yang sudah mengikuti kegiatan Hash sejak tahun 1980-an, ia menyebutkan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu kota yang paling aktif menyelenggarakan Hash.

Mengenal 168 HHH

Potret komunitas 168 HHH. (Sumber: dokumentasi pribadi)
Potret komunitas 168 HHH. (Sumber: dokumentasi pribadi)

HHH 168 adalah salah satu kelompok Hash yang ada di Yogyakarta. Kelompok ini telah berdiri sejak 16 Agustus 2017 silam. Berawal dari 8 orang yang senang dengan kegiatan Hash, mereka mendirikan sebuah kelompok untuk mewadahi orang-orang yang memiliki minat serupa.

Salah satu hal yang membuat kelompok HHH 168 berbeda dengan lainnya adalah kelompok ini masih mengadopsi tradisi Hash murni. Sehingga ketika sedang menjalankan kegiatan, tak hanya jalan lintas alam saja namun mewadahi rekreasi dan sosial dalam waktu bersamaan.

"Dalam HHH 168 ini, kegiatan biasanya akan diawali dengan On-On, kemudian berjalan atau berlari melintasi run site, setelahnya, jika ada acara khusus seperti ulang tahun salah satu member, akan dirayakan di tempat dengan makan bersama, kemudian, ada acara khusus yang disebut dengan down-down untuk penghormatan sekaligus penutupan," ungkap Bonanza.

Diceritakan lebih lanjut oleh pria yang akrab disapa Boaz ini, di Yogyakarta sendiri hanya tinggal dua dari 8 kelompok saja yang masih mengadposi tradisi Hash murni ini.

Pelaksanaan kegiatan

Potret komunitas 168 HHH. (Sumber: dokumentasi pribadi)
Potret komunitas 168 HHH. (Sumber: dokumentasi pribadi)

Kegiatan Hash ini merupakan jalan lintas alam yang dilaksanakan dengan mengikuti track atau run site yang telah ditentukan. Jarak track yang dilalui oleh para Hashers ini pun terbagi ke dalam beberapa kategori yakni Short (2-3 kilometer), Medium (sekitar 4-8 kilometer), sedangkan jarak terpanjang yakni Long (9-10 kilometer).

"Pemilihan jarak track tersebut sesuai dengan kemampuan peserta. Kalau kuat jalan di track Long ya bagus, tapi kalau kuatnya di track Short juga tidak masalah. Sebisa mungkin tidak memaksakan kemampuan karena tujuannya agar hati senang," ungkap Sutanto, salah satu pengurus 168 HHH yang menjabat sebagai Run Master.

Meskipun jarak berjalan di track tersebut cukup panjang dan melelahkan, namun tentu rasa lelah tersebut akan terbayarkan dengan keindahan alam yang ada di sepanjang perjalanan. Para peserta pun dibebaskan pula untuk mengambil foto di berbagai spot selfie atau lokasi-lokasi yang aman.

"Untuk 168 HHH ini kami selalu mencari spot atau run site baru setiap minggunya. Sehingga para Hashers tidak akan cepat bosan karena pelaksanaannya rutin setiap minggu. Kelompok kami ini sudah menjalankan run hingga 145 kali di DIY dan sekitarnya, di antaranya yakni menyusuri Bukit Sebatung di Kulon Progo, Bukit Panguk Kediwung di Bantul, Desa Ledok Sambi di Sleman, bahkan hingga Embung Manajar di Selo, Boyolali," jelas Sutanto.

Menjadi semangat untuk lansia di tengah pandemi

Potret komunitas 168 HHH. (Sumber: dokumentasi pribadi)
Potret komunitas 168 HHH. (Sumber: dokumentasi pribadi)

Sebelum adanya pandemi Corona Covid-19, penyelenggaraan Hash oleh kelompok HHH 168 ini rutin dilakukan di hari Senin sore. Namun setelah adanya pandemi, kegiatan ini sempat terhenti sejak bulan Maret 2020. Terlebih lagi dikarenakan mayoritas dari peseta 168 HHH adalah lansia yang merupakan kelompok rentan terhadap dampak Corona Covid-19.

"Untuk rentang usia peserta HHH 168 ini termuda yakni 19 tahun, sedangkan yang paling tua hingga 85 tahun. Namun, kelompok usia mayoritas ada di 50-tahunan," ungkap Sutanto. Memasuki era New Normal, akhirnya kegiatan Hash oleh 168 HHH kembali diadakan lagi pada 17 Agustus 2020.

"Di masa pandemi kami tetap ingin meningkatkan iman dan imun peserta 168 HHH, terlebih lagi untuk kami para lansia, dengan moto 168 HHH yakni Fun, Fitness, dan Friendship. Kami percaya dengan hati yang senang dan badan yang bugar, iman dan imun dapat meningkat," tutur Sutanto.

Lebih lanjut lagi, bagi para lansia ini, kegiatan Hash menjadi semangat baru menghadapi pandemi. Terlebih lagi setelah berdiam di rumah selama masa karantina mandiri di rumah selama berbulan-bulan. "Justru jika berdiam diri dirumah, imun pasti akan menurun karena stres dan jenuh. kami akan tetap bisa bertahan karena badan tetap bugar dan imun meningkat," pungkas Sutanto.

Maka dari itu, selama kegiatan diberlakukan protokol keamanan yang ketat. Para Hashers diwajibkan untuk menggunakan masker ataupun face shield selama kegiatan berlangsung. Tak luput juga imbauan untuk jaga jarak serta mencuci tangan secara rutin.