169 Pendemo Tolak Omnibus Law di Surabaya Ditangkap Polisi

Raden Jihad Akbar, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 169 orang peserta aksi Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, diamankan aparat kepolisian pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Mereka diamankan karena dicurigai akan berbuat rusuh. Sejumlah benda berbahaya, seperti molotov dan minuman keras diamankan di lokasi.

Tak seperti saat demonstrasi pada 8 Oktober 2020 lalu, aksi buruh dan beberapa elemen lain kali ini berlangsung cukup kondusif. Jumlah peserta aksi juga tak sebanyak demo sebelumnya.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Jepang Mitra Penting Indonesia

Berkumpul di Kebun Binatang Surabaya, massa aksi kemudian bergeser dan menyampaikan aspirasi di depan Gedung Negara Grahadi pada sore.

"Sejauh ini situasi aman dan kondusif. Apa yang menjadi aspirasi tentu sesuai aturan dan kita lakukan pengawalan. Namun, ada beberapa yang memang di luar bagian penyampaian pendapat yang dilakukan. Ada beberapa indikasi yang kita amankan karena membawa molotov, pilok handalizem, dan miras," kata Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko.

Ia mengatakan, sebanyak 169 peserta aksi diamankan. Kepolisian pun akan melakukan penyelidikan apakah dugaan akan melakukan aksi anarkis itu terbukti.

"Nanti hasilnya kita tunggu bagaimana penyidik akan bekerja, baik Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktor Reserse Narkoba, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, dan Polrestabes Surabaya," ujarnya

Trunoyudo menjelaskan, total sebanyak 4.147 personel gabungan dikerahkan dalam mengamankan demonstrasi kali ini. Kebanyakan dari Kepolisian RI. Selebihnya, 1.381 personel dari unsur TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Pemadam Kebakaran. Unsur Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan juga dilibatkan.

"Karena pengalaman kemarin ada keterlibatan anak-anak," ujarnya.

Petugas disebar di 13 titik Kota Surabaya, seperti titik vital di pintu masuk dan keluar kota, sentra ekonomi, dan lainnya. Pengamanan di sasaran aksi di Gedung Negara Grahadi yang paling jadi perhatian. Di sana, selain jumlah personel gabungan yang dikuatkan, bagian depan gedung juga dipagari dengan kawat berduri.