17 Jenis Batik Indonesia dan Penjelasannya, Tak Cuma dari Jawa

Liputan6.com, Jakarta Jenis batik Indonesia dan penjelasannya menarik untuk diketahui. Batik merupakan kain kebanggaan masayarakat Indonesia. Batik merupakan warisan budaya yang harus terus dihidupkan. Batik berasal dari Jawa dan berkembang di tiap daerahnya.

Jenis batik Indonesia tersebar di berbagai daerah, khususnya Pulau Jawa. Batik juga bisa ditemukan di Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Tiap daerah bisa memiliki jenis batik Indonesia yang khas dan unik. Jenis batik Indonesia memiliki makna filosofinya sendiri.

Jenis batik Indonesia juga bisa mewakili gambaran budaya sebuah daerah. Mengenali jenis batik Indonesia dan penjelasannya bisa menambah pengetahuan terhadap budaya Indonesia. Berikut jenis batik Indonesia dan penjelasannya dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(14/5/2020)

Batik Jawa Barat

Makna tersembunyi di balik Batik Mega Mendung Cirebon (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Mega mendung - Cirebon

Mega mendung merupakan jenis batik Indonesia yang cukup populer. Batik yang berasal dari Cirebon ini memiliki ciri khas corak awan dengan warna cerah seperti biru, pink atau hijau. Mega Mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan. Istilah mendung diartikan dalam kehidupan manusia sebagai sifat yang sabar, tidak mudah marah.

Priyangan - Tasikmalaya

Batik Priyangan asal Tasikmalaya dikenal dengan warnanya yang cerah dengan corak yang rapat, rapi, dan berkelas. Motif batik priyangan biasanya terinspirasi dari tumbuhan. Warna cerahnya yang kalem memberi kesan kesederhanaan, terbuka, dan pluralis.

Garutan - Garut

Ciri khas batik Garutan adalah bentuk geometris dan flora fauna. Bentuk geometris umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya didominasi oleh warna krem dipadukan dengan warna-warna cerah.

Batik Jawa Tengah dan Yogyakarta

Motif batik Solo. (Image: kesolo.com)

Parang Kusumo - Solo

Parang Kusumo merupakan jenis batik Indonesia klasik asal Solo. Motif parang ini menyerupai sebuah ombak lautan. Parang Kusumo memiliki makna bahwa sebuah kehidupan harus dilandasi oleh perjuangan dan usaha.

Sidomukti - Solo dan Yogyakarta

Batik Sidomukti juga merupakan batik klasik asal Keraton Solo. Sidomukti berasal dari kata "sido" yang berarti jadi atau menjadi atau terus menerus sedangkan "mukti" yang berarti mulia dan sejahtera. Sidomukti biasa digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa, seperti siraman, ijab dan panggih.

Lasem - Rembang

Batik Lasem berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Batik Lasem merupakan jenis batik pesisir dengan warna yang mencolok. Batik ini memiliki perpaduan motif gaya China dengan Jawa. Batik Lasem cenderung didominasi dengan warna merah yang kental dengan nuansa China.

Sekar Jagad - Solo dan Yogyakarta

Sekar Jagad memiliki arti keindahan yang mampu membuat siapa saja yang melihatnya terpesona. Motif sekar jagad melambangkan keberagaman yang ada di dunia. Ada yang menyebut bahwa motif Sekar Jagad sebagai peta dunia karena bentuk motifnya menyerupai pulau-pulau.

Batik Jawa Timur

Batik Madura | via: kaskus.co.id

Pring Sedapur - Magetan

Batik Pring Sedapur disominasi tanaman pring atau bambu dengan paduan hiasan burung. Motif batik ini didominasi oleh gambar-gambar tanaman bambu yang mengandung arti hidup rukun dan tentram.

Batik Malangan - Malangan

Batik Malangan memiliki ciri khas motif yang mengambil ikon dari kota Malang. Ini seperti tugu Malang, rumbai singa, mahkota, bunga teratai, arca, tugu kota, hingga topeng malangan.

Batik Madura

Batik Madura termasuk batik pesisir dengan warna cerah dan alami. Sebagian motif batik Madura yang mengangkat aneka flora dan fauna yang ada dalam kehidupan.

Batik Bali

Batik Bali | via: kaskus.co.id

Ulamsari Mas

Batik Ulamsari Mas menunjukkan gambar ikan dan udang yang mewakili mata pencaharian masyarakat Bali, yaitu nelayan. Motif batik Bali Ulamsari Mas bermakna kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang hidup di daerah pesisir pantai.

Jagatan Pisang

Jagatan Pisang atau Batik Pisan memiliki motif berupa pisang Bali. Batik ini biasa diberikan seorang kekasih pada kekasihnya yang akan berpergian jauh dengan maksud agar sang kekasih kembali lagi. Batik pisan melambangkan harapan, doa, dan keselamatan.

Singa Barong

Batik Bali Singa Barong mengangkat makhluk mitos yaitu Barong yang diyakini masyarakat Bali. Batik Bali Singa Barong bermakna keajaiban, kekuatan, dan keperkasaan.

Batik Sumatera

Batik Aceh | via: kaskus.co.id

Bungong Jeumpa, Aceh

Bungong Jeumpa atau bunga kantil merupakan salah satu jenis bunga yang paling sering ditemui di Aceh. Sesuai dengan namanya, bunga ini dapat mewakili keindahan alam di Aceh.

Batik Palembang

Salah satu keunikan yang dimiliki batik Palembang adalah pemilihan motif yang menghindari penggunaan gambar fauna juga manusia. . Batik Palembang terpengaruh dari beberapa kebudayaan, seperti China, Melayu dan Kerajaan Islam. Motif flora dilukiskan secara cantik lewat sapuan warna-warni yang cantik.

Batik Maluku dan Papua

Maria Pulanda Ibo atau biasa dipanggil Mama Ibo, perempuan asli Sentani, Jayapura, Papua, masih tekun membatik di usianya 78 tahun. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Batik Tubo, Ternate

Ciri khas dari batik Tubo, Ternate ini adalah adanya motif cengkeh, pala, peta Maluku Utara, kelapa, ikan dan karang serta kehidupan yang ada di Indonesia bagian Timur. Tubo Ternate juga punya warna cerah seperti hijau, merah, orange, kuning dan sebagainya.

Sentani, Papua

Motif batik Papua kerap dibuat asimetris dengan tambahan kombinasi warna cerah, membuat motif batik Papua terlihat lebih eksotis. Motif batik Sentani memiliki simbol gambar alur melingkar. Motif batik Sentani dengan ciri gambar alur batang kayu yang melingkar-lingkar dengan jenis warna hanya satu atau dua warna.