17 Jenis-Jenis Drama dan Contohnya, Ketahui Ciri-Ciri, Unsur, dan Strukturnya

·Bacaan 12 menit

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis drama terbagi menjadi tiga penyajian. Ada jenis-jenis drama sesuai penyajian lakon, media, dan naskah. Dari setiap jenis-jenis drama tersebut memiliki karakter pementasan yang berbeda-beda. Drama adalah satu dari sekian banyak pagelaran seni pertunjukan yang sudah ada sejak 335 Masehi.

Istilah drama diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang artinya bertindak, berbuat. Ada pula ahli yang menyebut drama sebagai kesenian ephemeral. Di mana drama bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama. Tak sekadar cerita yang dibacakan, tetapi drama adalah cerita yang dipertontonkan.

Gaya bahasa dari setiap jenis-jenis drama sangat khas. Drama pasti memiliki pesan moral yang sumbernya dari konflik. Karya sastra seperti drama diadopsi dari prosa modern, inilah mengapa drama selalu memiliki imajinasi dan ide lebih berani. Meski demikian, drama boleh disajikan dalam bentuk puisi yang bercerita.

Berikut Liputan6.com ulas jenis-jenis drama dan contohnya lebih jauh dari berbagai sumber, Selasa (18/5/2021).

Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon

Ilustrasi drama (sumber: Pexels)
Ilustrasi drama (sumber: Pexels)

1. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Tragedi

Tragedi merupakan jenis-jenis drama yang menyampaikan kisah-kisah ataupun cerita tentang kesedihan. Biasanya, drama jenis ini mengangkat tema berunsur gelap seperti tentang kematian, bencana, serta penderitaan.

Umumnya, tokoh protagonis dalam drama jenis ini akan memiliki kisah yang berakhir tragis seperti kesialan, ketidak beruntungan, dan lain sebagainya. Beberapa contoh drama jenis ini seperti Oedipus Rex yang menceritakan tentang seseorang yang membunuh ayah kandungnya sendiri dan kemudian menikahi ibu kandungnya sendiri.

2. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Komedi

Drama komedi merupakan salah satu dari jenis-jenis drama yang memiliki sifat menghibur. Hal ini dikarenakan drama tersebut menggunakan unsru jenaka di dalamnya.

Di dalam sebuah skenario drama komedi, didapatkan dialog lucu yang menyinggung dan biasanya memiliki akhir cerita yang bahagia. Begitu juga dengan para tokoh yang memainkan drama komedi. Mereka memiliki karakter yang lucu, jenaka, dan bijaksana.

Tujuan jenis-jenis drama komedi ini dibuat untuk dapat memberikan hiburan pada penonton. Contoh jenis drama komedi yang bisa kamu saksikan seperti Crazy Rixh Asians.

3. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Tragekomedi

Berbeda dengan komedi, jenis drama tragekomedi merupakan penggabungan dari tragedi dengan komedi. Pada tragekomedi cerita yang dibawakan layaknya drama tragedi dan dibawakan dengan cara berlebuhan dan juga terdapat bagian selingan komedi.

Tak menutup kemungkinan tragekomedi berakhiran dengan kisah yang menyenangkan. Contoh jenis drama tragekomedi seperti Inside Out.

4. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Opera

Jenis-jenis drama berikutnya adalah opera. Jenis drama ini disampaikan dengan cara dinyanyikan serta diiringi oleh musik. Drama jenis. Biasanya opera dimainkan oleh penyanyi dan diiringi orchestra lengkap. Contoh drama opera bisa dilihat pada Hair, Rent, Wicked, The Fantasticks, dan lain sebagainya.

5. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Farce

Farce merupakan jenis drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya berisikan dagelan. Drama ini biasanya berisi tentang kejadian yang ditanggapi secara berlebihan serta humor slapstick.

Alur pada cerita disusun didasarkan pada pengembangan situasi pada tokohnya. Adegan di dalam drama sering dibuat terlalu berlebihan dan komedi yang melibatkan kontak fisik. Pada jenis drama frace ini sering dikenal dengan sebutan komedi picisan. Salah satu contoh farce terkenal adalah drama karya Oscar Wilde yang berjudul The Importance of Being Earnest.

6. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Sendratari

Tablo merupakan jenis drama yang memadukan seni peran dengan seni tari. Biasanya aktris dan aktor yang memainkan drama ini mengucapkan dialog secara biasa, namun pada bagian-bagian penting suatu drama seperti peperangan, adegan bermesraan disampaikan lewat tarian. Salah satu sendratari yang terkenal di Indonesia adalah Sendratari Ramayana yang biasanya dipentaskan di pelataran Candi Prambanan.

7. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Tablo

Tablo merupakan jenis drama yang dalam penyajiannya lebih mengutamakan gerak gerik dari pemainnya. Pemain-pemain tersebut tidak mengucapkan dialog, namun menyampaikan pesannya lewat gerakan yang di dalamnya terkandung banyak arti. Contoh pertunjukan tablo ini biasanya dilakukan di jurusan seni dan teater.

8. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Kolosal

Jenis drama kolosal mengangkat kisah-kisah tentang perjuangan, maupun latar tantang zaman kerajaan. Contoh dari jenis drama kolosal ini seperti Angling Drama dan Mahabharata.

9. Jenis-Jenis Drama dari Penyajian Lakon yang Melodrama

Melodrama adalah jenis-jenis drama yang hampir mirip dengan opera, memadukan seni peran dan musik. Dialog melodrama diucapkan dengan iringan musik. Contoh melodrama adalah The Heiress dan The Washington Square.

Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian dan Naskah

Ilustrasi Drama. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Drama. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

10. Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian yang Panggung

Drama panggung merupakan jenis-jenis drama yang dipentaskan secara langsung di atas panggung.

11. Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian yang Radio

Drama radio merupakan jenis-jenis drama yang diperdengarkan lewat radio.

12. Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian yang Televisi

Drama televisi merupakan jenis-jenis drama yang disiarkan lewat stasiun tv. Biasanya tayangan jenis ini seperti sinetron dan ftv.

13. Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian yang Film

Pembuatan drama film mirip dengan drama televisi. Biasanya tema yang digunakan lebih spektakuler dan pertunjukannya diputar di bioskop.

14. Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian yang Wayang

Drama wayang merupakan drama yang penyajiannya menggunakan sarana wayang untuk menggantikan aktris dan aktor. Di mana wayang tersebut digerakkan oleh seorang dalang.

15. Jenis-Jenis Drama dari Media Penyajian yang Boneka

Jenis-jenis drama ini hampir mirip dengan drama wayang. Hanya saja, media yang digunakan dalam penyampaian ceritanya berupa boneka yang dapat dimainkan oleh satu atau beberapa orang.

16. Jenis-Jenis Drama dari Naskahnya yang Tadisional

Drama tradisional merupakan jenis-jenis drama yang tidak menggunakan naskah. Pemain biasanya hanya diberikan gambaran umum tentang jalan ceritanya saja. Sedangkan di setiap adegan yang dipentaskan merupakan hasil kreativitas antar pemainnya.

17. Jenis-Jenis Drama dari Naskahnya yang Modern

Drama modern merupakan jenis-jenis drama yang menggunakan naskah.

Mengenal Drama Lebih Jauh

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Proverbs
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Proverbs

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.

Di Indonesia, drama diawali dengan adanya upacara kegamaan yang diadakan oleh para pemuka agama. Pada intinya, para pemuka ini akan mengucapkan sebuah mantra dan juga semacam doa sembari mempertunjukkan suatu karya sastra kepada khalayak ramai.

Pengertian drama menurut seorang ahli bernama Seni Handayani, drama adalah komposisi dari dua cabang seni, yaitu sastra dan pertunjukan yang nantinya akan membagi drama menjadi dua bentuk, yaitu drama teks tertulis dan drama yang dipentaskan.

Berikut ini pengertian drama menurut para ahli lainnya:

1. Tambojang (1981: 15)

Drama adalah cerita yang unik. Ia tidak untuk dibaca saja, tetapi untuk dipertunjukkan sebagai tontonan. Sebagai tontonan, drama adalah kesenian ephemeral, artinya bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama.

2. E. R. Reaske (1966: 5)

Drama adalah sebuah karya sastra atau sebuah komposisi, dengan menggambarkan kehidupan dan aktivitas manusia dengan segala penampilan, berbagai tindakan dan dialog antara sekelompok tokoh.

3. Sumarjo (1984: 32)

Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.

4. Budianta, dkk (2002)

Drama adalah genre sastra di mana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.

5. Tim Matrix Media Literata

Drama adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

6. Wildan

Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

Ciri-Ciri Drama

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Hanna
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Hanna

Bagian dari Prosa Modern

Drama adalah karya sastra yang diadopsi dari prosa modern. Ciri-ciri drama ini menitikberatkan pada pengadopsiannya. Prosa baru membuat pengekspresian imajinasi dan ide menjadi lebih berani.

Hal ini membuat prosa dalam sebuah drama bisa lebih beragam, tak sekadar puisi seperti dalam prosa lama. Drama semakin banyak diadopsi dari karya prosa modern seperti roman, novel, cerita pendek, riwayat, dan lain sebagainya.

Boleh Berbentuk Puisi

Drama sebenarnya sudah sejak lama memiliki ciri-ciri mirip dengan puisi. Hanya saja saat ini banyak yang lebih suka mengadopsi ciri-ciri drama sebagai prosa baru dan melupakan prosa lama. Padahal, segala penyampaian, percakapan, dan pengisahannya dalam drama boleh berbentuk kiasan persis puisi.

Berdialog dan Dipertontonkan

Drama sudah seharusnya berdialog sebagai pengisahan. Menampakkan lakon dengan berbagai macam watak yang bisa dipertontonkan dengan pesan. Berdialog dan dipertontonkan merupakan ciri-ciri drama yang paling menonjol.

Memiliki Pesan Moral

Drama memiliki ciri-ciri harus berdialog. Dari dialog inilah kemudian berbagai pesan moral tersampaikan. Pesan moral yang bisa diambil pelajarannya bagi penonton.

Maka dari itu pengarang drama harus pandai-pandai menyisipkan pesannya melalui dialog. Begitu juga pemainnya, harus pandai mengutarakan agar pesan moral bisa sampai dengan benar.

Memiliki Konflik

Drama harus memiliki konflik yang jelas. Ciri-ciri drama ini wajib ada dan yang menentukan kualitas dramanya. Semakin pelik konflik yang disajikan, maka semakin baik dan berkualitas drama tersebut.

Konflik drama bisa tersampaikan dengan baik jika pemain drama bisa menguasai peran dan wataknya. Hal inilah yang menjadikan penulis naskah drama dan pemain harus saling bekerja sama.

Gaya Bahasa Khas

Gaya Bahasa dalam sebuah drama yang menentukan persepsi penontonnya. Ciri-ciri drama ini pula yang akan menunjukkan sebuah masa, situasi, kondisi, dan keadaan sosial budaya cerita.

Untuk ciri-ciri drama tentang gaya bahasa, tak hanya tanggung jawab pengarang saja, melainkan juga pemeran. Pengarang yang membuat, sementara pemeran yang mewujudkannya dalam pentas yang dipertontonkan.

Unsur dan Struktur Drama

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: freepik.com

Unsur Drama

1. Tema, yaitu gagasan utama atau ide pokok yang terdapat dalam cerita drama.

2. Alur, yaitu jalan cerita dari sebuah drama, mulai dari babak awal hingga babak akhir.

3. Tokoh, yaitu karakter dalam drama yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu.

4. Watak, yaitu tingkah laku para tokoh yang ada dalam drama; watak baik (protagonis) dan watak jahat (antagonis).

5. Latar, yaitu gambaran mengenai tempat, waktu, dan situasi yang terjadi dalam drama.

6. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang drama kepada penonton melalui cerita drama.

Struktur Drama

1. Babak atau Episode, yaitu bagian dari naskah drama yang merangkum peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.

2. Adegan, yaitu bagian dari drama yang menunjukkan terjadinya perubahan peristiwa yang ditandai dengan terjadinya pergantian setting waktu, tempat, dan tokoh.

3. Dialog, yaitu percakapan yang dilakukan oleh dua atau beberapa tokoh dalam drama. Dialog merupakan hal utama yang membedakan drama dengan karya sastra lainnya.

4. Prolog, yaitu kata pengantar ketika akan masuk dalam sebuah drama yang memberikan gambaran umum tentang drama yang dipentaskan.

5. Epilog, yaitu bagian akhir dari sebuah drama dimana isinya menjelaskan kesimpulan, makna, dan pesan dari drama yang dipentaskan.

Contoh Naskah dari Jenis-Jenis Drama

Ilustrasi Drama. Credit: pexels.com/Pico
Ilustrasi Drama. Credit: pexels.com/Pico

Naskah dari Jenis-Jenis Drama Komedi

Judul: Pulang Sekolah

Tokoh-tokoh yang diperankan adalah:

Andika: Preman 1

Arief: Preman 2

Vikko: Pelayan Kafe

Igo: Murid sekolah

Ryan: Murid sekolah

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Ryan dan Igo pulang bersama, karena cuaca terik mereka merasa lapar dan haus, dan igo pun mengajak Ryan untuk pergi makan ke kafe level pedas.

Igo: "Yan, daritadi aku ngerasa lapar belum makan, di depan ada kafe baru buka kemarin, mampir kesana yuk!"

Ryan: "Iya, aku dari ngerasain lapar juga, yaudah yu mampir."

Igo dan Ryan pun masuk ke level pedas tersebut, setelah masuk mereka memesan makanan kepada pelayan kafe.

Pelayan: "Mau pesan apa mas?"

Igo: "Saya mau pesan mie goreng level 1 saja mas."

Ryan: "Wah bayi kamu Go, masak pesanya cuman level 1? saya pesan mie goreng level 10 mas cabainya banyakin ya mas."

Igo: "Yaudah aku ganti menu, mie goreng level 10 cabainya banyakin, tapi jangan terlalu banyak. Kalo bisa gak pakai cabai."

Pelayan: "Iya mas, minumnya apa?

Ryan & Igo: "Ini...!" (Mengeluarkan aqua yang mereka bawa)

Pelayan: "Dasar duo pelit."

Ryan: "Udah mas itu aja, gak pakai lama ya mas."

Pesanan yang dipesan oleh Igo dan Ryan tak kunjung datang, 30 menit kemudian makanan mereka baru tiba.

Pelayan: "Ini mas makanannya, silakan di nikmati dan ini tagihanya."

Igo: "Kok lama banget sih mas, masaknya di Arab ya?"

Pelayan: "Maaf mas kokinya tadi masak sambil move on."

Ryan: "Ada - ada saja mas."

Igo: "Udah mas kita gak jadi makan, ini kita bayar saja."

Naskah dari Jenis-Jenis Drama Musikal

Judul: Kehidupan yang Berputar

Sikaya: tuh punguntin barang-barang mahal gue (sambil melempar barang)

Simiskin: (pasrah dan memunguti barang tersebut) wah masih bagus cuma kotor robek dikit

Teman 1: mmm gimana kalau kita daur ulang aja supaya ada nilai jualnya

Teman 2: wah ide bagus tuh

Diwarung kopi ( lagu lagi syantik )

3 anak punk datang untuk nongkrong diwarkop tersebut (lagu punk dan kill this love)

Punk 1: ceu i pesen steak satu sama capuccinonya

Warkop: gaada setik-setikan disini mah,meni so Beli setik,kalian mah beli gorengan seribu juga masih ngutang

Punk 2: santuy aja atuh ceu,nanti juga kalo gue udah kaya sekalian sama warungnya gue beli

Bodyguar sikaya datang untuk nongkrong diwarkop tersebut.

Punk 3: eh guys ada mangsa baru kita godain kuy?

Punk 2: kuyyy

B.G 1: apaan sih kalian,sana pergi dasar homo

Punk 1: ih aa ko ngomongnya gitu sih:(

B.G 2: ayo ah kita balik aja,takut euy disini mah

Dilain tempat simiskin sedang mendaur ulang barang yang dibuang oleh sikaya.

Miskin: kita jadiin apa ya temen-temen barang ini?

Teman 1: gimana kalo kita daur ulang jadi sesuatu yang unik

Teman 2: iya bener tuh,nanti kita jualnya dipasar barang unik yang khusus buat turis

Miskin: ok setuju

Naskah dari Jenis-Jenis Drama Sekolah

Judul: Bentrokan dalam Asrama

Di sebuah ruangan besar duduklah Anas dan Hadi. Mereka sedang bermain catur. Tidak jauh dari daerah mereka, tampak Hasan yang sedang asyik menulis. Anas dan Hadi bergiliran memindahkan anak caturnya. Ketika anas sedang berfikir maka Hadi pun membentak.

Hadi: Hai, mengantuk kau! Sekarang giliranmu!

Anas: (Dengan hening Anas memindahkan anak caturnya)

Hadi: (Hadi pun memindahkan anak caturnya dan membentak pula) Lekas Anas, jangan mengantuk saja!

Hasan: (Turut berbicara) Memang si Anas suka mengantuk di.

Anas: (Membuka kacamata dan menggosok-gosok kacanya dengan sapu tangan)

Hadi: Ayo giliranmu jangan main kacamata saja!

Anas: (Dengan hening memindahkan anak caturnya) Sekak!

Hadi: (Terkejut) Sekak? Benar sekak?

Anas: Ya, sekak.

Hadi: (Berpikir sejurus lalu memindahkan anak caturnya)

Anas: (Berterian gembira) Sekak mati, Hadi!

Hadi: (Melongo)

Hasan: (Menoleh kepada kedua anak itu) Kau kalah, Hadi?

Hadi: (Tiba-tiba menyapu anak catur sehingga semua anak catur jatuh berantakan)

Anas: (Mengumpulkan anak catur dan dan dimasukan ke dalam kotak, lalu keluar tanpa mengeluarkan sepatah kata pun)

Hasan: (Mendekati Hadi) Sebetulnya bukan lantaran kamu kalah pandai, Hadi. Tetapi kamu kurang waspada. Kau tahu bukan bahwa si Anas itu licik?

Hadi: (Diam hirau tak acuh)

Hasan: Dan bukan hanya bermain catur saja, tetapi dalam segala hal ia licik, tidak sportif. Lagi pula, ia suka menyombongkan diri dan sanggup menjelek-jelekan orang lain.

Hadi: (Tetap diam)

Hasan: Hadi, kamu tahu apa yang dikatakannya wacana dirimu saat ia tak bersamamu?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel